Headlines News :

    Like Fun Page Kami

    IKASUKA DIY Audensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Gubernur DIY saat menerima audiensi bersama IKA SUKA DIY.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Pengurus Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (IKASUKA D.I. Yogyakarta) melakukan audensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X  di ruang Ndalem Ageng Kepatihan, (Senin 19 Februari 2018, Jam 09.30 s,d 11.00). Audensi tersebut dalam rangka silaturahim sekaligus perkenalan kepengurusan baru yang dilantik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum lama ini.

    Ketua IKASUKA D.I. Yogyakarta Soni Amir Sholihuddin, S.Ag. mengatakan bahwa audensi ini, disamping dalam rangka silaturahim dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, juga dalam rangka menyampaikan hasil rapat kerja daerah yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Kebupaten Sleman pada hari Ahad tanggal 19 November 2017. "Hasil RAKERDA tersebut ada beberapa rekomendasi eksternal yang perlu disampaikan kepada Pemerintah DIY diantaranya terkait dengan maraknya organisasi dan kelompok-kelompok baru yang menumbuh dengan pesat di DIY, dan organisasi/kelompok tersebut ada yang terkait dengan organisasi-organisasi terlarang yang bersifat radikal, dan intoleran, maka Pemerintah DIY dan UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga pendidikan untuk bekerja sama dalam menyikapi dan terlibat dalam proses penanggulangan, hal itu serta merumuskan tindakan dan sikap yang tepat ke depan." beber Soni.

    Sementara Imam Ghozali, S.Ag., M.A. selaku Ketua I IKASUKA D.I. Yogyakarta mengatakan bahwa, untuk menangkal paham radikal dan intoleran di DIY yaitu dengan meningkatkan peran penyuluh agama dengan memberikan ceramah-ceramah yang sifatnya menumbuhkan semangat nasionalisme. Mengingat penyuluh agama yang ada di DIY kebanyakan alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan demikian, diharapkan kedepannya Alumni UIN Sunan Kalijaga yang ada di DIY bisa memberikan warna baru dan pelopor di masyarakat serta mampu menangkal paham-paham tersebut, sehingga kedepannya Jogja tetap berhati nyaman.

    'Peran serta alumni UIN Sunan Kalijaga sangat penting dan mengingat DIY merupakan City of Tolerance, sehingga dengan demikian, diharapkan dengan keterlibatan alumni UIN Suka yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menjadi jembatan penghubung dengan masyarakat serta bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menangkal paham radikal dan intoleran yang ada di DIY." ucapnya.

    Disamping itu juga Soni Amir Sholehuddin, S.Ag. menambahkan bahwa untuk menunjang keberlangsungan IKASUKA D.I. Yogyakarta diperlukan adanya sekretariat bersama dan pusat Kuliner. Sekretariat bersama diharapkan menjadi pusat setiap kegiatan IKASUKA D.I. Yogyakarta. Sementara Pusat Kuliner diharapkan menjadi pusat Kuliner terlengkap yang ada di DIY yang menyediakan seluruh produk dari alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan demikian, diharapkan dengan arahan dan restu dari Sri Sultan Hamengko Buwono X bisa merealisasikan sekretariat dan pusat kuliner tersebut.

    Sementara Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pemaparannya mengucapkan selamat serta berterima kasih atas kehadiran para pengurus IKASUKA D.I. Yogyakarta dalam audensi ini. Serta kepedulian yang dimiliki oleh para alumni UIN Sunan Kalijaga dalam menjadi pelopor dalam menangkal paham radikal dan intoleran yang akhir-akhir ini terjadi di DIY.

    Sementara terkait dengan sekretariat bersama dan Pusat Kuliner menurut Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk di DIY alternatifnya yaitu dengan menggunakan tanah kas desa. Tanah kas desa ada dua pilihan yaitu disewa atau dibeli. Tetapi kebanyakan pada umumnya tanah kas desa itu disewa paling lama dalam jangka waktu 20 tahun, dan bisa diperpanjang tergantung dari kesepakatan dengan perangkat desa.

    Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan bahwa dengan adanya pusat kuliner tersebut diharapkan mampu menaikkan perekonomian warga sekitar. Serta diharapkan tidak hanya menampung produk-produk dari para alumni UIN Sunan Kalijaga, tetapi juga menampung produk-produk dari warga DIY. (PEWARTAnews)

    PUSMAJA Ma Maju

    Ismail Aljihadi.
    Maita sama sama maju, ndaita weki PUSMAJA
    Maju kai ilmu Islam, ma gaga taho lao
    Ilmu Islam ndi nenti, cahaya mori ndi nonto.

    Maita sama-sama maju weki ndai PUSMAJA
    Kataroa ide ro fiki, kai ngahi mufaka
    Mufaka mbolo ro dampa, ndaita sama sama doho sama dampi.
    Doho sama rasa, kacampo ade ma raso niki risu.
    Mufaka kai ilmu ro iman, ma gaga aman
    Bandi kaipu ntara,  mufaka ndai ma gaga ntiri
    Mufaka batu nggahi rasul, kai ade ma gaga poda  taho raso.

    Weki ndai PUSMAJA romo, maita sama sama nenti rima
    Rima ma sama nenti, ade sama  nonto kai wua nuntu.
    Na samase ade, na gaga ndi eda ba weki ndai sa udu.

    Selamat Ulang Tahun PUSMAJA yang ke-10 (10 Januari 2008 - 10 Januari 2018)

    Coretan pagi.


    Yogyakarta, 6 Februari 2018
    Karya: Ismail Aljihadi
    Pemuda asal Bima NTB / Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

    Adian Napitupulu Jembatani Driver Online - Menteri Perhubungan Bahas Permen 108 dan Outsourcing

    Adian Napitupulu.
    Jakarta, PEWARTAnews.com -- Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu, S.H. pada hari Selasa 13 Febuari 2018 menjembatani Pihak Driver Online dengan Menteri Perhubungan guna untuk membahas beberapa point penting dalam Permen 108 dan juga perihal Outsourcing. "Setelah beberapa hari sebelumnya beberapa organisasi terkait Driver Online meminta saya untuk memediasi dengan Menteri Perhubungan, akhirnya pada hari Selasa 13 Febuari 2018 saya mempertemukan perwakilan organisasi yang terkait dengan Driver Online dengan Menteri Perhubungan," ucap pemilik nama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu dalam siaran persnya yang diterima PEWARTAnews.com pada 14 Februari 2018.

    Adian Napitupulu membeberkan bahwasannya saat pertemuan tersebut perwakilan organisasi yang terkait Driver Online menyampaikan penolakan terhadap Permen 108 tahun 2017. Penolakan tersebut antara lain terhadap kewajiban untuk mengurus izin angkutan sewa khusus.

    Lebih jauh, dalam rilis tersebut, Adian membeberkan bahwa izin angkutan sewa khusus melahirkan setumpuk kewajiban baru bagi para Driver online. "Dengan Permen 108 mereka tidak bisa lagi mendaftar langsung secara perorangan ke Aplikator (Go Car, Grab, dan Uber). Karena menurut Permen 108 yang bisa bermitra bukanlah perorangan tapi badan hukum yg berbentuk koperasi ataupun badan usaha bentuk lainnya," beber Adian.

    Mantan aktifis 98 tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa berdasarkan Permen 108 tersebut maka Pilihan para Driver Online adalah membuat badan hukum secara bersama sama agar syarat minimal 5 mobil terpenuhi atau bergabung dengan badan hukum yang sudah memiliki izin angkutan sewa khusus atau berhenti menjadi Driver Online.

    "Hak para individu Driver online untuk bermitra langsung dengan Aplikator menjadi hilang, hak tersebut kemudian di ambil alih oleh badan hukum." keluh Adian menyayangkan.

    Masih dalam rilis yang sama, Adian beberkan kalau di ilustrasikan maka Permen 108 ini bisa menjadi embrio lahirnya badan hukum yang berikut hari berpotensi menjadi serupa perusahaan Outsourcing yang mengambil selisih keuntungan dengan melakukan rekrutmen dan menyalurkan tenaga kerja. "Kalau menggunakan ilustrasi Petani maka badan hukum ini bisa berkecenderungan menyerupai Badan yang mengatur tata niaga cengkeh dan jeruk ala Orde Baru," akunya.

    Dengan pola yang berpotensi mengarah pada bentuk "Outsourcing" atau "Tata Niaga" Driver, kata Adian, maka bisa dipastikan bahwa pendapatan para Driver Online ini akan berkurang drastis di potong sana sini untuk beragam alasan administrasi, operasional dan teknis dari badan hukum pemegang izin angkutan.

    Setelah para Driver Online bergabung dengan badan hukum, ucap Adian, maka berikutnya beruntun lahir sekian banyak kewajiban baru seperti pembatasan kuota kendaraan perwilayah, batasan wilayah kerja, KIR, penggantian SIM menjadi SIM A umum dan sebagainya yang memberatkan serta merugikan para Driver Online.

    Masih dalam pertemuan tersebut perwakilan juga menyampaikan bahwa sesungguhnya objek dari izin angkutan sewa tersebut seharusnya bukan para Driver Online melainkan Perusahaan Jasa Aplikasi yang pada faktanya telah melakukan kegiatan kegiatan yang sesungguhnya juga dilakukan oleh perusahaan jasa angkutan seperti melakukan rekrutmen kendaraan beserta supir nya, menyeleksi kelayakan supir, memberlakukan standar pelayanan dan keselamatan, menentukan tarif rupiah per kilometer, memutuskan hubungan kerja (untuk angkutan online bentuknya suspend), menentukan besaran bonus dan sanksi, menetapkan batas standar kendaraan (cc dan tahun) dan hal hal lainnya yang umum nya juga di lakukan oleh perusahaan angkutan konvensional.

    Beber Adian, Indonesia hingga hari ini menjadi satu satunya negara yang menerapkan aturan mewajibkan para Driver Online untuk membuat atau bergabung dengan badan hukum agar bisa menjadi mitra dari penyedia jasa aplikasi tanpa mewajibkan perusahaan aplikasi menjadi perusahaan jasa transportasi.

    Melalui Permen 108 ini, beber Adian, Indonesia juga menjadi negara yang prosedurnya paling rumit bagi Driver online salah satunya dengan prosedur KIR yang disamakan dengan angkutan kota yang nyata nyata telah merubah bentuk kendaraan secara signifikan dari pabrikan asal.

    Pembatasan wilayah operasi dan kuota Driver Online juga menunjukan bahwa kementrian terkait terlihat malas untuk berfikir sehingga aturan aturan lama untuk angkutan umum di copy paste sedemikian rupa dengan modifikasi tambal sulam sekenanya tanpa perduli bahwa ada banyak perbedaan mendasar antara jenis angkutan dengan model aplikasi dan angkutan penumpang konvesional.

    Dalam pembicaraan tersebut akhirnya disepakati beberapa hal diantaranya adalah kesepakatan Menteri Perhubungan untuk menunda diberlakukannya Permen 108 tersebut dalam beberapa bulan untuk melakukan evaluasi dan merevisi pasal pasal yang merugikan para Driver Online setelah melakukan pertemuan dengan beberapa kementrian terkait seperti Kemeninfo, Kementrian Tenaga Kerja termasuk Kapolri.

    "Sesuai pembicaraan, penundaan tersebut akan disampaikan oleh Menteri Perhubungan hari selasa kemarin setelah ada surat dari organisasi yang terkait dengan Driver Online ke Kementrian Perhubungan," kata Adian Napitupulu.

    Lanjut Adian, namun sampai siang ini apa yang dijanjikan oleh menteri perhubungan ternyata tidak dilakukan walaupun sudah ada organisasi yang terkait dengan Driver online yang sudah bersurat sesuai apa yang di minta oleh menteri perhubungan.

    "Baiknya Menteri Perhubungan jangan menjilat kembali ludahnya. Berlakulah sebagai seorang menteri yang kata katanya memang bisa di percaya oleh Rakyat." keluh Adian menyayangkan sikap sang menteri. (PEWARTAnews)

    Rasa Ncera Mantoi

    Ismail Aljihadi.
    Ringa ncorepu tabea dou Ncera
    Nggahi ncuhi dou Ncera ma ngupa ncihi
    Ncihi nggahi ro eli bune taroa ilo, bandi kaipu ntara ma rombo ntiri.
    Nggahi bila ro lebe, mori dou Ncera ti tiona rugi ro laba.
    Samena na  hasil alam sa'udu, ndi ru'u sara'a na adan
    Semena na ma wara tu doro ro tolo, berkah mangge'e tala-tala, dou mbei ti tula ro tola

    Dana Ncera mantoi, bune wupa ntua
    Niki doro ro dore, nggini maju daro
    Nggini maju ro sahe, ntau ndaina Sehe
    Sehe La Raji ma moda' ndi raho ro rojo.

    Dou Ncera mantoi ede, na raso ade na gaga ndi eda.
    Nggahi Trulli la Nggampo,  ti wara berkah nana ma nggempe.
    Berkah dana ro rasa, na mpoi raso bagi dou nikiki risu.
    Nggahi Sanggaji Mbojo, na caha karawi ro mbaju.
    Mbaju menta fare kala, ma machi kilu bune wua kalo.

    Ringa menapu ndai siwe mone, wara eli matora bune ilo.
    Rasa Ncera zaman ntoi, maita kambali ntau Ringa ulupu nggahi bila ma alim, nggahi bila ro Sanggaji maita sama sambea  ro ngeja.
    Sambea de romo batu' ngahi ndaina ruma
    Batu' ngahi Ruma Raha Tala, berkah Ncera wati ndi tola


    Yogyakarta, 12 Januari 2018
    Karya: Ismail Aljihadi
    Pemuda asal Bima NTB. 

    Namamu Dalam Do'a Ku

    Bakdiah.
    Aku terus mempertahankan namamu setiap sujud panjang dan do'a-do'aku
    Meski ku tahu sakit itu terus kau datangkan padaku
    Meski ku thau sabarku tak mampu mematahkan egomu

    Cintaku tak mampu membendung hasratmu
    Wanita lemah tak berguna
    Gimana tidak ketika sayap-sayap semangat ku mulai patah dan tak mampu menggapai langit-langit impian

    Inginku telah di curi oleh awan kesepian yang tak bertepi
    Lembaran baru saja ku buka dan ditintahkan tirai kesucian
    Namun telah terisi oleh noda kepalsuan
    Niat suci ingin ku bentangkan kini sudah terenyahkan

    Kau berjalan tanpa merasa bersalah
    Aku berdo'a tanpa merasa lelah
    Sebab inginku engkau sedari semua
    Niat suci telah ku gantung bersama do'a di langit-langit pengharapan


    Yogyakarta, 30 Januari 2018
    Karya: Bakdiah
    Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta / Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)

     

    Iklan

    Iklan
    Untuk Info Lanjut Klik Gambar
    Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website