Headlines News :
Home » , » Guru pun Harus Menulis

Guru pun Harus Menulis

Written By Pewarta News on Kamis, 19 April 2018 | 18.49

Ilustrasi Guru. Foto: merdeka.com.
PEWARTAnews.com – Aktivitas tulis-menulis sudah barang tentu melekat pada diri setiap guru. Hal ini bukan lagi sesuatu yang langka atau pun asing baginya. Mengingat, guru harus mengajar dan menyampaikan materi kepada siswanya. Tentu menyampaikannya lewat tulisan. Mungkin dituliskan di papan tulis, atau ditampilkan tulisannya lewat LCD Proyektor atau pun sejenisnya. Sehingga siswanya pun bisa membaca dan menuliskannya di bukunya masing-masing.

Saya yakin, setiap kali mengajar, besar kemungkinan guru pasti menulis. Di samping itu juga, mengenai persoalan administrasi, seperti perangkat pembelajaran, tentu seorang guru harus menyiapkannya sebelum mengajar. Contoh, menyusun program tahunan, program semester,  kriteria ketuntasan minimal (KKM), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan lainnya. Belum lagi administrasi lainnya juga untuk persiapan akan datangnya tim supervisi. Hemat saya, semuanya tentu berhubungan dengan tulis-menulis.

Namun, bukan lagi menjadi sebuah rahasia, bahwa kebiasaan tulis-menulis yang dimaksud hanya sebatas rutinitas kewajiban dari sekolah saja. Jarang kita lihat guru yang mau betul-betul membiasakan diri untuk menulis, selain dari yang disebutkan di atas. Padahal, kalau saja guru mau membiasakan diri untuk menulis dari apa yang dialami, yang diketahui selama hidup dan selama ia mengajar, sungguh guru yang luar biasa.

Kalau saja kita mau menelusuri satu per satu dari sekolah ke sekolah, guru penulis bisa dihitung jari. Bahkan, banyak sekolah yang tidak kita temukan guru penulis seperti yang dimaksud. Yang jelas, di setiap sekolah lebih banyak guru yang biasa daripada guru yang luar biasa (baca: guru penulis).

Menjadi seorang guru itu, mestinya harus membiasakan diri untuk menulis (di luar rutinitas di sekolah). Apalagi guru merupakan pencetak generasai bangsa. Guru penulis itu, besar kemungkinan akan bisa menginspirasi siswanya untuk menulis juga. Sehingga lahirlah generasi-generasi yang cinta akan menulis. Dengan demikian, kelak ketika mereka (baca: siswa-siswa) bekerja, mereka tidak lupa juga untuk meluangkan waktunya untuk menulis. Bila ada di antara mereka yang menjadi tentara negara Indonesia (TNI), maka ia akan menjadi TNI penulis. Jika mereka bekerja sebagai politisi, maka ia akan menjadi politisi penulis. Begitu pula dengan profesi-profesi lainnya.

Wallahu a’lam.


Penulis: Gunawan
Pemuda asal Dompu NTB

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website