Headlines News :
Home » , » Mahasiswa Bima Jogja Pertanyakan Dana Perawatan Aset Kedaerahan pada Pemda Bima

Mahasiswa Bima Jogja Pertanyakan Dana Perawatan Aset Kedaerahan pada Pemda Bima

Written By Pewarta News on Senin, 09 April 2018 | 11.42

Foto Asrama Bima bagian Depan.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Menindaklanjuti permasalahan terkait dugaan ketidakjelasan dana anggaran terkait perawatan aset-aset kedaerahan, terutama terkait perawatan asrama mahasiswa Bima yang berada di berbagai wilayah di Indonesia, salahsatunya Asrama Bima yang berada di Yogyakarta. Pembahasan berkaitan dengan itu, mengemuka juga dalam pertemuan mahasiswa Bima Yogyakarta dengan sesepuh Bima Yogyakarta yang diselenggarakan pada hari Minggu, 8 April 2018 di Aula Asrama Bima Yogyakarta "Sultan Abdul Kahir".
Suasana saat pertemuan rutin Sesepuh Mbojo dengan mahasiswa di Yogyakarta pada 08/04/2018.

Saat pertemuan mahasiswa dengan sesepuh tersebut, pembahasan terkain renovasi asrama terus disuarakan dan menjadi perhatian lebih, dan diharapkan keterlibatan semua pihak membantu mengetuk kesedaran Pemda Bima agar secepatnya tersadarkan untuk mempermudah proses renovasi. Pemda harap cepat sadar sebelum adanya kekhawatiran serta adanya anggapan penggelapan yang dilakukan oleh oknum Pemda Bima karena adanya peristiwa penguluran pelaksanaan renovasi Asrama Bima Yogyakarta.

Belum lama ini, kehadiran Bapak Sekda Bima Haji Taufik bersama beberapa staff-nya pada awal bulan Maret 2018 lalu, menjanjikan bahwa asrama akan direnovasi pada tanggal 15 Maret 2018. Mendengar hal demikian, perwakilan mahasiswa merasa sedikit lega, namun kelegaan itu ternyata hanya hiasan kata yang menjadi makanan keseharian Pemda untuk mengalibi serta menyenangkan sementara hati mahasiswa.

Sekda Bima saat survey Asrama Bima Yogyakarta.
Pada pertemuan dengan pihak Pemda Bima itupun perwakilan dari mahasiswa Bima diundang ke Hotel Wize Prime Kota Jogjakarta untuk melakukan tanda tangan SPDP yang menandakan bahwa mereka benar-benar hadir di Jogjakarta tepatnya di Asrama Bima Sultan Abdul Kahir kurang lebih selama 30 menit.

Setelah kehadiran Sekda Bima tersebut, sampai hari ini belum ada informasi lanjut dari Pemda, bahkan perwakilan mahasiswapun sudah sering menelpon tapi tidak diangkat oleh Pemda, dan Pemda juga sudah menghadirkan tim survey Asrama.

Oleh karena peristiwa demikian, sehingga  mengharuskan mahasiswa Bima Jogja melakukan komunikasi intens kembali dengan berbagai Forum yang berada di bawah naungan KEPMA Bima Yogyakarta dan mengadakan pertemuan ulang bersama Sesepuh Mbojo Jogjakarta pada Sabtu, 8 April 2018.

Adanya ketidakpastian waktu renovasi Asrama Bima Yogyakarta, kami menganggap bahwa ini benar-benar ada inisiatif penipuan yang dilakukan oleh Pemda Bima kepada mahasiswa Yogyakarta. Peristiwa demikian, ketika apapun yang terjadi mengenai kemungkinan adanya penggelapan Dana Anggaran Perawatan Aset Kedaearahan yang seharusnya menjadi anggaran perawatan setiap tahunnya untuk Asrama. Pemda harus membuka informasi seluas-luasnya tentang peristiwa ini sebelum adanya inisiatif dan upaya mahasiswa membongkar secara bersama. "Upaya hukum pun akan menjadi langkah baik untuk mendampingi proses ini," ucap perwakilan mahasiswa pada saat Rapat di Aula Asrama Bima yang tidak ingin namanya disebut.

Lebih lanjut, "Upaya hukumpun akan kita tindaklanjuti, bahkan upaya menghadirkan KPK RI untuk memeriksa dana perawatan Asrama Sultan Abdul Kahir Yogyakarta selama 10 tahun terakhir akan dilakukan. Karena ini, mahasiswa pikir Pemda melihat apa yang mahasiswa lakukan terkait inisiatif mengangkat isu ini hanya main-main, maka perlu di coba sikap main-main ini kami ajak KPK untuk hadir di Pemda Bima. Terutama bertemu dengan bang Kasmir selaku Kepala Bagian Umum Pemda Bima yang menangani persoalan Aset Kedaeraha," lanjutnya.

Peristiwa yang menariknya lagi adalah bahwa permainan ini akan menjadi indah karena selama 10 tahun terakhir ini bentuk pengelolaan Aset Pemda Bima (Asrama Mahasiswa Bima Yogyakarta) sama sekali tidak terlihat adanya perhatian dari Pemda, bahkan 10 tahun asrama Bima belum dibayarkan pajaknya. Oleh karena itu, maka akan menjadi khawatiran besar juga bagi mahasiswa Bima Yogyakarta, bahwa kemungkinan ada penggelapan dana di internal Pemda (oknum Pemda Bima). Dana Anggaran yang seharusnya setiap tahunya keluar untuk merawat aset-aset, namun masuk dikantung oknum Pemda. Inilah yang kami katakan sangat menarik, yang kemudian apabila kami menghadirkan KPK kami akan mengetahui informasi seutuhnya.


Penulis: Muhammad Akhir
Salahsatu Mahasiswa Bima-Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website