Headlines News :
Home » » Peluang Besar Pemuda Dalam Partai Politik

Peluang Besar Pemuda Dalam Partai Politik

Written By Pewarta News on Sabtu, 14 April 2018 | 23.54

Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta Solihul Hadi, S.H. (baju hijau) saat menerima kenang-kenangan dari Ketua Panitia Ali Ruslan usai dialog berlangsung.
SLEMAN - Dalam kemajuan jaman di era digital saat ini pemuda sebagai generasi milineal mempunyai peluang besar masuk dalam partai politik dan menang dalam pemilu 2019. Salah satu alasannya peran pemuda yang masih segar dinilai bisa memunculkan ide baru dan karya yang inovatif untuk kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini di sampaikan Solihul Hadi, S.H, Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta selaku Narasumber dalam kegiatan diskusi Lingkar Studi Muballigh di aula Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Sleman, Jumat (13/4) malam, bertemakan Mengukur Kemampuan Pemuda Muslim dalam Kontestasi Politik 2019, dalam usianya yang baru menginjak 29 tahun, Solihul menyebutkan potensi lain masuknya peran pemuda dalam partai ini dikarenakan mempunyai track record yang masih bersih dalam dunia perpolitikkan.

Solihul juga mengemukakan bahwa Kunci kemenangan pemilu di tahun 2019 adalah, "Anak muda harus bisa melakukan konsolidasi, menjalin silaturahmi, aktif dalam kegiatan organisasi sosial keagamaan maupun kemasyarakatan dan memiliki daya kreatifitas positif untuk membawa perubahan dan warna baru dalam dunia politik, karena politik hari ini cenderung dipandang abstrak dan negatif oleh generasi muda jaman now, serta menjadi pemuda yang toleran agar tidak mudah terpancing pada sebuah opini yang berkembang sehingga pikiran dan tenaga kita tidak terforsir," beber Solihul.

Mahasiswa Magister Kenotariatan UGM ini menambahkan, "Saat ini ada sekitar 85 persen dalam partainya diisi oleh anak muda yang masih fresh dan memiliki kemampuan yang bisa diandalkan untuk terjun ke dunia politik. Pihaknya mengaku salah satu upaya untuk mengajak generasi muda aktif dalam partai politik adalah dengan kegiatan semacam ini, diskusi publik, sosialisasi, dsb sebagai ajang untuk bertukar pikiran, ide, dan pendapat untuk membangun konstruksi berfikir yang sehat dan rasional," ucap Solihul.

Sementara itu Narasumber dari PKS Muda Daerah Istimewa Yogyakarta Bisma Putra, S.Pd., juga berpendapat setengah dari total penduduk di Indonesia di dominasi pemilih dari anak-anak muda, "Mereka berfikir lebih kreatif dan linear dengan apa yang dibutuhkan jaman pada saat ini, otomatis mereka akan mempertimbangkan calon-calon yang masih berusia muda," jelas Bisma.

Dalam kegiatan ini Bisma memaparkan, dari segi pengamalan bisa dikatakan anak muda yang berani masuk dalam parpol belum mengantongi bekal yang cukup namun kemampuan dalam kepemimpinan dapat dilihat dari kapasitas yang dimiliki masing-masing individu yang sudah aktif dalam kegiatan bermasyarakat di sekitar. Juga berkaca dari era yang serba digital, mereka bisa menelurkan ide baru, menggaungkan kreativitas dari problema bangsa saat ini, imbuh pria berusia 23 tahun tersebut.


Penulis: VITA WAHYU HARYANTI

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website