Headlines News :
Home » , » Meneropong Mahasiswa PAI Angkatan 2015

Meneropong Mahasiswa PAI Angkatan 2015

Written By Pewarta News on Senin, 14 Mei 2018 | 22.51

PEWARTAnews.com – Tepatnya kini (26 April 2018) berada disemester 6. Semester akhir yang katanya sangat menjemukan bagi sebagian mahasiswa. Ada pula yang menyebut semester ini “seharusnya” sudah mempunyai calon agar ketika wisuda nanti ada yang menemani sambil membawakan bunga untuk-nya sambil berkata “dek, selamat ya”, begitu kata salah seorang mahasiswi semester 6.

Ada yang unik dengan angkatan ini, pasalnya sudah banyak yang mengajukan tema skripsi bahkan sudah ada yang seminar proposal. Padahal dulu ketika saya masih semester 4, yang biasa mengajukan tema dan semprop adalah mahasiswa yang menginjak semester 7/ bahkan 8, tapi tak bisa dipungkiri tetap ada yang mengajukan meski masih disemester 6 namun hanya seglintir orang saja.

Berbeda hal nya dengan angkatan ini. Baik mahasiswa aktivis maupun akademis, sama saja. Berebut waktu untuk menemui DPA dan kajur guna konsultasi dan acc tema skripsi. Tentu hal ini menimbulkan tanda tanya besar, Ada apakah ini? Karena sesuatu yang terjadi pasti ada sebab. Tak biasanya semester 6 sudah mulai fokus skripsi padahal KKN saja baru akan dimulai bulan Juli-Agustus ini.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan obrolan ringan dengan (banyak) mahasiswa PAI 2015. Mayoritas jawaban mereka hampir sama dengan argumen yang hampir sama pula. Nah berdasar obrolan ringan tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka ingin segera lulus, karena beberapa sebab, yakni (1) Ingin melanjutkan hafalan kitab dan Qur’an-nya. (2) Ada pula yang ingin menjadi wisudawan/wati tercepat di Fakultas Tarbiyah. (3) Ingin segera menikah karena sudah tunangan, mayoritas yang menjawab ini adalah kaum hawa. Karena bagi mereka “jangan sampai telat nikah”. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan/kondisi geografis daerah mereka. Wanita yang lulus S1 sudah dipandang tua oleh masyarakat, sehingga suatu ketidakwajaran apabila tidak segera menikah, ungkap salah seorang mahasiswi.

Meski ada yang ingin segera lulus, namun juga ada mahasiswa/i yang tidak terobsesi untuk segera mengajukan tema dan fokus skripsi. Hal itu dikarenakan masih ingin menikmati masa-masa kuliah, masa muda dan masa mengembangkan kreativitas. Bagi orang-orang dalam kelompok ini, mereka masih ingin menjajaki berbagai macam pengalaman dan pelatihan guna bekal masa depan. Ada juga yang masih ingin fokus untuk melengkapi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), sehingga lulus tidak hanya sekedar lulus, namun memiliki skill komparatif atau setidaknya mempunyai sesuatu yang membedakan dengan sarjana-sarjana lain.

Dengan demikian, mengumpulkan sertifikat seminar, perlombaaan baik akademik maupun non akademik menjadi prioritas kelompok ini sebelum fokus skripsi dengan pertimbangan yang penting lulus dengan predikat “berkualitas” meski tidak menjadi wisudawan/wati tercepat. “Mungkin nanti pas kumpul di gedung Multi Purpose (MP) ekspresinya sama, baik yang tercepat maupun yang biasa-biasa saja tapi punya skill komparatif lain. Yang membedakan hanyalah “senyum lebar/tidaknya”, yang dinobatkan menjadi wisudawan/wati tercepat senyumnya akan lebih lebar dibanding yang lain”, ungkap salah seorang mahasiswa PAI. Jujur saja, penulis ngampet ngguyu.

Hidup itu anugrah dari Tuhan Yang Maha dengan segala ke-Mahaannya. Dalam hidup ada berbagai macam pilihan, dan manusia diberi kebebasan Tuhan untuk menentukan pilihan hidupnya namun tetap harus bertanggungjawab atas pilihan-nya. Biarlah mahasiswa sendiri yang menentukan kemana dan seperti apa dirinya. Yang penting “BERJUANG”. Karena Tuhan menyuruh dan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk terus dan senantiasa berjuang, bukan kalah/menang - nasihat guru spiritual saya, Emha Ainun Nadjib.


Penulis: Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website