Headlines News :
Home » » Menjadi Mahasiswa yang Produktif

Menjadi Mahasiswa yang Produktif

Written By Pewarta News on Sabtu, 26 Mei 2018 | 21.30

Ilustrasi mahasiswa menulis. Foto: okezone.com.
PEWARTAnews.com -- Menjadi seorang mahasiswa itu bukanlah sesuatu yang mudah. Di pundaknya terdapat setumpuk beban. Sebagai agen perubahan, juga sebagai generasi penerus masa depan suatu bangsa, adalah amanat yang begitu besar. Tak begitu mudah mengemban itu.

Barangkali, sebagian besar di antara kita sudah barang tentu tahu bahwa mahasiswa juga amat lekat dengan yang namanya dunia organisasi. Kata guru saya dulu, mahasiswa tanpa berorganisasi itu hampa terasa. Idealnya, bahwa mahasiswa itu harus mau berorganisasi, demi mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Tak bisa dielak juga, bahwa mahasiswa erat hubungannya dengan persoalan unjuk rasa (demonstrasi). Persoalan yang satu ini, hampir kita cium aromanya tiap hari di kampus, khususnya di bumi Indonesia ini. Di berita-berita lokal (baik yang ditampilkan di media elektronik, cetak maupun online), hampir tiap hari, kita disuguhkan dengan unjuk rasa mahasiswa. Menuntut ini dan itu. Tentu, sebagai penyambung lidah rakyat dan aspirasi masyarakat, ini harus kita hargai dan acungi jempol. Asalkan, hal demikian dilakukan dengan cara yang baik dan memberi dampak positif.

Namun, kesemua hal yang saya sebutkan di atas, merupakan hal yang biasa saja. Saya katakan “biasa” karena memang seperti itulah yang terjadi di dunia mahasiwa kita, yaitu “berorganisasi” dan “berunjuk rasa.” Kedua hal tersebut, rasanya agak susah dipisahkan dari pribadi yang bernama mahasiswa. Saya sendiri pun merasakan hal yang demikian.

Di era milenial dan teknologi canggih kini, ada satu hal yang barangkali dilupakan oleh sebagian besar kalangan mahasiswa. Perihal yang dimaksud adalah aktivitas menulis. Tak banyak mahasiswa yang begitu peduli dengan persoalan “menulis.” Padahal, aktivitas yang satu ini begitu besar kontribusi dan efek sampingnya. Namun, lagi dan lagi, tak banyak yang peduli dengan hal ini. Kita boleh meninjau langsung dari kampus ke kampus, kira-kira berapa persentase mahasiswa yang mencoba berbagi dan memperjuangkan sesuatu lewat aksara. Dan, bandingkan dengan kedua aktivitas yang saya sebut sebelumnya.

Menurut Asma Nadia (salah satu penulis produktif Indonesia), menulis itu merupakan kegiatan yang produktif daripada berunjuk rasa. Dibanding dengan unjuk rasa (demonstrasi) yang belum tentu didengar orang mengenai aspirasinya, tulisan yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat di media cetak dan/atau media online, akan lebih banyak orang yang peduli, yaitu dengan membacanya. Apalagi di era gawai kini, dalam hitungan detik, seseorang mampu mengetahui beragam tulisan yang ditampilkan oleh media tertentu maupun perorangan. Artinya, peluang menyampaikan sesuatu lewat tulisan itu adalah perlu dicoba oleh rekan-rekan mahasiswa. Dan, kalau bisa dibiasakan.

Ya, seorang mahasiswa tak boleh hanya bergelut dan berkutat di dunia organisasi saja. Juga, tak sekadar melakukan unjuk rasa semata. Cobalah untuk melakukan sesuatu yang berbeda (tanpa meniadakan kedua hal itu), yaitu lewat tulisan. Saya rasa, hal yang satu ini jauh lebih efektif dan produktif. Kita bisa mengisi kolom dan rubrik di beragam surat kabar. Atau, mungkin sekadar menuliskannya, kemudian dibagikan melalui linimasa Facebook dan beragam aplikasi lainnya. Lebih bagus lagi, jika mampu diabadikan lewat buku. Sehingga, beragam pengalaman, pengetahuan, ide, dan gagasan yang ingin disampaikan bisa menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan dikenang di kemudian hari.

Seorang mahasiswa perlu membiasakan diri untuk menulis. Dengan begitu, secara tak langsung akan menuntun kita untuk membaca, membaca, dan membaca. Sehingga, beragam persoalan yang terjadi di masyarakat, setidaknya bisa kita carikan jalan keluarnya. Kemudian, solusinya itu bisa kita sampaikan lewat tulisan, salah satunya. Pada akhirnya, bisa diketahui oleh banyak orang, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Oleh karena itu, sudah saatnya mahasiswa yang hidup di era kontemporer dan zaman digital kini mampu berkontribusi atau menyampaikan sesuatu lewat tulisan. Percayalah, ini akan jauh lebih produktif. Ikatlah segala macam pengalaman, pengetahuan, ide, dan gagasan yang diperoleh di dunia organisasi, kampus, dan masyarakat. Urai itu semua menjadi tulisan demi tulisan. Bagikan melalui media online, media cetak, dan/atau jenis lainnya. Lakukanlah mulai dari sekarang juga. Buka mata hati kita, ubah mindset kita, cobalah untuk melewati jalan sunyi tersebut.

Wallahu a’lam.


Penulis: Gunawan
Pemuda Produktif asal Dompu NTB
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website