Headlines News :
Home » , » PENA 98 Gelar Pameran Foto Sebagai Refleksi 20 Tahun Reformasi 1998

PENA 98 Gelar Pameran Foto Sebagai Refleksi 20 Tahun Reformasi 1998

Written By Pewarta News on Rabu, 02 Mei 2018 | 10.01

Suasana pameran Foto di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 02/05/2018.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) menggelar pameran foto dan refleksi 20 tahun Gerakan Reformasi 98 di 11 kota di Indonesia. Di Yogyakarta, acara ini diselenggarakan di beberapa kampus yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara estafet. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati dan  refleksi sekaligus menjaga semangat Gerakan Reformasi 1998.

Pameran foto peristiwa reformasi 1998 di Yogyakarta diselenggarakan oleh Pena 98, bekerjasama dengan Lembaga Kemahasiswaan seperti BEM dan Dema di masing-masing kampus, dan akan berlangsung dari 2 - 21 Mei 2018. Pameran foto ini menampilkan 300 lebih karya foto dari para mahasiswa lintas organisasi yang terlibat perjuangan gerakan reformasi 1998 serta wartawan pada saat itu.

Pada tanggal 2 Mei 2018 pukul 12.00 - Selesai di selenggarakan di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menggandeng Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Selain pameran foto, kegiatan refleksi 20 tahun reformasi ini juga akan menghadirkan  sesi diskusi, antara lain refleksi 20 tahun reformasi (5 Mei), gerakan buruh Pasca Reformasi ( 7 Mei), gerakan mahasiswa dari masa ke masa (9 Mei), ekonomi kerakyatan dari rezim ke rezim (11 Mei), media melawan hoaks (15 Mei), politik Indonesia pascareformasi (19 Mei), membangun kedaulatan energi pascareformasi (21 Mei).

Kordinator Panitia Agus Bintoro mengatakan bahwasannya adanya kegiatan ini mengingatkan kita pada peristiwa bersejarah 20 tahun silam. "Pameran foto ini mengingatkan sekaligus mengajarkan semua pihak atas sejarah terjadinya Reformasi 1998. Dua Puluh (20) tahun lalu hampir seluruh mahasiswa bergerak dengan tuntutan serupa, sebagai akumulasi kekecewaan terhadap pemerintahan Orde Baru yang bersikap tidak adil, sewenang-wenang terhadap seluruh lapisan rakyat Indonesia," beber Agus.

Gerakan Reformasi 1998 sesungguhnya tidak dapat dilihat pada saat Soeharto menyatakan mengundurkan diri tanggal 21 Mei 1998 saja, melainkan akumulasi perjuangan mahasiswa dan rakyat jauh hari sebelum tanggal tersebut.

Lebih jauh Agus membeberkan bahwasannya, "dalam pameran foto ini, mayoritas foto menampilkan aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dari berbagai kota, di Jakarta dan Yogyakarta. Ada pula beberapa foto yang menunjukkan aksi mahasiswa kala berhadapan dengan aparat kepolisian dan tentara, dan sebagainya, ucap Agus Bintoro yang juga ketua Dewan Pengurus Daerah Posko Perjuangan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD POSPERA DIY) ini. (rls/PEWARTAnews)


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website