Headlines News :
Home » , » Puisi dan Mudik

Puisi dan Mudik

Written By Pewarta News on Kamis, 31 Mei 2018 | 05.36

Eka Ilham, M.Si.
PEWARTAnews.com – Puisi adalah ungkapan kebahagian dan kebenaran yang mewakili setiap penulis dan penyair. Bagaimana puisi bukan hanya sekedar berkata kata namun puisi juga berpotensial untuk hadir secara filosofis. Kekuatan kata dan pilihan kata dapat mengena di hati, akan menancapkan memori kerinduan yang kuat. Kata-kata yang dipilih di ucapkan ataupun disampaikan dengan jujur, tulus, dan diniatkan sungguh-sungguh maka kata akan menjadi sugesti yang mampu mempengaruhi sikap dan prilaku. Sebuah kerinduan akan kampung halaman melahirkan tradisi mudik di saat bulan ramadhan tidak dapat dibendung lagi kerinduan itu. Melalui kata-kata melahirkan sebuah puisi yang hidup dengan diksi yang indah mewakili setiap doa-doa orang mudik yang berbunyi:

Doa-Doa Orang Mudik 

Semoga yang dalam perjalanan selamat sampai tujuan
Bertemu dengan ayah dan ibunya
Semoga yang dalam perjalanan bertemu kembali dengan saudara dan keluarga
Semoga yang dalam perjalanan meraih kemenangan
Semoga yang tertinggal di rantauan menitipkan doa dan rindu untuk semuanya

Bima, 3 Juli 2016


Dari Kumpulan Puisi Kesaksian

Kata 'mudik' bukan sesuatu yang asing di negeri ini. Mendengar kata mudik  akan tersemat sebuah makna kerinduan pada kampung halaman, silaturahim antara sanak saudara, keluarga, sahabat dan orang tua. Maka bukan suatu hal yang aneh jika negeri ini memiliki tradisi mudik. Mereka rela berdesak-desakan mengantri tiket, berpanas-panasan di jalan, perjalanan yang menghabiskan energi dan materi hanya untuk bertemu dengan keluarga di kampung halamannya. Betapa tradisi mudik telah mengakar di negeri ini, nyaris kebiasaan ini merupakan upacara kemenangan di bulan penuh berkah. Menghadapi fenomena ini, penyair memiliki cara sendiri dalam mengungkapkannya melalui puisi "doa-doa orang mudik". Apa yang dilakukan oleh penyair menulis puisi-puisi bertemakan tradisi mudik dan sebagainya yang berhubungan dengan bulan ramadhan, pada dasarnya merupakan cara ungkapan dari kebaikan di bulan penuh berkah ini. Semangat silaturahim di wakili melalui tradisi mudik yang akan terus menjadi budaya bagi bangsa ini. Di sinilah peran karya sastra berupa puisi sebagai alat ampuh untuk mengungkapkan kerinduan akan kampung halamannya. Dengan membaca puisi di atas dapat mengobati kerinduan terutama bagi saudara-saudara se imanku yang ada di tanah rantauan.


Penulis: Eka Ilham, M.Si.
Ketua Umum Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website