Headlines News :
Home » » Sekber Keistimewaan DIY Sikapi Tegas Kerusuhan Simpang 4 UIN Sunan Kalijaga

Sekber Keistimewaan DIY Sikapi Tegas Kerusuhan Simpang 4 UIN Sunan Kalijaga

Written By Pewarta News on Rabu, 02 Mei 2018 | 18.31

Suasana aparat Polisi depan UIN Sunan Kalijaga saat aksi May Day, 01/05/2018.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Menanggapi demonstrasi yang berakhir ricuh di simpang empat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berlangsung Selasa (1/5/2018) sore yang berujung pembakaran pos polisi dan sejumlah aksi vandalisme disikapi tegas oleh Sekber Keistimewaan DIY.

Mendengan isu yang dibawa sangat mengusik masyarakat DIY, terutama terkait vandalisme, Sekber Keistimewaan DIY pun langsung mendatangi lokasi. "Kami Sekber Keistimewaan DIY petang tadi langsung mendatangi lokasi dan melakukan pembersihan," ucap Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra.

Sekber Keistimewaan DIY juga menyayangkan dalam aksi tersebut ada ancaman persekusi terhadap Sultan Yogyakarta. "Kami langsung menyobek bagian baliho yang berisi tulisan bernada ancaman persekusi terhadap Sultan dan juga menutup dengan cat sebanyak 5 titik tulisan vandalisme bernada sama di tembok pagar UIN. Sobekan baliho kami simpan sebagai bukti jika diperlukan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut," beber Putra.

Terkait aksi rusuh yang belakangan diakui oleh PMII DIY ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut, Sekber Keistimewaan DIY menyampaikan 5 point penting yang menjadi sikap tegas Sekber Keistimewaan DIY.

Sikap pertama, Mengecam aksi demonstrasi sekelompok gerombolan liar yang membuat anarkisme di Yogyakarta. Sikap kedua, Meminta aparat kepolisian menindak para pelaku. Sikap ketika, Menyerukan kepada semua pihak untuk tidak membuat aksi-aksi provokatif yang mengoyak kerukunan dan kondusifitas kamtibmas di wilayah DIY. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada warga sekitar kampus UIN yang tanggap merespon aksi anarkisme gerombolan liar.

Sikap keempat, Sekber Keistimewaan DIY selalu siap menghadapi aksi-aksi sepihak yang menyerang duet kepemimpinan sah di DIY yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X. Sikap kelima, Menyerukan kepada masyarakat DIY tetap solid, golong gilig guyub rukun menjaga persatuan dan kesatuan, mengedepankan toleransi, dan tetap tunduk pada supremasi hukum. (rls/PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website