Headlines News :
Home » , » Soal Polemik Aksi May Day di Pertigaan UIN, Ini Sikap PMII DIY

Soal Polemik Aksi May Day di Pertigaan UIN, Ini Sikap PMII DIY

Written By Pewarta News on Selasa, 01 Mei 2018 | 14.48

Faizi Zain.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Menanggapi polemik massa aksi dalam rangka peringati hari buruh internasional 1 Mei 2018 yang terjadi di pertigaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Faizi Zain memberikan keterangannya secara kelembagaan. Selengkapnya seperti berikut dibawah ini:

Menyoal polemik massa aksi hari ini, Selasa 01 Mei 2018 yang dilakukan di pertigaan  UIN Sunan Kalijaga Jl. Laksda Adisucipto dalam rangka memperingati hari buruh sedunia, kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta perlu mengklarifikasi rentetan kabar yang beredar bahwa sebagai berikut;

1. Aksi ini adalah aksi aliansi/gabungan lintas gerakan yang tidak hanya beranggotakan PMII secara tunggal, tetapi terdiri dari berbagai unsur gerakan/organisasi lain yang tergabung dalam GERAM (Gerakan Aksi Satu Mei).
Diantarnya unsur gerakan tersebut ialah Fron Aksi Mahasiswa jogjakarta (FAM-J) yang dikordinatori saudara Mas’udi, PMII Komisariat Wahid Hasyim yang dikordinatori saudara Lutfhi, Aliansi Mahasiswa UJB yang dikordinatori saudara Talamun, Aliansi Mahasiswa Mercu Buana yang dikordinatori saudara Dedik, Aliansi Mahasiswa UIN yang dikordinatori saudara Habab, Aliansi Mahasiswa UCY yang dikordinatori saudara Miftah, Aliansi Mahasiswa UNY yang dikordinatori saudara Egis, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia yang dikordinatori saudara Alci, PMII Komisariat Pondok Sahabat UIN Sunan Kalijaga yang dikordinatori saudara Odent, LPM Ekspresi UNY yang dikordinatori saudara Fahrudin , LPM Himmah UII yang dikordinatori saudara Hasan, LPM Poros UAD yang dikordinatori saudara Ayan, LPM Journal Amikom yang dikordinatori saudara Bayu, GMNI UII yang dikordinatori saudara Ibnu, DEMA Fakultas Syaria’ah Dan Hukum yang dikordinatori saudara Lutfhi, PMII Komisariat Dewantara yang dikordinatori saudara Sayyid.

2. Sejak awal kita sepakat aksi ini adalah aksi damai (tanpa anarkisme).
3.Karena aksi ini adalah aksi gabungan, masing-masing koordinator/ketua organisasi bertanggungjawab terhadap masa aksi dari organisasinya masing-masing.

4. Koordinator Umum (Kordum) aksi telah melakukan intruksi kepada masing-masing koordinator/ketua masing-masing organisasi agar massa yang dibawa menjaga etika, tidak melanggar hukum, bersikap ramah dan santun ke masyarakat sekitar UIN dan para pengguna jalan raya, tidak melakukan hal anarkisme yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

5. Saat massa aksi diwakili Kordum hendak melakukan pernyataan sikap (bertanda akan berakhirnya aksi), tanpa sepengetahuan Kordum, masuk sekolompok orang dengan ciri-ciri berpakaian gelap (hitam), memakai jaket, penutup kepala serta penutup wajah, mereka tiba-tiba melakukan pengrusakan dan membakar pos polisi menggunakan bom molotov, melakukan vandalisme serta tindakan-tindakan anarkis lainnya yang memancing keributan dan merugikan.

6. Tindakan tersebut memprovokasi massa aksi lainnya dan menimbulkan reaksi keras masyarakat sekitar yang awalnya melihat jalannya aksi dengan damai, sehingga gesekan dengan masyarakat pun tidak bisa dihindari.

7. Setelah mengumpulkan serta berkoordinasi dengan kader-kader yang terlibat demontrasi, Saya sebagai Ketua PC PMII D.I.Yogyakarta menjamin bahwa pelaku tindakan anarkis dan vandalisme bukanlah dilakukan oleh kader PMII D.I.Yogyakarta

Demikin Surat klarifikasi ini dibuat secara sadar dan jelas untuk meluruskan rentetan kabar yang kurang objektif tentang insiden demontrasi yang terjadi pada peringatan hari buruh sedunia di pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

Yogyakarta, 02 Mei 2018
Tertanda
Faizi Zain
Ketua PC PMII D.I.Yogyakarta

(rls/PEWARTAnews)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website