Headlines News :
Home » » Terkait Maraknya Aksi Teroris di Berbagai Daerah, Ini Sikap LAKPESDAM PBNU

Terkait Maraknya Aksi Teroris di Berbagai Daerah, Ini Sikap LAKPESDAM PBNU

Written By Pewarta News on Senin, 14 Mei 2018 | 00.27

Ketua LAKPESDAM PBNU Rumadi Ahmad. Foto: nuonline.
Jakarta, PEWARTAnews.com -- Runutan peristiwa yang dilakukan teroris sungguh menghebohkan jagad nusantara akhir-akhir ini. Belum lama hilang dalam ingatan kita terkait peristiwa yang terjadi di Mako Brimob Depok, lalu peristiwa yang terjadi di beberapa Gereja di Surabaya, serta peristiwa yang terjadi di Rusunawa Sidoarjo.

Berkaitan dengan peristiwa-peristiwa teror diatas, juga juga mengusik Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM PBNU) memberikan sikap yang tegas terkait itu.

Dalam press rilisnya yang dibuat di Jakarta tertanggal 14 Mei 2018, Ketua LAKPESDAM PBNU Rumadi Ahmad mengutuk keras tindakan terorisme tersebut, sebagaimana uraian dibawah ini.

Pertama, Orang-orang yang pernah bergabung dengan ISIS di Syiria dan kini pulang ke Indonesia nyata-nyata sudah menjadi ancaman serius. Keberadaan mereka, cepat atau lambat, akan menjadi duri dan terus menjadi persoalan bagi bangsa Indonesia. Sementara itu, negara --terutama POLRI-- tidak bisa melakukan tindakan apapun karena tidak ada payung hukum yang secara efektif bisa menjerat mereka.

Kedua, Pengesahan revisi UU Terorisme yg memberi kewenangan kepada POLRI utk mengambil tindakan terhadap orang-orang yang nyata-nyata bergabung dengan organisasi terorisme menjadi sangat penting. Para politisi di DPR yg membahas revisi UU Terorisme harus lebih serius untuk menutup semua celah tumbuhnya terorisme, termasuk ujaran kebencian  di ruang publik yang bisa menjadi benih radikalisme dan terorisme.

Ketiga, Politisi DPR jangan menjadikan isu terorisme hanya sebagai dagangan politik elektoral, apalagi dikaitkan dengan kontestasi perebutan kekuasaan 2019. Mestinya semua elemen bangsa bersatu pada saat-saat seperti ini, bahu membahu untuk melawan terorisme. DPR harus lebih serius menyelesaikan revisi UU Terorisme.

Keempat, Kalau revisi UU terorisme di DPR tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat karena berbagai kepentingan yang ada di dalamnya, kami mendorong presiden agar mengeluarkan PERPPU agar persoalan-persoalan yang sangat mendesak dalam penanggulangan terorisme ada payung hukum. PERPPU menjadi jalan terakhir jika memang DPR tidak bisa diharapkan kinerja cepatnya dalam menyelesaikan revisi UU Terorisme.

Kelima, Mari kita tunjukkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yg kuat dan beradab. Kita tidak akan pernah tunduk pada kekuatan jahat terorisme. Islam adalah agama rahmatan lil alamin, bukan penebar teror dan kebencian.

(rls / PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website