Headlines News :
Home » , » Kekeliruan Gerakan Mahasiswa dalam Melakukan Advokasi terhadap Rakyat Miskin

Kekeliruan Gerakan Mahasiswa dalam Melakukan Advokasi terhadap Rakyat Miskin

Written By Pewarta News on Minggu, 03 Juni 2018 | 22.19

Muhaimin Deven. 
PEWARTAnews.com -- Sebagai gerakan mahasiswa yang sadar atas perjuangan rakyat, maka perlu ada persatuan dalam sektor mahasiswa dan rakyat, bukan memecahkan perjuangan rakyat dan menganggap bahwa setiap perjuangan rakyat masing-masing berbeda dalam kondisi rakyat konflik yang mereka alami.

Dalam kondisi konflik rakyat dewasa ini, jelas-jelas kita tau bersama bahwa musuh rakyat adalah sistem kapitalisme yang merampas ruang hidup rakyat, maka untuk menghancurkan sistem kapitalisme perlu ada persatuan rakyat, namun kondisi gerakan mahasiswa di Solo, dimana penggusuran yang dialami oleh rakyat jebres perlu ada persatuan sektor mahasiswa dan petani yang perlu kita bangun bersama untuk menolak segala bentuk perampasan ruang hidup rakyat.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Sukoharjo Melawan Racun (SAMAR)  mendatangi kawan-kawan gerakan di Kecamatan Jebres Kota Solo untuk menawarkan persatuan rakyat dan menyikapi bersama dalam penggusuran yang terjadi di Jebres Solo. Karena hanya persatuan yang perlu kita bangun bersama untuk melawan sistem kapitalisme yang terjadi dewasa ini. Kondisi yang terjadi, tawaran SAMAN tidak mendapatkan jawaban yang pasti, malah yang didapat jawaban yang sifatnya umum yakni akan ada pertemuan selanjutnya untuk membicarakan persatuan tersebut. Namun kenyataannya sampai hari ini SAMAN belum mendapatkan undangan atau pemberitahuan tentang akan diadakannya pertemuan tersebut.

Beberapa bulan lalu, tepatnya pada bulan April 2018, kawan-kawan dari gerakan mahasiswa yang selaku mengadvokasi rakyat Jebres melakukan aksi di kantor DPRD Surakarta tanpa melakukan konsolidasi sebagaimana kebiasaan yang harus dilakukan untuk menggalang persatuan rakyat dan kaum muda (untuk menyamakan persepsi sebelum aksi) dan atau melakukan kampanye poster untuk panggilan solidaritas dan bersatu dalam perjuangan rakyat. Namun hal itu tidak pernah dilakukan untuk membumingkan gerakan rakyat, inilah kegagalan dalam gerakan mahasiswa yang sadar atas perjuangan rakyat.

SAMAN-pun masih menunggu undangan dari kawan-kawan yang mengadvokasi di Jebres sebagaimana yang disepakati dalam pertemuan beberapa minggu lalu (April 2018), namun sampai sekarang belum ada konfirmasi atau informasi lanjut.

Kondisi ril yang dihadapi dalam perjuangan rakyat Solo Raya, dimana satu sisi di Jebres rakyat mengalami Penggusuran dan rakyat Sukoharjo mengalami racun yang diindikasi atau gugaan dilakukan oleh PT RUM.  Situasi ini, di sini lain kita tau bahwa musuh rakyat satu yaitu maraknya kapitalisme yang merampas ruang hidup rakyat atas modal mereka. Namun apa yang perlu kita lakukan bersama kalau bukan persatuan rakyat antara rakyat Sukoharjo dan Jebres? Tidak bisa kita menegasikan antara perjuangan rakyat Sukoharjo dan Jebres itu tidak bisa disatukan.

Kesalahan gerakan mahasiswa yang sadar akan perjuangan rakyat hari ini adalah tidak membangun persatuan rakyat dan memisahkan antara perjuangan rakyat. Sebagai gerakan mahasiswa yang sadar akan konflik yang dialami oleh rakyat dia harus membangun persatuan rakyat dan sektor mahasiswa. Antara perjuangan desa dan kota harus disatukan, bukan memisahkan antara perjuangan tersebut.

Bagaimana kita mampu memenangkan tanpa ada persatuan rakyat?

Kawan-kawan yang ada di Jebres harus tau bahwa perjuangan rakyat hari ini tidak bisa kita pisahkan, dan bagaimana kawan-kawan di Jebres harus sadar dan mengetahui bahwa kerja yang perlu dilakukan adalah membangun persatuan rakyat.

Kesalahan yang dilakukan oleh kawan-kawan dalam mengadvokasi rakyat yang dijebres adalah tidak melakukan propaganda untuk menjaring dukungan solidaritas dari individu-individu maupun organisasi pro demokrasi lainnya untuk menyikapi konflik perampasan lahan yang dialami oleh rakyat Jebres tersebut.

Melakukan kegiatan panggung rakyat sebagai ajang agitasi-propaganda adalah suatu hal yang bagus namun bagaimana kegiatan tersebut harus di isi dan diundang seluruh gerakan pro demokrasi sebagai ajang untuk persatuan bukan hanya mengundang kawan-kawan cipayung untuk mengisi kegiatan tersebut karena perjuangan bukan hanya milik cipayung atau gerakan pro-demokrasi saja, akan tetapi milik bersama namun bagaimana kita harus menyikapi bersama perjuangan rakyat dan membangun bersama kekuatan persatuan rakyat.


Penulis: Muhaimin Deven
Aktifis Pembebasan Yogyakarta
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website