Headlines News :
Home » » Mudik: Asli Kampung dari Kampung untuk Kampung

Mudik: Asli Kampung dari Kampung untuk Kampung

Written By Pewarta News on Minggu, 10 Juni 2018 | 05.23

Eka Ilham. 
PEWARTAnews.com -- Mudik merupakan tradisi masyarakat indonesia untuk pulang ke kampung halamannya yang setiap tahun menjelang idul fitri atau lebaran mengalami arus mudik yang sangat padat. Kembalinya para perantau dan masyarakat yang tinggal diperkotaan menuju kampung halamannya sangat massive sekali. Eksistensi mudik tidah terbantahkan lagi. Kegiatan mudik ini memiliki tujuan yang sangat mulia sekali yaitu memupuk dan menjalin semangat silaturahim dengan orang tua, keluarga, saudara, sahabat, dan lingkungan di kampungnya. Semangat mudik ini merupakan identitas yang muncul di setiap bulan ramadhan. Kerinduan akan kampung halaman merupakan salah satu alasan masyarakat indonesia untuk melaksanakan tradisi mudik.

Sejak zaman dulu tradisi mudik merupakan suatu hal yang sangat membahagiakan bagi masyarakat yang sebagian besar berasal dari asli kampung. Mereka kembali ke kampung halamannya karena mereka tahu berasal dari kampung dan kembali untuk kampung tanah kelahirannya. Tradisi mudik juga memunculkan berbagai macam kegiatan seperti buka puasa bersama, reuni sekolah SD, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi berbagai angkatan kerap kali di adakan untuk menyambung kembali kerinduan dan silaturahim yang cukup lama tidak terjalin setelah sekian lama. Tradisi mudik merupakan jembatan dari pertemuan-pertemuan tersebut.

Mudik juga memberikan energi baru bagi para pemudik untuk lebih bersemangat untuk bekerja setelah mereka pulang dari kampung halamannya. Bagi-bagi THR atau tunjangan hari raya merupakan ciri khas dari tradisi mudik setelah sekian lama mengumpulkan pundi-pundi uang di ibu kota baik yang bekerja di pemerintah dan swasta, pada hari kemenangan Idul Fitri menjadi momen terbaik untuk saling berbagi antar sesama. Kami datang untuk sesuatu yang hilang yaitu sebuah kerinduan akan kampung halaman tanah kelahirannya. Tradisi mudik juga merupakan jalan untuk berziarah ke kuburan orang tua, keluarga dan sahabat. Eksistensi mudik merupakan tradisi yang tidak akan pernah hilang terutama pada setiap hari lebaran. Aktivitas arus mudik dan arus balik akan menjadi pemandangan yang padat kita lihat sepanjang perjalalanan baik darat, laut dan udara.

Selama kita masih memiliki kampung halaman tentunya tidak akan pernah hilang tradisi mudik ini. Mudik juga memberikan kesempatan juga untuk memperatkan hubungan yang lama tidak tersambung lagi. Di hari kemenangan Idul Fitri persaudaran sangat erat sekali. Mudik bukan hanya sekedar mununjukkan eksistensi bahwa mereka telah berhasil di perantuan secara material dan non material namun lebih pada kita coba menunjukkan bahwa kita asli kampung dari kampung dan untuk kampung dalam suatu bingkai semangat silaturahim.


Penulis: Eka Ilham, M.Si.
Ketua Umum Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website