Headlines News :
Home » » Pendidikan yang Idialisme Kritik dan Militan

Pendidikan yang Idialisme Kritik dan Militan

Written By Pewarta News on Jumat, 08 Juni 2018 | 08.37

Fen Yasin Arfan. 
PEWARTAnews.com -- Kondisi bangsa dalam pandangan penulis, saat ini pendidikan dijadikan praktisi politik oleh kekuasaan, yang terjadi tidak lagi sesuai harapan masyarakat Indonesia dan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 45). Akibatnya, pendidikan menjadi permainan oknum politisi yang berkuasa.

Berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan masih kurang jelas dalam penerapan sistem yang dipakai, hal inilah yang penulis ragukan bahwa pemerintah telah mengabaikan kepentingan rakyat terkait pendidikan.

Bagaimana kita memandang dan menyelesaikan permasalahan tersebut, seringkali mencerminkan pandangan filosofi kita. Peraturan dan prosedur yang digunakan sekolah untuk menyelesaikan masalah dalam pendidikan seringkali juga mencerminkan filsafat yang mendasarinya. Harapannya, dengan mempelajari berbagai aliran filsafat pendidikan, kita dapat mengembangkan pandangan kita dalam memandang semua permasalahan di bidang pendidikan. Plato adalah generasi awal yang telah membangun prinsip-prinsip idealisme kritik dalam pendidikan yang berbasis pendidikan kapitalisme. Hal tersebut tidak lagi menjadi pendidikan yang sesuai dengan harapan generasi muda Indonesia, tidak lagi sesuai dengan nilai yang terkandung dalam GBHN dan UUD 1945.

Konsep dasar aliran idealisme dalam pendidikan karakter militan dunia pendidikan dewasa ini telah beda dengan apa yang di harapkan masyarakat. Menurut penulis, paham idealisme pendidikan yang sesungguhnya nyata adalah ruh, mental atau jiwa. Alam semesta ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada manusia yang punya kecerdasan dan kesadaran atas keberadaannya. Materi apapun ada karena di rasakan dengan panca indra dan dipersepsikan oleh otak manusia. Inilah muncul kecerdasan yang biasa dikenal dengan kecerdasan IQ.

Penulis berharap, pendidikan sekarang bisa di jamin oleh negara sesuai dengan amanah UU Sisdiknas dan UUD 1945. Apabila tidak, maka akan muncul hal-hal yang merusak generasi intelektual yang ingin menjadi kader umat dan kader bangsa Indonesia.

Upaya yang perlu kita lakukan sesungguhnya sudah ada dalam jiwa setiap insan yang berjiwa pendidik. Tugas pendidik adalah membuat pengetahuan yang tersimpan dalam hati menjadi kesadaran. Para pendidik berusaha agar murid mencapai keadaan dalam kesempurnaannya. Hal ini diharapkan untuk menjadi manusia sempurna dan memiliki idealisme kritik dan militan dalam seperangkat kurikulum pendidikan sekarang.

Semua orang berhak mendapatkan pegetahuan dalam dunia pendidikan, karna itu sudah diamanahkan konstitusi bangsa Indonesia. Sehingga seluruh masyarakat berhak mengenyam dulia pendidikan (sekolah). Meski demikian, tidak setiap orang mempunyai kemampuan intelektual yang sama, yang belum cerdas perlu mendapatkan tantangan dan didikan yang lebih dari guru. Karena sesungguhnya tujuan pembelajaran adalah memupuk kreatifitas.

Banyak hal yang menjadi pengaruh idealisme di dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Kita semua, terutama pendidik menjadi agen penting dalam menolong siswa untuk mengembangkan potensinya yang di hadapkan dengan pertentangan dengan materialisme. Idealisme menurut ilmu sosial adalah doktrin bahwa ciri-ciri dasar kehidupan sosial maupun kemasyarakatan, kemanusiaan dan kesadaran kita sebagai pengajar merupakan hasil dari sifat dasar pemikiran dan ide manusia. Sedangkan materialisme menurut ilmu sosial merupakan cara pandang bahwa keadaan dasar kehidupan sosial berasal dari "kondisi material kehidupan sosial", seperti ekonomi, lingkungan dan fisik.

Wajah pendidikan di Indonesia tak lagi seperti yang diharapkan oleh rakyat Indonesia yang sebenarnya adalah tanggung jawab moral bangsa Indonesia dan UUD 1945.

Semoga bermanfaat untuk para kader-kader FIMNY, pejuang pendidikan dan seluruh lapisan masyarakat.


Penulis: Fen Yasin Arfan
(Senior FIMNY / Pengurus PP Pemuda Muhammadiyah)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website