Headlines News :
Home » » Refleksi 1 Juni

Refleksi 1 Juni

Written By Pewarta News on Jumat, 01 Juni 2018 | 11.52

Lahirnya Pancasila.
PEWARTAnews.com -- Indonesia boleh terkesan seperti kapal tua, tapi Pancasila tetap awet muda. Mengalir dan berhembus dengan tetap menjaga cita rasanya.

Pancasila sebagai pijakan kerap kali berusaha diganti, dihakimi kesana kemari. Tetap kokoh dan setia menopang tubuh besar bernama Indonesia.

Pancasila lahir dari rahim harapan
Pancasila lahir dari rahim kerinduan.

Harapan dan kerinduan untuk tetap merdeka dan berdaulat.

Pancasila ingin dirubuhkan oleh segelintir orang yang terlalu munafik menolak mengakui bahwa Negeri Pancasila telah ikhlas menampung mereka.

Pancasila Lahir dan berkembang sebagai saksi betapa yang kontra hanyalah berujung menjadi "Barisan buang-buang tenaga".

Meski kerap dicaci kesana-kemari oleh mereka yang secara nyata menikmati 'kedahsyatan'nya, Pancasila tetap mengulurkan tangan dari kejauhan.

Pancasila tak muncul tiba-tiba.
Ia lahir dari perbedaan.

Ia hadir atas dasar keberagaman. Ada keringat dan darah yang mengiringi kelahirannya.

Ada rintihan dan air mata yang menemani proses lahirnya. Menjaga, dan merawatnya tak bisa hanya sekedar euphoria.

Pejuang Bangsa telah memberi kita Pancasila. Lalu, kita sudah memberi apa?


Jakarta, 1 Juni 2018
Penulis: Rio Ramabaskara, S.H., M.H.
Alumni Pascasarjana FH UII / Pemuda Asal Dompu NTB
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website