Headlines News :
Home » » Merenungi Momentum Perayaan Satu Syawal 1439 H

Merenungi Momentum Perayaan Satu Syawal 1439 H

Written By Pewarta News on Jumat, 15 Juni 2018 | 05.23

PEWARTAnews.com -- Umat muslim Indonesia baru saja merayakan hari kemenangannya di bulan ramadhan pada 1 Syawal 1439 H yang jatuhnya bersamaan dengan hari Jum'at, 15 Juni 2018 M. Hari kemenangan ini oleh umat muslim dianggap sebagai hari kembali fitrahnya umat manusia berdasarkan literatur umat Islam yang di dalamnya telah dijanjikan oleh Allah setelah satu bulan penuh menjalankan perintah-Nya berupa puasa dan ibadah wajib serta sunah lainnya dalam bulan ramadhan.

Momentum ini tidak ada satu orang pun yang tidak merasa bahagia atas kehadiran 1 Syawal, apabila dilihat dari esensinya oleh mereka yang telah menganggap dan meyakininya dengan penuh keyakinan. Betapa bahagiannya mereka dalam menyambut hari itu. Kebahagiaan tersebut, terkadang tidak terbendungi. Hal demikian terjadi, bukan karena mereka dapat bertemu, bersilaturrahmi, dan berkumpul bersama keluargannya saja, melainkan puncak pengorbanan dan jihatnya dalam memerangi hawa nafsunya untuk membentengi diri dari berbagai hal yang dapat mengurangi ridha-Nya dalam prosesi ibadah puasa telah berhasil ia maksimalkan.

Pemahaman satu Syawal itu sebenarnya bukan satu-satunya momentum untuk saling berjabat tangan ataupun menelpon dalam rangka meraih pengguguran atas kekhilafan atau salah dan dosa yang telah diperbuat terhadap sesama manusia yang terlanjur terlampiaskan terhadap tindakan asbab dari munculnya kesalahan atau dosa terhadap mereka. Tetapi, tindakan yang sebenarnya bahwa kekeliruan dan dosa, baik yang disengaja maupun tidak, itu lazimnya tidak menunggu momen tahunan, melainkan kapan waktu dari tindakan yang menyakitkan atau mengganggu perasaan itu terjadi. Baiknya adalah ketika kita langsung merendahkan ego untuk meraih secepat mungkin permaafan dari mereka. Hal demikian harus menjadi perhatian serius bagi kita, sebab ajal yang menjemput tidak pernah ada yang tahu, apakah masih dalam hitungan tahun, bulan, minggu, maupun hari kehadirannya dalam menjemput diri kita. Sebaliknya, akan menjadi aneh apabila, khilaf dan dosa itu diundur-undur sampai berminggu-mimggu atau berbulan-bulan. Pertanyaannya, apakah kita mengetahui jadwal penjemputan oleh malaikat pencabut nyawa?

Tetapi, karena satu Syawal sudah menjadi tradisi umat Islam Indonesia, maka tidak mengapa hal maaf-memaafkan itu dilangsungkan, yang terpenting bagi kita, tidak menjadikan tradisi tahunan untuk menggugurkan salah atau khilaf kita terhadap sesama muslim atau manusia secara umum. Mari, kita sama-sama menyadari bahwa satu Syawal, bukanlah semata untuk meraih pemaafan, melainkan pada saat ini adalah penuh dengan ucapan selamat antarsesama muslim bahwa kemenangan telah diraih olehnya sebagai puncak dari satu bulan penuh atas puasa dan amal ibadah lain yang telah dimaksimalkannya dengan mengikuti prosedur dari Allah dan Rasulullah.

Mari kita saling memaafkan antar satu sama lain, dengan tidak lagi ada kerikil pengganjal satu pun dalam diri kita sehingga peluang kesucian bagi saudara-saudara kita sangat terbuka. Kemudian, tidak lupa juga bagi kita, dari kebiasaan yang baik-baik pada prosesi puasa kita yang baru saja kita lewati, untuk kita terus menjaga dan bila mungkin dan sanggup, kita tingkatkan hal itu, seperti bacaan Qur'an, salat taraweh (salat malam/tahajud), sedekah, infak, dan senang berbagi antarsesama.

Akhirnya, semoga Allah meridhai semua amal ibadah yang kita jalankan mulai dari awal sampai akhir ramadhan dan kefitrahan yang dijanjikan mudah-mudahan dapat kita raih sebagai salah satu hadiah dari-Nya (Bagi yang sungguh-sunggu menjalankan ibadah puasannya). Mari, kita sama-sama tingkatkan amal ibadah kita kemudian kita berharap agar bulan ramadhan berikutnya kembali bertemu lagi dengan kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Semoga Kita Kembali Fitrah.


Penulis: Saharudin, S.Pd., M.Pd.I.
Dosen STIE Muhammadiyah Berau / Dosen STIT Muhammadiyah Berau / Dosen STIPER BERAU / Pemuda Asal Bima NTB / saharudin.yuas178@gmail.com
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website