Headlines News :
Home » , » Demokrasi: Kedaulatan Ada di Tangan Allah SWT

Demokrasi: Kedaulatan Ada di Tangan Allah SWT

Written By Pewarta News on Minggu, 01 Juli 2018 | 00.55

PEWARTAnews.com -- Demokrasi dalam pandangan masyarakat Indonesia sebagian besar ada di tangan rakyat. Adigium suara rakyat di tangan tuhan dan dari rakyat untuk rakyat adalah cerminan demokrasi yang menjadi kalimat sakti bagi para politisi yang terlibat langsung dalam proses pilkada gubernur, bupati, walikota. Begitupun dalam tingkat demokrasi pemilihan legistatif dan pemilihan presiden. Suara rakyat adalah suara tuhan yang menjadikan dalam setiap keputusan, nasib dan takdir sesorang dalam proses di atas ada di tangan rakyat. Uji strategi dan kemampuan figur dan tim sukses dalam mengambil hati rakyat untuk meyakinkan pilihannya merupakan yang terbaik adalah modal utama bagi para figur untuk memenangkan pertarungannya.

Visi dan misi calon menjadi alat instrumen untuk meyakinkan rakyat bahwa inilah yang akan dilaksanakan ketika sudah terpilih nanti. Namun dalam proses demokrasi acap kali calon, timses, bahkan oknum rakyat itu sendiri melakukan hal-hal yang menodai proses demokrasi itu sendiri. Peran opini atau isu yang bersliweran di berbagai dunia maya dan real masyarakatnya menjadi catatan dalam proses demokrasi di Indonesia baik di tingkat pusat sampai ke daerah. Gerakan-gerakan 'black campain' atau menghancurkan pihak lawan menjadi salah satu warna yang nampak dalam pemilihan gubernur, bupati, walikota, dan presiden. Berita hoaks yang sengaja diciptakan dan dibenturkan oleh kepentingan partai, kelompok tertentu dan pribadi telah merusak tatanan dalam proses demokrasi di indonesia.

Tahun ini pemilihan pilkada serentak di berbagai daerah Indonesia telah selesai di laksanakan pada hari Rabu, 27 Juni 2018. Hasil pemenangnya melalui versi Quick Qouent lembaga survei telah di ketahui pemenangnya. Salim klaim kemenangan menjadi warna tersendiri namun kita tunggu hasil penghitungan KPU di setiap daerah dan ketetapan dari Allah SWT yang memberikan kewenangan sebesarnya untuk menjadi pemimpin bagi rakyatnya. Semuanya sudah menjadi ketentuanNya dan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.

Dalam geliat proses demokrasi tersebut sesungguhnya yang harus tertanam pada setiap pribadi manusia sebagai ulil amri dan khalifah di dunia ini ketetapan dari Allah SWT menjadi suara tertinggi di setiap proses manusia. Manusia hanya bisa berusaha atas ikhtiar yang di inginkan, namun kesemuanya itu kembali ketetapan Allah SWT termasuk dalam pandangan Islam tentang demokrasi. Ketentuan dan ketetapan dari Allah SWT menjadi pondasi dasar dan mindset kita dalam menentukan langkah dan sikap kita dalam meyakinkan rakyat untuk memilih setiap pemimpin dan wakil rakyat merupakan ketetapan Allah SWT. Segala upaya dan usaha sudah di gariskan oleh Allah SWT akan menjadi apa kita ini. Pada prinsipnya setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin bagi diri sendiri, keluarga, kelompok, masyarakat, bangsa dan negaranya. Ketika kita meyakini 100 % ketetapan demokrasi itu dari Allah SWT maka kita siap menerima sebuah kekalahan dan kemenangan dalam proses demokrasi ini. Sesungguhnya apa yang kita alami saat ini. Problem kebangsaan dan demokrasi ini kalaupun kita kembali meyakini bahwa segala sesuatu itu kembali ke Allah SWT maka dari itu kita harus taat kepada ketentuan Allah SWT. Kun Fayakun, jadi maka jadilah. Makna dari itu semua manusia hanya bisa berusaha namun ketetapan-Nya menjadi ketentuan akhir dari segala upaya.


Penulis: Eka Ilham, M.Si.
Ketua Umum Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website