Headlines News :
Home » , » Hal Penting untuk Anak yang Luput dari Perhatian sebagian Orangtua

Hal Penting untuk Anak yang Luput dari Perhatian sebagian Orangtua

Written By Pewarta News on Senin, 02 Juli 2018 | 22.59

PEWARTAnews.com -- Menafkahi, mendidik, mengayomi, dan memberi teladan kepada anak, sudah menjadi kewajiban bagi Orang tua sebagai bentuk pertanggungjawaban di dunia dan di akhirat kelak. Pertanggungjawaban itu tidak bisa luput dari kita mulai dari dalam perut ibunya sampai dia sudah menemukan jodohnya dan kita mengesahkannya, bahkan sebagian dari kewajiban di atas, masihlah melekat pada kita sebagai orang tua, artinya walaupun pada kenyataan secara agama (Islam) bahwa anak kita setelah ijab dan kabul, maka sama halnya dengan menyerahkan sang anak untuk dinafkahi, dididik, dipelihara, diayomi, dan diteladankan oleh orang yang menjadi pilihan pasangan hidupnya tentang segala sesuatu yang bersifat duniawi dan ukhrawi.

Selain tugas-tugas di atas, ada hal lain, yang oleh sebagian orangtua mengabaikannya, padahal itu merupakan salah satu yang mendukung tentang kebutuhan perasaan dan rasa bahagianya di masa umur sekitar 1,5 tahun sampai sekitar usia 6 tahun. Penyataan demikian, terpancar dari ekspresi dari raut dan tindakan mereka setelah berada pada objek yang kita pilihkan. Meskipun itu, bukan menjadi kewajiban bagi kita, tetapi demi kebahagiaan di masa usianya seperti yang sudah digariskan di atas, sifatnya cukuplah menunjang bagi dirinya sehingga tidaklah terkesan seperti yang biasa dilontarkan oleh sebagian orang menyatakan "kurang bahagia di masa kecil", walaupun demikian hanyalah pernyataan lelucon terhadap usia remaja atau dewasa yang mungkin menunggangi patung-patung hewan atau bermain kuda-kudaan yang kebetulan terlihat oleh teman-teman sejawatnya.

Tindakan itu adalah mengajak dia untuk bermain atau menemaninya di tempat-tempat bermain yang layak dan sesuai dengan usianya. Seperti usia yang dikisarkan di atas, berdasarkan pengamatan dan atau pengalaman penulis, maka tempat yang dianggap cocok adalah, taman-taman mainan anak yang di dalamnya terdapat patung-patung buatan dari berbagai jenis hewan atau satwa yang bisa ditunggangi atau hanya sekadar ia berdiri di sampingnya sambil dia memegang atau merabanya, terlebih lagi ditunjang dengan pandangan yang asri dari berbagai pepohonan, dan bunga-bunga yang ditata rapi serta tempat yang agak luas beralaskan rerumputan yang terus-menerus dipelihara demi kenyaman pengunjung taman, yakni taman-taman seperti yang disiaplan oleh pemerintah kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat. Selain daripada itu, bisa juga diarahkan pada taman-taman buatan yang dikelola swasta yang apabila memasukinya menggunakan tiket dengan nominal yang bervariasi bergantung sungguh dari kapasitas dan kekayaan akan isi taman tersebut.

Kemudian, dapat juga di ajak pada tempat yang memang terdapat wahana permainan, hewan-hewan atau satwa yang asli, tetapi jangan sampai terlalu mendekati tempat satwa tersebut, terutama terhadap binatang-binatang buas, apalagi berbadan besar dan bersuara besar meskipun pada tempat yang sudah dipagari atau dikurung karena bisa saja anak-anak kita merasa ketakutan dikarenakan mungkin berbagai kondisi tubuh dan psikis yang bervariatif bahkan bisa mengakibatkan rasa trauma walaupun tidak juga bisa dipungkiri ada kalanya anak usia 1,5 sampai 6 tahun itu sebagai pemberani dan bahkan berkeinginan menunggangi hewan-hewan atau satwa tersebut.

Mengapa perlu ada perhatian kita mengajak ke taman bermain atau tempat satwa yang ditunjang dengan taman-taman yang penuh dengan bunga dan pepohonan yang penuh kehijauan dan beralaskan rerumputan yang terus-menerus dipelihara?

Menurut Penulis, ada beberapa hal akan dialami dan dirasakan langsung oleh anak kita, baik laki-laki maupun perempuan.

Pertama, rasa nyaman yang terlihat pada rautnya karena dia melihat pemandangan lain dari yang pernah dilihat di rumah dan sekitarnya. Tentu saja, anak kita kegirangan karena tempat yang dianggap beda luas dan bervariasi isinya. Efeknya adalah suasana yang nyaman dan anak kita akan lebih leluasa berlari dan berkeliling mengitari luasnya taman. Di samping itu, mereka akan lebih leluasa merenggangkan otot-ototnya dengan berlari-lari menuju tumbuh-tumbuhan, pepohonan, dan patung hewan serta wahana permainan. Dari itu, tumpukan atau sisa-sisa makanan dalam bentuk cairan yang tidak dimanfaatkan lagi oleh tubuh, dapat dengan sendirinya keluar melalui saluran-saluran atau pori-pori dalam bentuk keringat. Pada akhirnya, secara perasaan dan kondisi badannya akan dirasakan nyaman, sepeti halnya kita yang dewasa selesai berolah raga dan mandi usai olah raga tersebut.

Kedua, rasa bahagia dikarenakan melihat wahana permainan, patung-patung satwa atau dalam bentuk aslinya, serta melihat banyaknya teman-teman sebayanya yang ada pada saat itu. Dari rasa itu, tentu akan lebih memotivasi lagi dirinya dengan memacu keingintahuannya terhadap apa yang dilihat dan diraba olehnya, apalagi sambil kita memberitahu dan menjelaskannya. Belum lagi, rasa ingin bermain bersama teman sebaya dengan mendatangi seakan sudah pernah mengenal sebelumnya kemudian mengajaknya bermain secara langsung melalui tindakan nyata. Pada akhirnya, dia dengan sendirinya menanamkan sifat sosial seakan kembali mengingatkan kita untuk terus bersilaturrahim dan memperbanyak kawan serta tidak memandang siapa dan orang mana.

Ketiga, memacu kepekatan matanya terhadap warna, baik dari bunga, pepohonan, dan rerumputan yang ada di sekitar tempat ia bermain. Efek yang akan didapatkannya, seperti pandangan dari Psikologi warna bahwa dengan melihatnya akan menyehatkan mata. "Maka, mulailah dengan mengucap bismillah dan lihatlah keindahan pemandangan tumbuhan-tumbuhan hijau disekitar Anda yang mana tanpa sengaja, hal itu selain bisa membuat Anda senang, itu juga dapat membuat mata Anda sehat, menghilagkan stres, dan juga membuat fikiran menjadi santai (Mishba7 blog).

Keempat, merangsang otaknya untuk terus bekerja. Dengan banyaknya hal yang berbeda dari yang ia lihat, tentu matanya akan terus memanah objek-objek yang ada, apalagi bentuk pepohonan yang bervariasi, baik dari ukuran tinggi, besar, dan warna pepohonan tersebut. Kemudian dari patung satwa atau bentuk yang asli, dilihatnya berbagai bentuk, jenis, warna, dan ukurannya. Ini semua sudah pasti membuat otaknya harus memroses semua dari berbagai yang dilihat. Ditambah lagi otak mereka masih banyak yang kosong, maka akan tambah memacunya. Di sinilah, si anak akan terus berpikir dari berbagai apa yang dilihatnya yang kemudian secara otomatis, otaknya akan terus bekerja, menghadirkan referensi baginya yang akan ia interpretasikan ketika ia besar nanti, atau setidak-tidaknya yang ia akan dapatkan di masanya adalah nama atau identitas dari yang dilihatnya atas informasi yang diberitahukan pada saat kita mendampinginya. Hukum kausalitasnya adalah banyak yang dilihat, dibaca, dan didengar, tentu banyak yang menjadi referensi untuk diproduksi melalui verbal maupun tangan kita.

Dengan demikian, perbanyaklah mengajak anak kita pada usia 1,5 sampai 6 tahun bahkan sampai ia sebelum usia 13 tahun, ke tempat-tempat yang baginya adalah baru dan penuh fasilitas, baik dari mainan, satwa (patung atau asli, bunga-bunga, rerumputan, dan pepohonan yang banyak dan rindang. Maka, Insya Allah anak kita akan tumbuh dengan penuh semangat, sehat matanya dari berbagai warna yang ia lihat dan sehat tubuhnya dari udara segar yang ia hirup serta banyak pengalaman dan atau pengetahuannya dari yang ia peroleh di sekitar tempat yang dia datangi.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website