Headlines News :
Home » » Motivasi Menyelesaikan Skripsi Bagi Mahasiswa

Motivasi Menyelesaikan Skripsi Bagi Mahasiswa

Written By Pewarta News on Selasa, 31 Juli 2018 | 06.31

Mukaromah Zain.
PEWARTAnews.com -- Skripsi merupakan salah satu prasyarat akademik yang harus dikerjakan oleh mahasiswa guna meyelesaikan studi di jenjang S1-nya. Di kampus-kampus tertentu skripsi dikenal dengan tugas akhir/laporan kerja akhir. Sistem dan tata caranya hampir sama dengan skripsi, yakni memakai kaidah karya tulis ilmiah. Seberat dan sesulit apapun “skripsi dan atau tugas akhir” haruslah diselesaikan karena itu merupakan salah satu persyaratan kelulusan bagi mahasiswa. Upaya dalam proses penyelesaian tersebut, mahasiswa mempunyai berbagai macam alasan dan atau motivasi, yakni sebagaimana penulis uraikan dibawah ini.

Pertama, Tuntutan Waktu Kuliah
Dibeberapa kampus dibatasi waktu maksimal kuliah adalah 14 semester (7 tahun bisa berubah-ubah seiring dengan kebijakan masing-masing kampus). Jika dalam kurun waktu yang telah ditetapkan belum dapat lulus, maka pihak kampus akan men-DO mahasiswa yang bersangkutan. Atas dasar inilah, biasanya mahasiswa ingin lulus tepat waktu, setidaknya tidak lebih dari 8 semester / 4 tahun.

Kedua, Tuntutan dan Perjanjian Beasiswa
Ada berbagai macam beasiswa bagi mahasiswa S1. Ada CSSMoRA, bidikmisi, Tahfidzul Qur’an, mahasiswa berprestasi, Beasiswa akademik dan non akademik, Besasiswa Djarum, Beasiswa Orbit, dan lain-lain. Beasiswa tersebut menetapkan kurun waktu tertentu. Seperti misalnya Beasiswa CSSMoRA, Bidikmisi dan tahfidzul Qur’an 30 juz biasanya memberikan beasiswa selama 4 tahun. Selebihnya biaya ditanggung sendiri. Hal ini berarti, mahasiswa penerima beasiswa tersebut harus betul-betul bertanggungjawab dalam mengemban amanah akademik yakni “lulus tepat waktu” paling tidak 8 semester/4 tahun.

Ketiga, Ingin menjadi Lulusan Tercepat dan Terbaik di Fakultas Masing-Masing
Biasanya pola pikir (mind set) seperti ini dimiliki oleh mahasiswa yang bertipe akademis. Bagi kalangan aktivis, terkadang tidak begitu meng-impikannya alias biasa-biasa saja. Di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga sendiri pun saling berkompetisi antar jurusan/prodi untuk memperebutkan kursi tercepat dan terbaik. Ada PAI, PBA, MPI, PGMI dan PIAUD. Masing-masing saling berlomba-lomba untuk memperebutkan kursi mahasiswa tercepat.

Keempat, Tuntutan Orangtua dan Institusi
Biasanya yang berada dalam level ini ialah orang-orang yang dibiayai oleh orangtuanya sedang disisi lain masih mempunyai banyak tanggungan (adik yang masih sekolah), sehingga membutuhkan biaya yang sangat banyak. Atas dasar itulah, si orangtua menginginkan agar anaknya cepat lulus dan segera mencari kerja. Adapun tuntutan institusi ialah, mahasiswa yang dibiayai oleh sekolah/institusi tertentu untuk melanjutkan studi. Selain itu, ada pula mahasiswa yang menjadikan (nomor 4) ini sebagai cambuk motivasi untuk menyelesaikan skripsi. Bukan karena gelar, tapi karena ingin membahagiakan orangtuanya.

Kelima, Karena Gelar dan Karier
Sudah menjadi hal yang biasa ketika pendidikan dijadikan suatu alat untuk mencari “nama”. Biasanya, hal ini termindset oleh materi, untuk melamar suatu pekerjaan tertentu, dibutuhkan gelar ini ini ini. Selain karena karier yang juga mengharuskan “gelar akademik”, ada pula mahasiswa yang gengsi dan ingin dibelakang namanya ada embel-embel akademik, seperti misalnya Maulana, S.Pd. Apalagi sekarang ada penyetaraan gelar antara kampus umum dan kampus Islam. Di Tarbiyah misalnya, dulu alumni tahun 2014 masih menggunakan S.Pd.I, namun sejak tahun 2015 berganti menjadi S.Pd. Begitu pula di Syariah jurusan Muamalat dan atau hukum gelarnya bukan S.H.I namun S.H. Keren ya. Sehingga tidak ada perbedaan yang mencolok terkait dengan gelar akademik kampus Islam maupun umum.

Keenam, Karena Sudah ditunggu oleh seseorang (life-partner-nya)
Ini biasanya yang mahasiswi. Lulus S1 dapat double ijazah. Pertama adalah Ijazah S1, dan yang kedua adalah IJAB-sah. Ada pula mahasiswi yang sudah mempunyai calon (tunangan) ditengah-tengan semester 6 atau 7 dan karena si pria ingin segera menikahi-nya, maka ia bantu untuk menyelesaikan skripsi agar segera lulus. Pengalaman penulis juga, biasanya si laki-laki nggak mau nunggu. Si cewek juga kadang begitu, baperan. Ingin banget wisuda ada yang “menemani dan membawakan bunga” sambil bilang dek, selamat ya. Kamu berhasil menyelesaikan tahap pertama untuk menjadi istriku. Wkwkwkwk, jangan bangga dulu dek. Masih ada tahap yang harus kamu selesaikan, mas siap nunggu kok. Hahaha, saya aja belum tau besok ada yang nemeni saya atau enggak. Wkwkwk.

Ketujuh, Sebagai Salah Satu Prasyarat untuk Menikah dan atau Menikahi Seseorang
Biasanya ini cowok/mahasiswa. Upaya untuk menjadi menantu seseorang, dia diharuskan menyelesaikan studinya terlebih dahulu baru kemudian mencari kerja dan dibolehkan untuk memboyong putrinya.

Delapan, Sudah tidak Mau Mikir Lagi alias Mentok
Hal-hal seperti inilah yang dirasakan oleh mahasiswa yang lebih suka kerja fisik daripada otak. Mereka termindset kuliah itu hanya menghabiskan biaya. Maka dari itu, salah satu caranya adalah segera menggarap skripsi.

Sembilan, Bebas dari Biaya Kuliah
Bisa dibayangkan mahasiswa mandiri yang tidak bergantung kepada orangtuanya. Ingin segera lulus agar tidak membuang-buang uang. Di otak mahasiswa yang aktif dan kritis, mereka memaknai pendidikan sebagai alat kapitalisme. Namun didalam otak santri yang namanya luru ngilmu/sekolah pastilah membutuhkan biaya dan juga bekal. Sebagaimana dalam syair ala-ala.

Kesepuluh, Ingin segera Pulang ke Kampung Halaman
Mahasiswa tipe ini ialah mereka yang sudah digadang-gadang oleh pamong masyarakat tempat tinggalnya untuk diberi amanah mengembangkan sumber daya di daerahnya serta untuk membangun desanya. Sehingga, ada tanggungjawab dan beban moral yang dimiliki mahasiswa yang bersangkutan agar segera menyelesaikan skripsi. Selain itu, bisa juga karena sudah ditunggu-tunggu oleh orangtuanya untuk berkarier dan atau menikah dengan orang yang sudah menunggu di daerahnya.

Kesebelas, Ingin Segera Lanjut S2 dan Kemudian Menikah, Sehingga tidak Mau Terlalu Lama di S1
Mahasiswa tipe ini adalah mereka yang apa-apa di target. Dari mulai lulus kuliah, kerja, lanjut studi dan juga menikah. Hal itu dikarenakan agar senantiasa ingat waktu dan memanfaatkan-nya dengan baik. Baik dari segi pendidikan, karier maupun jodoh.

Kalian yang mana? Menurut kalian, saya termasuk yang nomor berapa? Tebak!


Penulis: S. Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website