Headlines News :
Home » » Pak Jokowi 2 Periode? Why Not?

Pak Jokowi 2 Periode? Why Not?

Written By Pewarta News on Sabtu, 21 Juli 2018 | 06.55

PEWARTAnews.com -- Presiden RI yang ke 7 bernama Ir Joko Widodo. Seorang tokoh sederhana dari Solo. Penulis pikir beliau tidak pernah merencanakan sebelumnya, bahkan penulis pikir bermimpi untuk menjadi Presiden pun beliau tidak pernah. Diawali karirnya menjadi seorang walikota Solo. Kemudian di gadang-gadang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Belum genap 2 tahun duduk menjadi Gubernur, kemudian bim sala bim beliau menjadi Presiden sejak tahun 2014. Politisi yang sangat beruntung, dengan waktu singkat bisa mencapai puncak.

Sosoknya yang muncul di publik memang penuh pro kontra dan sulit ditebak. Banyak sudah cobaan-cobaan yang beliau hadapi selama menjadi pejabat publik. Setidaknya hal ini dimulai saat beliau dicalonkan menjadi gubernur DKI. Cobaan-cobaan beliau diantaranya maju berpasangan dengan non muslim, menggagas mobil esemka, berhadapan dengan Pak Prabowo, tidak membaca apa yang ditanda tangani, merangkul minoritas, Rupiah semakin menurun dan janji-janji politik lainnya kepada rakyat yang belum terpenuhi.

Sebenarnya penulis mau menjabarkan setiap cobaan-cobaan yang beliau hadapi. Tapi akan panjang sekali tulisan ini. Kondisi yang menjadi point utama dari setiap cobaan yang beliau hadapi adalah beliau selalu menghadapinya dan berkomunikasi dengan para ahli untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Saat ada pertanyaan "apakah pantas Pak Jokowi 2 periode?" Saya pikir pantas-pantas saja. Kenapa tidak? Dalam undang-undang beliau masih punya hak untuk maju kembali menjadi presiden di pemilu selanjutnya. Setidaknya untuk 1 periode lagi. Seperti halnya Pak SBY, yang menjabat menjadi presiden 2 periode. Secara konstitusi sah-sah saja. Selama rakyat menghendakinya di Pemilu 2019.

Apa yang menjadi pertimbangan beliau masih layak menjadi presiden. Setidaknya ada 4 hal yang saya catat, lantas menjadikan beliau layak menjadi presiden 2 periode.

Pertama, Jokowi Dekat dengan Ulama dan Kaum Santri
Isu kalau Pak Jokowi anti Ulama itu tidak benar. Selama beliau menjabat menjadi Presiden, beliau menyambangi pondok-pondok pesantren. Bersilaturahim dan berkomunikasi dengan para ulama dan santri. Jokowi lakukan dengan gaya khasnya, yakni bercanda dengan para santri lalu menggelar kuis berhadiah sepeda. Terlebih yang terus di kenang oleh para santri adalah, Jokowi menetapkan hari santri Nasional. Kondisi yang terjadi demikian adalah menjadi sebuah bukti bahwa Pak Jokowi dekat dengan ulama dan kaum santri. Pemerintahan yang dekat dengan ulama, semoga selalu dilindungi oleh Allah SWT dan dilimpahkan rahmat-Nya.

Kedua, Memunculkan hal-hal yang Baru
Banyak hal-hal baru yang terjadi saat Pak Jokowi menjadi presiden. Seperti halnya mengangkat seorang menteri yang hanya lulusan SMP yaitu Bu Susi Pudjiastuti. Menetapkan hari santri Nasional, tidak melibatkan anak-anaknya di dunia politik. Sosoknya bukanlah petinggi partai. Berurusan dengan PT. Freeport. Kira-kira hal baru apa yang akan beliau munculkan jika lanjut 2 periode?

Ketiga, Perhatian terhadap Indonesia Bagian Timur
Saat kita mendengar wilayah bagian timur, sekilas kita tergambarkan daerah yang jauh dari peradaban. Tapi kini, gambaran itu sudah mulai pudar. Sekarang mulai tergambarkan bagaimana asiknya pariwisata daerah timur. Seperti kepulauan raja ampat. Selain itu infrastruktur pun digalakkan seperti pembangunan jalan transpapua. Tentu belum semuanya, karena masih ada yang banyak di benahi seperti pendidikan dan sosial di Papua. Lalu bagaimana jika beliau 2 periode?

Keempat, Sosok Presiden Kekinian
Saat Pak Jokowi menjabat menjadi Presiden, saat itu juga hilanglah kesan kalau pejabat haruslah formal dan kaku. Jokowi tampil dengan selera musik mentalis, lalu tampilan sederhana dan kekinian. Terlebih beliau suka buat vlog pada agenda-agenda kepresidenan. Terlihat bahwa Pak Jokowi adalah sosok Presiden yang memiliki jiwa muda dan dekat dengan anak-anak muda.

Dilihat dari empat hal diatas, maka jika ada pertanyaan, "Bagaimana jika Pak Jokowi 2 periode? jawabnya why not? Kita lihat nanti di pemilu 2019.


Yogyakarta, 15 Juli 2018
Penulis: Ali Ruslan
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website