Headlines News :
Home » » Sekelumit Rahasia Wanita

Sekelumit Rahasia Wanita

Written By Pewarta News on Minggu, 15 Juli 2018 | 17.45

PEWARTAnews.com -- Berdasar pada wawancara temen-temen saya di kampus, pondok maupun organisasi kemasyarakatan. Mereka (para wanita) lebih nyaman dengan laki-laki yang memberikan peluang dan kesempatan untuk berbicara. Artinya, sebelum wanita selesai berbicara jangan sampai dipotong terlebih dahulu. Hal itu pasti langsung menurunkan mood nya. Bagi wanita (single) yang mudah memahami lelaki, mungkin hal itu tidak menjadi persoalan rumit hanya saja ia telah sedikit “mengkantongi”  alasan untuk tidak menerima ajakannya menikah. 

Kadang, ego lelaki tidak mau mengalah. Dia ingin segala apa yang dikatakan dapat diterima, padahal sangat perlu dan harus ada masukan-masukan terutama dari wanita. Ada pertanyaan menarik dari temen “bagaimana cara memilih pasangan yang baik”? Saya hanya mengatakan, Pertama kali pilihlah pasangan yang Agamanya baik, dzahir dan bathin. Keshalehan laki-laki terletak pada Agamanya, namun kegantengan-nya terletak pada “bersedia-nya Tahlil dan Shalawat-an”. Rasionalisasinya, leluhur yang sudah tiada saja diperhatikan dan dimuliakan, apalagi pasangannya. Kedua, lihat bagaimana dia berbicara dengan ibumu. Ketiga, rasakan setiap kali mengobrol dengan-nya, bagaimana cara dia merespon dan memberikan feedback/umpan balik. Yang ke-empat temukan kenyamanan, keamanan dan kebahagiaan saat bersama-nya. Rasa nyaman dan aman inilah yang terkadang mudah dirasakan apabila “hati sudah satu frekuensi”.Karena itulah, jangan heran apabila ada pasangan yang sangat ganteng menikah dengan wanita yang biasa-biasa saja, atau bahkan sebaliknya. Karena bukan fisik yang utama, melainkan rasa nyaman dan aman itu lah yang menjadi pondasi dan patokan utama lelaki dan perempuan mantap mengarungi bahtera kehidupan bersama.

Terakhir, seperti apapun wanita. Dia tetap-lah wanita yang membutuhkan lelaki. Sebagaimana “Arrijaalu qawwamuna ‘ala an-nisaa’. Redaksi ayat tersebut menggunakan ‘ala bukan fauqa padahal memiliki arti yang sama, tak lain lafal ‘ala bermakna “menempel” sedangkan fauqa “tidak”. Artinya, sejauh apapun wanita melangkah, secerdas apapun dia, sebaik dan seburuk apapun ia, laki-laki adalah tempat pulang yang paling nyaman.

Sama halnya dengan rasa cinta dan sayang dari seorang anak perempuan kepada Bapak-nya. Ya Allah, Titip rindu untuk Bapak yang ada disana, Lahu Al Fatihah.


Penulis: Siti Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website