Headlines News :
Home » » Sekolahan Binatang

Sekolahan Binatang

Written By Pewarta News on Minggu, 15 Juli 2018 | 17.33

Sastro Jendro.
PEWARTAnews.com -- Al kisah, di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para  binatang. Layaknya sekolah manusia. Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran untuk mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:

a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di "animals school", ada elang, tupai, bebek, kelinci dan kura2. Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.

Demikian juga kura2, sangat mahir pada pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian karena "animals school" mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yg tinggi karena belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.

Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

Kini, lama kelamaan. Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.

Sahabat...
Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita.

Senin, 16 Juli 2018 anak-anak kita sudah mulai masuk sekolah lagi. Ada baiknya kita sedikit  merenung dalam menghadapi Tahun ajaran baru nanti.

Hampir semua orangtua berharap anaknya serba bisa. Dan menjadi sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5.

Maka si anakpun dipacu dengan: Les A, Kursus B, Privat C, Les khusus D, dan sebagainya serta berjibun kegiatan lainnya  tanpa memperhatikan dan fokus pada potensi dan bakat anaknya masing masing.

Mari kita syukuri karunia  luar biasa yang sudah Tuhan berikan pada kita  para orang tua yang diamanahi anak-anak yang sehat,  lucu dan lincah.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing masing. Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak. Sehingga masing masing memiliki kelebihan dan talentanya sendiri sendiri.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar mereka terus berkembang optimal. Janganlah kita disibukkan dengan kekurangan anak kita, tapi fokuslah pada kelebihan dan bakatnya.

Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas dengan kelebihannya masing-masing, istimewa dengan bakatnya dan mereka adalah laksana bintang gemintang yang bersinar di antara kegelapan malam.

Inilah saatnya kita sebagai orang tua bergandeng tangan menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin.

Selamat berjuang Bapak Ibu Guru, Ayah dan Bunda. Semoga Tuhan mudahkan segala usaha kita untuk mengawal dan mengiringi kesuksesan peserta didik serta putra putri kelak di dunia dan di akhirat.


Penulis: Sastro Jendro
Pemuda Pencinta Islam Ramah, Islam Nusantara
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website