Headlines News :

    Follow Kami di Twitter

    Cari Berita / Artikel disini

    Arsip Web

    Like Fun Page Kami

    Sanggar Rimpu Akan Persembahkan RETRIBISHOW, Yuuk Mari Ramaikan!

    Pamflet informasi Retribishow.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan. Selain itu, yang tidak kalah populer Yogyakarta juga dikenal sebagai kota budaya. Banyak kreasi dan aktifitas kebudayaan yang lahir dan juga diselenggarakan di Yogyakarta. Begitu juga inisiasi dari Sanggar Seni Rimpu Mbojo-Yogyakarta. Sebuah sanggar seni yang merupakan badan otonom dari lembaga Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta. Sanggar Seni Rimpu ini merencanakan agenda "Remaja Etnic Rimpu Bima Show (RETRIBISHOW)" yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2018, mulai jam 19.00 WIB, di Kedai Roots, Nologaten, Yogyakarta.

    Spesial Performs dalam agenda ini adalah Tari Kreasi Rimpu, Puisi, dan Music. Penambah meriah suasana, akan menghadirkan Bintang Tamu (guest star), Brother Bim.

    Salahsatu pengurus Sanggar Seni Rimpu Mbojo-Yogyakarta, Ruslin yang juga dikenal luas dengan nama Arlan, menyebutkan bahwasannya acara yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Rimpu Mbojo-Yogyakarta ini akan mencoba memadukan suatu keunikan budaya dengan tampilan modern. "Acara ini kami lakukan sebagai upaya mengangkat budaya Mbojo agar tidak ditelan atau tidak tergerus zaman. Acara ini dipadukan juga dengan tampilan modern, agar bisa dinikmati oleh semua kalangan," beber Arlan.

    Lebih lanjut, Arlan mengatakan bahwasannya bakat mahasiswa Bima dalam dunia seni sangat begitu banyak. Akan diadakannya acara ini, menurut Arlan, merupakan sebuah upaya untuk menelusuri sekaligus mewadahi salahsatu kegemaran mahasiswa Bima dalam dunia seni. "Acara ini dilakukan sebagai upaya untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas teman-teman Bima yang ada di Kota Gudeg Yogyakarta," ucapnya. (PEWARTAnews)



    IKPM NTB Yogyakarta: Kami Mendesak Bencana Lombok Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

    Suasana saat rapat koordinasi (20/08/2018) menyikapi gempa susulan yang terjadi di Lombok NTB. 
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Meski pemerintah melalui berbagai kementerian akan membantu proses pemulihan (rehabilitasi) dan rekonstruksi seluruh fasilitas publik yang rusak atau hancur akibat gempa beruntun berkekuatan rata-rata di atas 6 SR, kita tidak bisa berharap bahwa itu bisa langsung dikerjakan. Tidak. Karena masing-masing Kementerian mata anggarannya sudah jelas peruntukannya untuk tahun 2018 dan 2019. Anggaran disusun satu tahun sebelumnya. Misalnya APBN 2019 sudah diketok di tahun 2018 oleh DPR. Dan tak ada mata anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Lombok! Apalagi anggaran 2018? Pasti tidak ada karena di bahasnya dan disetujuinya tahun 2017.

    Jadi anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik akibat gempa Lombok baru bisa diusulkan untuk APBN 2020, dan di bahas oleh Panggar DPR pada 2019. Jadi dikerjakannya nanti tahun 2020.

    Bahwa sekarang ada anggaran bencana di APBN itu untuk seluruh Indonesia lebih tertuju pada penanganan tanggap darurat bukan untuk pembangunan rehabilitasi atau rekonstruksi.

    Jadi kenapa kami mengusulkan agar Pemerintah Provinsi meminta agar ditetapkan sebagai bencana nasional? Karena dengan ditetapkan sebagai bencana nasional, ada ruang untuk mengajukan APBN-P yang memasukkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Lombok pada anggaran 2019 melalui sebuah badan adhoc yang dibentuk pemerintah yang biasanya diberi nama Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR). Dengan dibentuknya BRR yang setingkat Menteri yang beranggotakan lintas kementrian, termasuk TNI/Polri maka penanganannya akan lebih koordinatif dan fokus. Bukan saja itu BRR adalah lembaga yang boleh menampung bantuan atau donor dari negara asing (sahabat) yang mau membantu. Tanpa ada sebuah lembaga seperti BRR bantuan asing tidak bisa masuk. Selain itu, BRR dalam menyalurkan bantuan lebih terkoordinasi, pasti tidak tumpang tindih antara satu desa dengan desa lainnya. Maping daerah dan datanya pasti terupdate.

    Dan terakhir dengan ditetapkan sebagai bencana nasional niat baik Presiden Jokowi yang katanya membantu 50 juta rupiah setiap KK atau rumah yang hancur itu legal bagi Kemenkeu mencairkannya. Sekarang, nomenklaturnya tidak ada, bagaimana mau mencairkan? Kan mereka juga tidak mau salah yang berakibat masuk penjara.

    Jadi itulah kenapa kami tulis perlu ditetapkan sebagai bencana nasional dan pembentukan BRR. Karena memang sangat layak juga untuk menpercepat pembahasan anggarannya.

    Oleh karena itu, kami Mahasiswa se--Indonesia mendesak Presiden untuk segera menetapkan bencana alam yang terjadi di Lombok menjadi bencana Nasional.

    Sejak tanggal 29 Juli 2018 lalu, Pulau Lombok diguncang gempa yang tiada putus. Puncaknya adalah gempa besar berkekuatan 7,0 SR pada 5 Agustus 2018 yang dampaknya dirasakan di hampir seluruh wilayah Pulau Lombok dan sebagian luar Pulau Lombok. Data terbaru korban meninggal mencapai 436 jiwa dari seluruh kabupaten di Pulau Lombok (terbanyak di Kabupaten Lombok Utara dan 2 di antaranya adalah korban di Denpasar. Pengungsi berjumlah 270.168 jiwa tersebar di ribuan titik tenda darurat dan masih banyak titik kamp darurat yang diinisiasi warga yang belum tersentuh bantuan karena berada di lokasi perbukitan dan minim akses. Mereka bertahan hidup dengan kemampuan seadanya. Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit musala rusak, dan 20 unit perkantoran rusak (data ini bersifat sementara). Kerusakan ini menyebabkan penanganan medis, distribusi bantuan, dan lain-lain ikut terhambat.

    Kami akui Anda keren, Saudara, karena pada saat orang panik Anda masih lancar bicara politik. Tapi, lihatlah bahwa “Seribu Masjid” telah rubuh, berganti “Seribu Tenda”. Kami  berteriak agar status Bencan Lokal di Lombok diganti menjadi Bencana Nasional tapi tetap tidak mau didengar. Kami manusia, bukan angka stasistik yang terus bergerak. Bencana tidak bisa ditakar dengan aturan normatif dan angka-angka. Kami tidak pernah memilih takdir untuk tinggal di Lombok yang kecil dan terpencil, hingga pantas kau perlakukan tidak adil. Kami bukan pengemis, tapi itu bukan berati kami harus mengais dan menanggung dosa geografis. Kami tidak minta berlebih dan nilai tambah, hanya semacam tawar menawar yang searah.

    Di Pemilu nanti, mereka yang mati, memang tak punya hak suara lagi. Tapi, jika Anda tetap tak punya hati maka suara Golput kami, sudah bisa Anda hitung mulai hari ini.

    #GempaLombokBencanaNasional


    Asrama Bumi Gora NTB, Yogyakarta, 20 Agustus 2018

    Tertanda
    Koordinator Umum Posko Tanggap Bencana IKPM NTB Yogyakarta

    Asrizal

    Rayakan HUT RI Ke-73, Sanggar Padompo Gelar Panggung Kemerdekaan

    Salahsatu momen dalam agenda Panggung Kemerdekaan "Sanggar Padompo". Foto: Rizalul Fiqry.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Menyambut momentum sakral, momentum sejarah, yakni suatu perayaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-73 sangat beragam agendanya. Suatu lembaga atau masyarakat untuk menyambutnya, ada yang mengisi dengan lomba makan krupuk, panjat pinang, pertemuan-pertemuan ilmiah, bahkan ada juga juga yang mengisinya dengan membuka panggung kesenian. Salahsatunya, Sanggar Padompo, sebuah sanggar seni dibawah naungan organisasi etnis Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Dompu (IKPMD) Yogyakarta dalam rangka HUT RI Ke-73 kali ini menggelar kegiatan "Panggung Kemerdekaan bersama Sanggar Padompo", dengan tajuk "Mari Berkarya di Panggung Kemerdekaan". Agende yang dikemas dengan begitu apik ini diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2018, dimulai sekitar jam 19.00, bertempat di Our Coffee (Lembah UGM).

    Secara umum, ada beberapa agenda yang begitu luarbiasa yang ditampilkan dalam acara ini, diantaranya penampilan Accoustic, penampilan Tari, dan penampilan Puisi. Banyak yang suport dalam mensukseskan acara ini, setidak-tidaknya ada beberapa lembaga yang turut andil menampilkan kebolehannya dalam agenda yang diracik dengan santai ini. Beberapa lembaga tersebut diantaranya, Klana Swara, Kidung Swara, Ncuhi Donggo, Asrama Sulbar, Sanggar Nusantara, Aura Coustic, Rannis Akustik, Kelompok Sekrup, FORMASY Sula-Maluku Utara, Bowo CS, dan yang lainnya.

    Momentum agenda ini, yang tidak kalah heboh adalah ketika tampilnya salahsatu tokoh mahasiswa Donggo di Yogyakarta, Rizalul Fiqry namanya. Biasa dikenal luas dengan nama Cici, atau abang Cici. Buah dari kepiawaian dan ketekunan, dari salahsatunya Rizalul Fiqry dalam mengawal juga, hingga kini lahir sebuat wadah/lembaga bernama "Sanggar Padompo".

    Penambah suasana kemeriahan acara ini, seorang Rizalul Fiqry juga menampilkan sebuah puisi yang di intonasikan begitu indahnya, dan juga dengan gayanya yang begitu khas, bertopi koboy. Judul puisi yang dibawakan adalah, "Jarak".

    Puisi yang penuh makna, dibawakan dengan penuh sensasi, yang mendengar pasti terhanyut dalam keasikan. Ini beberapa bagian dari puisi yang telah dibacakan Rizalul Fiqry saat pentas tersebut. "Menaknai bisikan angan. Yang tak kunjung termaknai. Aroma malam begitu pekat. Hening menterjemahkan isyarat langit," ucapnya saat membacakan puisi berjudul "Jarak" itu. (PEWARTAnews)

    IKPM NTB Yogyakarta Desak Pemerintah tuk Tetapkan Gempa NTB Sebagai Bencana Nasional

    PEWARTAnews.com -- Kami dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Nusa Tenggara Barat Yogakarta menanggapi dan menolak penjelasan Dr. Zulkiflimansyah (Dr Zul) selaku Gubernur terpilih di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengkaitkan bencana Alam Lombok NTB dengan dunia pariwisata, ini sangat sangat lucu dan tidak masuk akal.

    Dr Zul selaku Gubernur terpilih Provinsi NTB sangat kami apresiasi tingkat kesadaranya dalam berpikir bijak mengenai Lombok kedepanya. Jujur, pandangan itu sangat istimewa jika dilirik dari sudut politik infrastruktur ke depannya terkait perkembangan dunia parawisata di Lombok.

    Namun kami sangat kecewa dengan apa yang dikatakan Dr Zul mengenai pariwisata sebagai aset di Lombok kedepanya, sementara yang kami tahu bahwa Lombok adalah Daerah Seribu Masjid, sangat tidak wajar ketika Gubernur terpilih mengaitkan bencana ini dengan pariwisata, sementara bencana adalah hukum mutlak dari Tuhan.

    Menurut pandangan kami, Dr Zul yang mengkaitkan parawisata dengan bencana Gempa Bumi di Lombok sangat tidak rasional. Jika hal itu bisa dijadikan alasan seorang Gubernur terpilih maka,  kami pun akan ikut mengkaitkan lahirnya Gempa Bumi di Lombok karena Parawisata di Lombok yang semakin hari semakin menjadi-jadi, tanpa kita sadari bahwa Lombok adalah Pulau Seribu Masjid, yang seharusnya sebagai tempat berkumpul para suhadah, para ulama, para kyai, para guru agama, para penghafal Al-Qur'an, dan lain-lain yang berkaitan dengan sebuah nama Seribu Masjid.

    Di sisi lain, ketika Dr Zul mengaitkan bencana Gempa Bumi dengan parawisata, disaat nyawa manusia terancam, kehidupan masyarakat sedang trauma, rumah-rumah warga rata dengan tanah, apakah etis jika mengutamakan pariwisata ketimbang kehiduapan dan kesejahteraan rakyat?

    Selain itu, ketika pariwisata tersebut meningkat kedepanya, ujung-ujungnya hanya pemerintah yang menuai kesenangan, sementara masyarakat hanya mendapat dampak kesusahan dalam menjamu kehidupanya.

    Kami sangat kecewa dengan pernyataan Dr Zul, oleh karena itu, kami selaku Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Nusa Tenggara Barat Yogyakarta menyatakan sikap:

    Pertama, Menolak dengan tegas pernyataan bpk Dr Zul mengenai pernyataanya tentang kekhawatiranya pada dampak pariwisata yang dimiliki NTB juga pemulihan imagenya

    Kedua, Menghimbau kepada pemerintah setempat yang masih menjabat, agar mengeluarkan sikap bahwa bencana alam Lombok adalah bencana nasional

    Ketiga, Menghimbau pada seluruh aktivis NTB, mahasiswa, lembaga-lembaga Mahasiswa, organisasi-organisasi ekstra kampus maupun intra kampus NTB untuk mendesak pernyataan Dr Zul supaya ditarik kembali.

    Keempat, Mahasiswa NTB Yogyakarta siap menjadi bagian terpenting dalam mengawal isu-isu yang terus berkembang mengenai sikap pemerintah NTB tentang Gempa Bumi, terutama pada penyaluran Logistik terhadap masyarakat.


    Salam Hormat kami,

    Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Nusa Tenggara Barat Yogakarta.

    #PrayForLombok
    #DukaLombokDukaKitaBersama

    Koordinator Tanggap Bencana IKPM NTB Yogyakarta

    Muhammad Akhir

    HUT RI KE-73 Menjawab Persoalan Sosial (Kupasan tentang Hutang Luar Negeri)

    PEWARTAnews.com -- Hemm. Hemm. Hemm. Penulis menganggap bahwa tulisan ini mestinya harus diawali dengan senyuman, agar pembaca tidak kepanasan terlebih dahulu sebelum membacanya sampai tuntas.

    Tema besar coretan sederhana ini adalah sebagai upaya menyambut kemerdekaan Indonesia. Oleh karenanya penulis berinisiatif mengangkat tema "HUT RI KE-73 Menjawab Persoalan Sosial". Runutan tulisan ini akan coba penulis kupas terkait beberapa sub tema, diantaranya: Pertama, Hutang Luar Negeri (HLN). Kedua, TKA/China Dipermudah. Ketiga, BBM Naik. Keempat, Jual Aset Negara. Kelima, Impor Besar-Besaran. Keenam, Bahan Pokok Naik. Ketujuh, Jauhi Ulama. Kedelapan, PDIP Bermesraan dengan China. Kesembilan, Bahaya Komunis.

    Tulisan ini akan penulis buat berseri, agar pengupasannya lebih sedikit tajam untuk dijadikan acuan bahan refleksi bersama. Pada point pertama kali ini, penulis akan coba menguraikan sub tema tentang "Hutang Luar Negeri (HLN)".

    Hutang Luar Negeri (HLN)
    Seketika penulis teringat dengan salah satu buku yang pernah saya baca dulu, semasih mengenyam studi strata satu (S1), judul bukunya tentang "Perimbangan Keuangan Daerah dengan APBN". Buku itu adalah tulisan bapak Badrul Munir yang merupakan Wakil Gubernur NTB 5 tahun lalu, dan beliau pernah mendampingi Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Madji di periode pertamanya jadi Gubernur termuda  di Indonesia.

    Badrul Munir, yang juga pria kelahiran Sumbawa NTB itu mengupas tuntas semua hal yang berkaitan dengan keuangan, mulai dari APBD, APBN, hingga plus minus keuangan Nasional. Momentum ini, penulis ingin sampaikan tentang substansi jika kita ingin hutang dimana saja, dengan sebuah analogi sebagaimana yang penulis coba uraikan dibawah ini.

    Jujur, penulis punya teman, namanya sebut sajs inisialnya A. Si A pernah mengajukan diri untuk mengambil uang secara online di sebuah Bank Swasta, tanpa dipikirkan oleh si A itu mendapat balasan "Oke" dari Bank. Maksudnya bahwa pengajuannya disetujui oleh pihak Bank Swasta tersebut, tidak lama kemudian A datangi alamat sebuah Bank Swasta itu. Disana A diinformasikan sedetail mungkin bahwa syarat untuk mengambil uang yakni harus begini dan begitu, pokoknya ribetlah ceritanya. Namun, syarat yang pokok agar teman saya bisa berhutang katanya disesuaikan dengan pendapatan si A yang bertindak sebagai pihak pertama yang ingin hutang itu tadi. Jadi intinya bahwa pihak Bank itu harus melihat dan menelusuri terlebih dahulu kebenaran penghasilan pihak pertama yang mau hutang dan juga dibuktikan dengan dokumen resmi yang berkekuatan hukum tetap, agar pihak Bank bisa menaksir dapat memberikan hutang seberapa besar kepada A berdasarkan penghasilannya.

    Misalnya, tidak mungkin pihak Bank memberikan pinjaman 50 juta kepada A yang hanya memiliki pendapatan tetap 3 jutaan/bulan dengan rencana bayaran 2,5 juta/bulan dalam waktu paling maksimal seperti yang ditentukan oleh pihak Bank, karena pendapatan A hanya 3 jutaan, terus untuk bayar cicilan bulanan 2,5 juta, ditambah lagi kebutuhan bulanan lainnya. Maka pihak Bank terpaksa membatalkan keinginan si A.
    Dari analogi diatas, bila kita kaitkan dengan rasio hutang luar negeri Indonesia saat ini, maka kurang lebih logikanya begitulah yang berlaku. Artinya bahwa Bank Dunia itu tidak mungkin memberikan uang pinjaman kepada suatu Negara tertentu, jika tidak berdasarkan kemampuan APBN suatu Negara.

    Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Badrul Munir, penulis buku Perimbangan yang telah penulis sebutkan di awal tulisan ini. Selain itu, disisi lain ternyata sangat linear seperti pengakuan Menteri Keuangan saat tayang disalah satu TV Swasta beberapa waktu yang lalu, Sri Mulyani mengatakan bahwasannya, "Kita punya kemampuan untuk membayar hutang luar negeri, karena kita memiliki usaha-usaha yang produktif dan insya Allah kita optimis dan kita mampu bayar hutang itu kok," kata beliau dalam sebuah tayangan TV tersebut. Toh yang membuat hutang luar negeri yang di ombar ambir oleh masyarakat tertentu, sekarang bukan hanya jamannya pak jokowi, katanya bahkan pak jokowi menanggung hutang pemerintah sebelumnya termasuk di tahun 1998 itu paling parah bengkaknya hutang kita ini.
    Menteri yang berprestasi di Bank Dunia inipun menambahkan dengan menantang siapapun yang ingin bicara soal Hutang Luar Negeri (HLN), "Ayo kita blak-blakan di media massa dengan saya. Udahlah kita tidak usah ribut dengan angka HLN kita, dan kita jangan terjebak dengan angka," begitulah pesan beliau kepada seluruh rakyat Indonesia.

    Mohon maaf, diatas merupakan kupasan sederhana penulis tentang "Hutang Luar Negeri (HLN)", untul point kedua dan seterusnya akan penulis uraikan di lain waktu. Bila ada pandangan lain dari pembaca sekalian, boleh juga diuraikan lebih rinci, agar kita semua semakin teredukasi dengan itu.


    Penulis: Samrin, S.Pd.
    Pemuda asal Bima NTB / Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Indraprasta (UNINDRA) Jakarta.

    Sambut 73 Tahun HUT RI, KEPMA Bima Jogja Salurkan Bantuan Lebih Dari 100 Juta untuk Korban Gempa Lombok NTB

    Ketua Posko KEPMA Bima-Yogyakarta saat menyalurkan bantuan di KLU.
    Lombok Utara, PEWARTAnews.com -- Kesekian kalinya Tim Tanggap Bencana Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta memberikan bantuan kepada warga di sejumlah tempat pengungsian akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kali ini tim menelusuri tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, di antaranya kecamatan Kayangan, kecamata Gangga dan kecamatan Bayan.

    Bantuan yang di salurkan oleh Tim Tanggap Bencana KEPMA Bima-Yogyakarta ini berupa beras dua ton, makanan berupa mie instan serta makanan ringan, dan juga air mineral. Selain itu ada juga berupa obat-obatan, vitamin, keperluan bayi berupa susu, pampers serta keperluan ibadah seperti sarung, sajadah, Al-Qur’an, pakaian baru dan selimut.

    Penanggung jawab relawan Ismail, S.H.I. yang juga biasa disapa Bung Is ini mengatakan, bahwasannya pemberian bantuan yang dilakukan di Kabupaten Lombok Utara ini adalah gelombang ketiga, pertama di Kota Mataram, kedua di Kabupaten Lombok Barat dan ketiga di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

    “Penyaluran kali ini merupakan penyaluran yang ketiga. Semoga bantuan yang kami berikan bisa membantu meringankan beban dan memenuhi kebutuhan keluarga kita di Lombok ini selama di tenda pengungsian, kami berharap bencana seperti ini tidak ada lagi yang melanda kita di Indonesia maupun di dunia”, beber Bung Is, pada Kamis (16/08/2018) usai melakukan penyaluran bantuan.

    Lebih lanjut Bung Is berharap Pemerintah untuk lebih cepat memperhatikan akses pendidikan, tempat ibadah serta fasilitas pelayanan umum yang kini sudah memprihatinkan kondisinya, "Harapannya pemerintah lebih cepat membantu para korban gempa berupa pembangunan akses pendidikan, tempat ibadah serta fasilitas pelayanan Umum," ucapnya.

    Selain itu, Bung Is berharap Pemda NTB mengambil kebijakan strategis terkait pariwisata di NTB. "Kami berharap Gubernur NTB membuat kebijakan untuk membatasi tempat-tempat wisata yang tidak sesuai dengan adat serta Agama Islam. Agar nuansa wisata religi di Lombok semakin berkembang Pesat," harapnya.

    Tim tanggap bencana KEPMA Bima-Yogyakarta saat penyaluran bantuan dibantu oleh para relawan dari FKP Macerdas Mataram. Selain penyaluran bantuan, tim KEPMA Bima-Yogyakarta juga menghibur dan bermain dengan sejumlah anak-anak untuk melakukan trauma healing di pengungsian.

    Saat melakukan penyaluran bantuan, seorang warga penerima bantuan M. Eriksman menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalamnya kepada KEPMA Bima-Yogyakarta karena kepeduliannya terhadap para pengsungsi korban gempa. “Terima kasih kami sampaikan kepada KEPMA Bima-Yogyakarta yang telah membantu meringankan beban kami,” ucap M. Eriksman.

    Total keseluluhan pemberian bantuan tiga tahap yang diberikan oleh KEPMA Bima-Yogyakarta untuk korban gempa ini lebih dari seratus juta rupiah. Keseluruhan dana tersebut adalah hasil galangan di masyarakat dan mahasiswa Yogyakarta yang dikumpulkan oleh seluruh organisasi dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta. (PEWARTAnews)

    Sekilas tentang Kata "Merdeka"

    PEWARTAnews.com -- Moment 17 Agustus adalah sajadah untuk merefleksi sistem nilai, sosial, historis, dan kebudayaan yang sempat membiru di bumi nusantara. Refleksi itu bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa sesungguhnya telah ada fase sejarah yang dikhianati, kita lupakan atau sengaja diabaikan. Beragam-ragam bentuk orang merayakan itu, upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih adalah pilihan paling maestream yang kita tempuh sebagai bentuk keseriusan kita terhadap momentum sejarah tersebut. Disisi lain, corak dalam merayakan hari kemerdekaan bisa berbentuk permainan atau hiburan demi hiburan. Semua entitas kegiataan itu merupakan representasi dari sebuah kata 'Merdeka'.

    Apakah hanya itu 'merdeka' di definisikan?

    Saya pernah bertemu dengan orang yang tidak waras (gila) di salah satu desa yang berada di pulau Sumbawa, nama desa itu adalah Pidang. Posisi desanya tepat berada di wilayah timur pulau Sumbawa, terletak pada perbatasan antara Sumbawa dengan Dompu. Kasusnya begini, orang gila itu di usik, dicaci maki, di suruh kerja tampa upah, diperas tenaganya tampa gaji. Saya berfikir orang gila itu di larang untuk gila karena melihat berdasarkan perlakuan beberapa orang terhadapnya. Orang gila itu sudah tidak bisa merayakan bentuk gilanya karena di paksa berbuat bukan atas dasar kesukaannya ataupun kemauannya sebagai orang gila. Perlakuan ini terus terjadi sampai orang gila itu mati dalam keadaan lapar.

    Dalam kasus sederhana itu ternyata, kemerdekaan seseorang itu hanya di pahami dari segi subjektif belaka. Kemerdekaan belum dipahami dua arah antara subjek dan objek yang terlibat dalam ruang tersebut. Begitu juga dalam bernegara, semestinya kemerdekaan harus bersifat desentralistik tidak boleh hanya bersifat sentralistik. Kemerdekan harus diposisikan tidak hanya untuk merayakan moment sejarah. Namun kemerdekan harus menyinggung juga persoalan sosial yang hidup sekarang. Kemerdekaan harus menemukan posisinya dalam masyarakat sebagai dasar, penyambung, maupun tujuan (dia harus tau bahwa merdeka itu bisa menjadi dasar atau ideologi, bisa menjadi penyambung antara beberapa hak dan kewajiban yang beriteraksi, bisa menjadi tujuan bagi setiap rutinitas manusia yang beragam bentuknya). Merdeka tidak boleh di pahami secara general, sebab Merdekanya orang waras dengan orang yang tidak waras tentu berbeda. Merdeka menurut si A dengan si B tentu berbeda pula. Berarti, kemerdekan harus di pahami dengan dua perdekatan. Pertama, kemerdekaan secara struktural atau secara formal. kemerdekaan secara formal merupakan tersedianya ruang yang bebas kepada setiap orang untuk menjalankan hak dan kewajibannya. Yang kedua, kemerdekaan secara esensial. Maksudnya, dalam menjalankan hak dan kewajibannya setiap orang harus merasa tenang dan bahagia. Namun sebagai cacatan, tenang dan bahagia disini tidak boleh berbenturan dengan nilai-nilai sosial yang ada.

    Nah, Kalau setiap orang masih belum bisa menikmati itu, mendingan negara ngak usah merayakan hari kemerdekaan, kalau perayaan itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap subjek sejarah cukup kita kirimin Al-Fatihah yang banyak saja untuk mereka yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.

    Anggaran yang di gelontorkan untuk perayaan hari kemerdekaan mendingan di masukkan ke saku partai politik, supaya hasrat kekuasaannya berjalan mulus tampa kendala. Biar yang di pelosok tetap menjadi benalu dan di kota tetap menjadi bunga mawar.


    Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
    Eks Ketua Umum DPC PERMAHI DIY

    Sebuah Catatan tentang Impor

    PEWARTAnews.com -- Semua bangsa pasti menginginkan kedaulatan pangan, tidak terkecuali Indonesia. Bila mana saat ini Indonesia belum menggapai tujuan tersebut, itu menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama agar suatu saat kita menggapai titik kedaulatan seutuhnya.

    Dewasa ini, pada hakikatnya bahwa kebijakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tentang impor, menurut penulis sudah cukup tepat. Karena pada prinsipnya di setiap kebijakan itu, tentu pihak eksekutif sebagai pelaksana. Pembatu dan pelayan rakyat pasti lebih tahu dan lebih paham kondisi yang ada, karena disisi lain bahwa selain para Menteri, Badan, Komisi, dan para kepala daerah (Pemda) tingkat 1 dan 2 di seluruh pelosok negeri ini terkait kerja-kerjanya adalah melaksanaan representasi dari Jokowi-JK sebagai Kepala Negara. Bahasa sederhananya, bisa dibilang bahwa Jokowi-JK adalah pelaksana peraturan perundang-undangan yang diperintahkan oleh rakyat, yang mana pelaksanaan pengawasannya dilakukan melalui Legislatif --Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

    Guna untuk memastikan keefektifan dan kelancaran pelaksanaan amanah rakyat seperti yang digambarkan diatas, dalam pelaksanaannya, bahwa eksekutif (Jokowi-JK) ada lembaga lain yang kredibel dan diberi kewenangan secara konstitusi sebagai mengawas setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, tidak lain dan tidak bukan adalah Lembaga Legislatif (DPR). Kondisi demikian, bermakna bahwa sikap yang diambil Jokowi-JK terkait impor ini tentu sudah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebelum mengambil sikap yang demikian, pasti sudah mempertimbangkan dengan matang dengan juga meminta masukan dari para menteri-menterinya. Ending yang bisa kita lihat dari sikap ini, dibuktikan bahwa Jokowi-JK sampai detik ini tidak di tegur oleh Legislatif sebagai pelanggar hukum. Maka wajar dalam hal ini penulis katakan bahwa Jokowi-JK tidak salah dalam mengeluarkan kebijakan impor yang dipersoalkan oleh sekelompok masyarakat tertentu, yang mana penulis pahami bahwa kebanyakan mereka yang mempersoalkan tersebut adalah oposisi Jokowi-JK. Namun, menurut penulis dengan demikian tidak menjadi masalah, selama hal itu juga masih dalam batas kewajaran.

    Sebagai contoh, misalnya kebijakan impor bawang merah. Kita harus memahami dan menyadari terlebih dahulu bahwasannya Indonesia merupakan negara yang besar. Selain itu, kita harus petakan terlebih dahulu bahwa mana saja daerah yang penghasil bawang merah di Indonesia?. Ya, kita bisa bilang Brebes-Jawa Tengah, Bima-NTB. Selain dua daerah tersebut, ada juga daerah di Pulau Sumatera (Samosir, Batubara dan Medan).

    Kondisi demikian, yang perlu kita ingat, juga menjadi pertanyaan penulis, mampukah Brebes-Jawa Tengah menyuport kebutuhan bawang merah di pulau Jawa? Jawabannya tentu tidak. Oleh karena itu, menurut penulis, maka wajar dan bisa dibilang tidak kurang ajar bahwasannya Jokowi-JK mengeluarkan Kebijakab impor bawang merang di wilayah Jabodetabek dan daerah-daerah Jawa lainnya yang tidak mampu di suport oleh pasokan bawang dari Brebes-Jawa Tengah yang merupakan sebagai salah satu daerah andalan penghasil bawang merah terbesar tiap tahunnya.

    Kemudian, pertanyaan selanjutnya, Daerah Bima-NTB yang konon dicatat oleh Menteri Pertanian RI sebagai daerah penghasil bawang merah andalan wilayah Indonesia Timur, "Apakah mampu Bima NTB dengan kemampuan produksi bawang merah yang terbatas itu menyuplai kebutuhan bawang merah untuk wilayah Indonesia Timur yang meliputi lebih kurang 15-20 provinsi, mulai dari wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua? Atau justru mau berharap produksi Brebes yang belum tentu mampu memenuhi kebutuhan bawang merah di Pulau Jawa. Menurut pengamatan penulis, tentu saja tidak mampu memenuhi semua. Begitupun di Pulau Sumatera yang lebih kurang pemetaannya sama saja.

    Point penting yang dilakukan pemerintah karena mempertimbangkan daerah-daerah andalan penghasil bawang merah di negara sebesar ini, makanya wajar Jokowi-JK membangun Bendungan dan Dam-Dam Besar di daerah-daerah kering agar lahan yang tidak produktif menjadi lebih produktif untuk setiap hasil pertanian, salahsatu yang terpenting diantaranya Bawang Merah.

    Terkait kekurangan pasokan bawang merah, maka sikap yang diambil Jokowi-JK sebagai Pemerintah Eksekutif adalah kebijakan impor. Tujuan utamanya adalah agar kebutuhan bawang merah di negara besar kita ini merata dan dengan harga yang sama.

    Oh ya, sedikit penulis coba mengupas soal harga bawang merah yang kian merosot. Hal demikian bukan semata-mata kesalahan Pemerintah. Menurut pandangan penulis, itu semua karena begitu banyak calo-calo yang sengaja memainkan harga, sehingga harga tidak stabil. Sebagai upaya menangkal hal demikian, menjadi tugas kita bersama sebagai masyarakat, aktivis mahasiswa, LSM, Pers, dan lain-lain untuk melakukan pengawasan seketat mungkin dan bukan semata-mata Jokowi-JK yang di persalahkan.

    Selain itu, saat ini bangsa kita sudah mengamini sistem Otonomi Daerah (Otda). Jadi Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan jangan cuci tangan atau menutup mata melihat kondisi seperti ini, terutama persoalan yang ada di wilayah hukum pemdanya masing-masing. Pemda juga harus profesional menjalankan tupoksi yang diamanahkan undang-undang untuk dijalankannya, jangan mentang-mentang kepala daerahnya bukan satu partai dengan Jokowi-JK malah berbuat dosa semuanya. Pemda harus suci dan harus bantu pemerintah pusat, karena keberadaan Pemda adalah representasi pemerintah pusat yang kebetulan saat ini di pimpin oleh Jokowi-JK.

    Kenyataan yang tergambar diatas, penulis pikir bahwa hal ini juga berlaku sama dengan kebijakan Jokowi-JK tentang Hutang Luar Negeri (HLN), yang menjadi bahan kampanye team/pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno saat ini untuk menyerang rivalnya.

    Akhir kalimat, berbeda pandangan itu wajar. Ini merupakan refleksi dari pengamatan yang dilakukan penulis dan juga sebagai pandangan akademik. Bila berlainan, silahkan runutkan secara akademis pula, biar kita sama-sama teredukasi dengan kondisi yang berkembang saat ini.


    Penulis: Samrin, S.Pd.
    Pemuda asal Bima NTB / Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Indraprasta (UNINDRA) Jakarta.

    Mahasiswa Bima Jogja Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok NTB

    Suasana penyerahan bantuan dari KEPMA Bima-Yogyakarta di lokasi gempa.
    Lombok Barat, PEWARTAnews.com -- Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta ambil bagian dalam membantu para korban gempa 7,0 skala riter yang terjadi di pulau Lombok beberapa waktu lalu mengakibatkan ratusan orang meninggal, ribuan luka-luka dan rumah penduduk hancur. Para mahasiswa ini terjun langsung dari Yogyakarta ke Lombok dalam pendistribusian kebutuhan masyarakat korban gempa.

    Anggota KEPMA Bima-Yogyakarta tersebut dalam pendisribusian bantuan dilakukan di berbagai titik dan di bantu oleh para relawan dari FKP Macerdas Mataram, seperti saat pemberian bantuan berupa beras, air mineral mie instan, susu, tikar, obat-obatan dan keperluan bayi di Desa Gunung Sari Dusun Kapek Atas Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat pada Senin, 13/8/2018 sore.

    Menurut penanggung jawab relawan KEPMA Bima-Yogyakarta Ismail mengatakan bahwasannya pendistribusian dilakukan langsung ke lokasi bencana dengan bantuan relawan asal Bima yang studi di Mataram dan sekitarnya, "Kami langsung datang dari Yogyakarta ke Lombok untuk membantu masyarakat korban gempa, untuk pendristribusian akan kami lakukan di beberapa titik di kabupaten Lobar dan KLU serta kami di bantu oleh organisasi FKP Macerdas Mataram, alhamdulillah mereka sangat bersemangat dalam membantu masyarkat lain, meskipun mereka juga korban gempa," terang Ismail, SHI.

    Sementara itu, sejumlah masyarkat yang menerima bantuan sangat berterimakasih karna telah meringankan beban dan memenuhi kebutuhan di tenda pengungsian, "Kami sangat berterimakasih kepada KEPMA Bima-Yogyakarta yang meringankan langkahnya jauh-jauh datang dari Jogja membawa bantuan kepada kami di tenda pengugsian ini, semoga kalian semua sehat selalu," ucap salah seorang warga usai serah terima bantuan dari KEPMA Bima-Yogyakarta.

    Lebih lanjut Ismail mengatakan, "Untuk pendistribusian berikutnya kami akan lakukan hari rabu 15/8/2018 di KLU berupa beras 2,5 ton, air mineral ratusan dus,  susu bayi, susu kental, sabun, makanan berupa mie instan, roti, tikar, obat-obatan serta lainnya, ini semua berdasarkan kebutuhan dari hasil survei yang di lakukan oleh relawan kami yang turun di lokasi," ucap mahasiswa Jogja ini.

    Lebih jauh Ismail yang juga mantan pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta berharap peristiwa gempa yang terjadi tidak terjadi lagi dikemudian hari dan waktu. "Kami berharap, mudah-mudahan bantuan yang kami distribusikan ini sedikit membantu para korban gempa dalam memenuhi kebutuhan para korban sementara waktu ini, dan semoga bencana seperti ini tidak ada lagi di negeri kita tercinta ini," harap Ismail. (PEWARTAnews)

    Konsolidasi APKLI, Hafidh Asrom: Pedagang Kali Lima Perlu Tingkatkan Kapasitas Usaha

    Anggota DPD RI Hafidh Asrom saat memberikan arahan dalam pertemuan APKLI, 13/08/2018.
    Bantul, PEWARTAnews.com -- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menggelar pertemuan  di RM Anas Mandiri Wonokromo Jejeran Pleret Bantun pada tanggal 13 Agustus 2018. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan sosialisasi dan konsolidasi pengurus DPD dan DPC se Kabapaten Bantul yang sekaligus dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina dan Pelindung APKLI Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Drs. H. Hafidh Asrom, MM.

    Di Yogyakarta, ada ribuan pedagang kaki lima. Mereka mengais rejeki tersebar diseantero Yogyakarta termasuk di obyek-objek wisata. Mereka, para pedagang kaki lima tersebut tergabung dalam organisasi Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

    Sebagai ketua pembina dan pelindung DPW APKLI DIY, Hadidh Asrom mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengawal, berdialog dan berupaya mencarikan solusi yang terbaik dari persoalan-persoalan yang di hadapi APKLI. "Saya selalu menyempatkan diri untuk dialog dan mencari solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi para pedagang kaki lima. Termasuk tadi melakukan dialog dan koordinasi bersama pengurus DPD dan DPC APKLI se kabupaten Bantul," beber Hafidh Asrom.

    Dalam pertemuan yang sangat produktif itu, Hafidh Asrom menyampaikan juga beberapa point penting yang menjadi perhatiannya untuk para pedagang kaki lima di DIY. Kata Hafidh Asrom, pedagang kaki lima harus kreatif dan produktif menangkap peluang usaha yang ada di tempat-tempat strategis di DIY. "Pedagang Kaki Lima (APKLI Bantul) diharapkan untuk senantiasa produktif dan kreatif menangkap peluang usaha, khusus dengan akan dibangunnya JJS (jalan Jogja Selatan)," ucapnya.

    Untuk menunjang komitmennya, Hafidh Asrom akan memaksimalkan peran dan jaringannya agar memudahkan para pedagang untuk akses dana sebagai modal memperkuat pengembangan usaha para pedagang kaki lima.  "Saya mendorong pedagang kaki lima untuk meningkatkan kapasitas usaha dengan cara menambah permodalan, dalam hal ini saya siap membantu pedagang kaki lima mengakses modal ke Bank BRI dengan skema KUR tanpa jaminan," cetusnya.

    Selain mengandalkan ketekunan dan bekerja keras, Hafidh Asrom juga membagi pengalamannya dalam hal adanya campurtangan kekuatan ilahi ketika adanya kesuksesan usaha berbisnis. Oleh karenanya, kata Hafidh Asrom, kita harus rajin menjalankan ibadah wajib dan juga ibadah sunnah lainnya agar rezeki yang kita dapat barokah dan juga berlimpah. "Momen ini saya berbagi pengalaman memajukan usaha dengan mengedepankan spirit spiritual, dengan rutin menjalankan ibadah sholat dhuha, dengan harapan rizkinya melimpah dan barokah," ungkapnya. (PEWARTAnews)
    Suasana saat pertemuan APKLI, 13/08/2018.

    Wayang Termasuk Karya Seni dan Budaya Indonesia yang Adi Luhung

    Anggota DPD RI Hafidh Asrom saat menyampaikan sambutan dalam acara Merti Dusun, 09/08/2018.
    Bantul, PEWARTAnews.com – Wayang merupakan seni pertunjukkan hasil karya asli Indonesia yang keberadaannya begitu sangat berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Kegiatan seni pertunjukan wayang juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu. Daerah-daerah lain pun melakukan pertunjukan wayang ini dengan gaya dan variasi daerahnya masing-masing.

    Di mata bangsa Indonesia wayang sangat berarti. Saking berartinya, seni pertunjukan wayang ini, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB itu, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

    Karena begitu berharganya pertunjukan wayang ini dimata Indonesia dan dunia, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs. H. A. Hafidh Ashrom, M.M. menghadiri seni pertunjukan wayang yang telah digelar pada 9 Agustus 2018 di Dusuh Nglampiran, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DIY.

    Menurut senator senayan Hafidh Ashrom, mengatakan bahwasannya wayang yang sering dipentaskan para dalang-dalang di Indonesia merupakan karya seni dan budaya asli Indonesia yang adi luhung. Selain itu, menurut Hafidh Asrom, wayang ini memiliki makna dan nilai filosofi yang tinggi dan juga mampu dijadikan alat untuk membentuk moral dan budi pekerti manusia. “Wayang termasuk karya seni dan budaya Indonesia yang adi luhung. Di samping bernilai filosofi yang dalam, wayang juga sebagai wahana atau alat pendidikan moral dan budi pekerti,” ucapnya.

    Dengan adanya kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini, Hafidh Asrom sangat mengapresiasinya dan mendorong untuk terus dilestarikan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Hal itu, kata Fafidh Asrom, mendorong semangatnya untuk menghadir kegiatan tersebut. “Berangkat dari hal tersebut, Saya hadir dan mengapreasiasi acara Merti Dusun, yang dimeriahkan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugrogo, di Dusuh Nglampiran, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Bantul,” bebernya. (PEWARTAnews)

    Inspira KKN Ku


    Para tohon inspirasi dalam tulisan ini.
    “Jangan pernah mengatakan tidak penting, karena kepentingan orang itu berbeda-beda”. (Mukaromah, 2018)

    Setiap kali kawan bertanya kabar, baik melalui WA ataupun face to face hal yang pertama kali ditanyakan ialah sudah cinlok (cinta lokasi) atau belum? Sangat jarang sekali yang bertanya “di KKN dapat inspirasi apa”? Maklum biasanya yang seperti itu, hanya nge-tes saja, dikira saya tidak bisa jatuh cinta. Hahaha.

    Hal yang harus diketahui, bahwa tidak semua hal bisa digeneralisasikan dengan “witing trisno jalaran seko kulina”. Karena proses menemukan cinta itu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Bisa jadi yang baru sekali bertemu, langsung bisa meluluhkan hati dan sampai pada perpaduan, namun bisa juga yang sudah hidup satu atap seperti misalnya di KKN malah tidak bisa jatuh cinta. Padahal di KKN sudah saling mengatahui dan paham karakter, kebiasaan, kelemahan, kelebihan, rajin ngaji atau tidak, subuhannya kesiangan atau tidak  (coba baca tulisan saya beberapa minggu yang lalu tentang KKN). Tak lain, sekali lagi proses menemukan cinta antara satu orang dengan yang lain itu berbeda. Ada yang mudah, ada pula yang sulit. Hanya saja belum bertemu dengan tukang kuncinya, kalau sudah bertemu pasti hati yang tertutup pun bisa terbuka kembali. Saya termasuk orang yang sulit jatuh cinta, namun sekali jatuh cinta insya Allah setia. Hehe.

    Meski di KKN ini saya 'tidak' cinlok atau bahkan jatuh cinta dengan kawan laki-laki, namun saya mendapatkan inspirasi banyak dari mereka, salah satunya dari tetangga fakultas yakni Fak. Syariah prodi PM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, namanya Bang Fahruddin Bin Zakariya. Beliau asli Negeri Jiran (Bukan Indonesia) yang hobi-nya mengembara dari satu negara ke negara lain. Sebelum kuliah di UIN, beliau sudah menyelesaikan kuliah-nya di Fak. Ushuluddin dan Saintek di Negaranya sendiri, namun disana tidak ada gelar “formalitas”. Beda dengan di Indonesia, D-3 saja ada gelarnya, apalagi S1.

    Memang benar adanya, bahwa salah satu indikator seseorang dikatakan bejo/beruntung manakala Allah mempertemukan seseorang yang mempunyai kesamaan hobi/kesukaan/interest. Alhamdulillah-nya saya dipertemukan dengan orang yang suka diskusi. Jadi, Bang Fahruddin ini adalah salah satu kawan diskusi saya di Posko. Dia sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri.

    Banyak inspirasi dan ilmu yang saya dapatkan dari-nya. Sering kita membahas terkait dengan pemikiran, ideologi golongan yang nantinya berimplikasi kepada politik dan sejarah bahkan sampai dia menceritakan terkait dengan realita negara-nya (sosial, budaya, ekonomi, politik dan pendidikan). Banyak masukan konstruktif yang ia sampaikan terkait dengan skripsi-ku. Saran-nya, harus memperdalam genealogi pemikiran dari tokoh yang bersangkutan sekaligus guru-nya. Serta bagaimana pandangan orang terkait dengan paradigma berpikir orang tersebut. Jadi jangan hanya melihat dari satu sisi, namun harus melihat dari sisi-sisi yang berbeda meski tokoh yang dijadikan rujukan sama. Seperti Ibnu Taimiyah misalnya, antara orang Wahabi, NU, Muhammadiyah, HTI, Salafi tentu berbeda pandangan dan pendapat mengenai tokoh tersebut.

    Selain itu, Bang Fahruddin juga bercerita mengenai kunjungan kuliah-nya beberapa bulan yang lalu ke tokoh-tokoh golongan Islam seperti NU, Muhammadiyah, HTI, Persis, Salafi, Wahabi dan lain-lain. Hanya berkunjung, bertanya dan wawancara, bukan men-tarbiyah apalagi men-dakwahi mereka. Hehehe. Hal yang bikin tertawa saya ialah ada teman-nya yang tidak bisa menerima apa yang dikatakan oleh golongan-golongan tersebut, rasanya panas. Maklum, orang-orang seperti ini biasa-nya yang sangat fanatik dengan golongan yang dianutnya dan menutup diri dari golongan-golongan lain, atau bisa juga orang seperti ini tidak mau digoyahkan iman-nya karena sudah yakin dengan golongan-nya. Tak hanya itu, dia juga bercerita mengenai ciri khas tempat, alur pemikiran, per-kaderan jama’ah, strategi dan pendekatan.

    Dia juga bercerita tentang kondisi di negara-nya, termasuk dalam hal politik. Ada partai A, B dan C. Sudah beberapa periode partai A menang. Tak disangka, tahun kemarin yang menang ialah partai C. Sehingga siapa yang menang, dialah yang berkuasa. Tentu suatu partai membawa misi dan ideologi yang diusungnya. Dan ini berkaitan dengan “siapa saja sih yang berada dibelakang-nya”. Justru yang dilihat bukan “siapa sih yang ada didepan/siapa sih pemimpin-nya”, tapi lebih kepada siapa saja sih orang-orang yang ada dibelakang-nya. Dari sinilah pembahasan kita sampai kepada realita politik di Indonesia. Maklum, di posko saya setiap malam tidak pernah absen untuk menonton Mata Najwa dan ILC. Hehehehe.

    Selain bang Fahruddin, saya juga mendapatkan inspirasi dari Dewi. Meski umurnya masih belia namun semangat mengaji-nya luar biasa. Gak hanya shalehah ya dek, tapi juga cantik dan cerdas. Hehehe.

    Inspirasi selanjutnya ialah dari gadis kecil nan cantik. Namanya Vanessa. Dia siswi kelas 3 di SDN Jangkaran yang kebetulan rumahnya berada tepat didepan posko saya. Ayahnya sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu. Namun dia selalu ceria dan bahagia seakan semua baik-baik saja. Entahlah, saya harus belajar kepada-nya bagaimana “menyimpan rasa rindu” kepada bapak. Pernah suatu ketika aku menangis, karena kangen kepada almarhum Bapak. Tiba-tiba Vanessa menghampiri-ku dan bertanya ada apa mbak, kenapa menangis? Lalu aku cerita dan bla bla bla, dia memberikan secercah cahaya kepada-ku hingga akhirnya kita tertawa bahagia. Terimakasih Vanessa, simpan senyum-mu selamanya yak.

    Terakhir, gadis kecil itu namanya Diva. Dia merupakan putri pertama-nya pak dukuh. Gadis kecil mungil yang manut. Setiap kali aku mendampingi dia baca Qur’an, seakan-akan melihat potret masa depan. Senangnya mempunyai anak yang sami’na wa atha’na. Disuruh ngaji segera ngaji, diajari hafalan cepet nyantol, diajari tata krama juga nurut. Shalehah, cantik dan cerdas lahir batin. Karena sesungguhnya, anak adalah investasi dunia dan akhirat.

    Begitulah, inspirasi itu ada disekitar kita, disetiap alur cerita kehidupan yang Tuhan gariskan kepada kita. Dan mari, istiqamahkan membaca doa Rabbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yunin waj’alnaa lil muttaqinaa imaamaa.


    Penulis: S. Mukaromah
    Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Senator Senayan Memandang Masyarakat sudah Melek UU Desa

    Anggota DPD RI Hafidh Asrom saat menjaring aspirasi masyarakat, 06/08/2018.
    Gunungkidul, PEWARTAnews.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs. H. A. Hafidh Ashrom, M.M. melakukan penjaringan aspirasi masyarakat sekaligus melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan pada tanggal 6 Agustus 2018 di Desa Petir, Kecamatan Rongkop, kabupaten Gunungkidul, DIY. “Tadi pagi saya berkunjung ke Desa Petir, Kecamatan Rongkop, kabupaten Gunungkidul, dalam rangka sosialisasi lembaga DPD RI dan penyerapan aspirasi, khususnya mengenai pelaksanaan UU Nomer 6 Tahun 2014 tentang Desa,” beber senator senayan ini.

    Lebih lanjut anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ini mengatakan bahwasannya dengan adanya kegiatan ini banyak masukan yang didapatkannya saat berdialog dengan masyarakat untuk diperjuangkan melalui kebijakan-kebijakan yang melekat dengan tugas dan tanggungjawab DPD RI. “Saat dialog, banyak masukan dan aspirasi dari masyarakat,” kata pemilik Asram Foundation ini.

    Lebih jauh, menurut Hafidh Asrom, banyaknya masukan dan aspirasi yang telah disampaikan masyarakat membuktikan bahwasannya masyarakat desa kini telah melek terkait peraturan perundang-undangan, terutama mengenai undang-undang desa. “Ini berarti masyarakat desa sudah banyak mengalami kemajuan, terutama pengetahuannya tentang UU Desa,” cetusnya. (PEWARTAnews)


    KH Ma'ruf Amin Paket Komplit untuk Jokowi

    PEWARTAnews.com -- Hari Kamis, 9 Agustus 2018 Pak Joko Widodo (Jokowi) sudah mengumumkan nama cawapresnya untuk pemilu 2019. Banyak pihak yang terkejut saat nama KH Ma’ruf Amin dipilih menjadi cawapres. Padahal banyak yang mengira kalau Prof. Mahfud MD yang akan menjadi cawapres Pak Jokowi. Ternyata, perkiraan itu meleset. Akhirnya KH Ma’ruf Amin yang diputuskan untuk menjadi cawapres dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti.

    Banyak yang mendukung, banyak juga yang tidak, saat Ketua Umum MUI tersebut menjadi Cawapres. Ada pihak yang menyayangkan kalau ulama sekaliber KH Ma’ruf Amin yang seharusnya menjadi penengah, malah turun menjadi pemain. Ada juga yang mendukung beliau, agar memberikan perubahan lebih baik untuk Indonesia. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwasannya beliau udah bukan waktunya mengikuti konstestasi Pilpres, melihat umurnya yang sudah tidak lagi muda.

    Pro kontra terhadap KH Ma’ruf Amin menjadi Cawapres adalah hal biasa. Namun, jika melihat track recordnya, beliau layak untuk dipertimbangkan kembali. Sehingga kita bisa menilai beliau secara objektif dan bisa memilih dengan tepat di Pilpres tahun 2019. Apakah memilih beliau atau tidak, itu adalah pilihan. Setidaknya kita sudah tahu bagaimana track record beliau selama ini.

    Sosok beliau menjadi Cawapres Pak Jokowi adalah sebuah paket komplit. Selain ulama, beliau juga politisi, ekonom, dan posisi strategis lainnya.

    Seorang Ulama Besar
    Beliau adalah seorang ulama besar, dengan memimpin lembaga fatwa “Majlis Ulama Indonesia” sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional dan juga memimpin Ormas terbesar di Indonesia, “Nahdlatul Ulama” sebagai Rais Aam. Kedua posisi ini menjadi bukti bahwa beliau adalah seorang ulama besar yang disegani, dihormati, dan ditunggu-tunggu setiap ucapannya dan fatwanya oleh berbagai pihak.

    Seorang Ahli dalam Ekonomi Syariah
    Selain menjadi ulama, beliau juga merupakan tokoh ekonom syariah di Indonesia. Beliau sangat berperan terhadap perkembangan ekonomi syariah dan perbankan syariah yang saat ini sedang menjadi trend. Tidak banyak orang awam mengetahui hal ini. Tapi beliau dikenal oleh para aktifis dan tokoh-tokoh ekonomi syariah Indonesia dan juga dunia. Beliau juga aktif sebagai ketua dewan pengawas syariah pada bank-bank syariah Indonesia.


    Sebagai seorang Politisi
    Banyak yang mengenal beliau hanyalah seorang ulama. Tapi ternyata beliau juga seorang politisi. Beliau pernah menjabat sebagai ketua fraksi golongan Islam DPRD DKI Jakarta, pernah menjadi anggota MPR-RI dari PKN, pernah jadi ketua komisi VI DPR-RI. Selain itu beliau juga sebagai dewan pertimbangan presiden bidang hubungan antar agama (2007-2014), dan juga posisi-posisi strategis di kancah politik dan negara.

    Pilihan terhadap KH Ma’ruf Amin menjadi Cawapres adalah paket komplit untuk Jokowi. Selain 3 posisi itu, masih banyak lagi yang sebenarnya perlu kita ketahui. Apakah kita akan memilih KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019? Itu pilihan kita masih-masing.


    Penulis: Ali Ruslan
    Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Peduli Gempa Lombok, KEPMA Bima akan Buat Perpustakaan Mini di Lombok, Yuk Donasikan Buku Anda!

    Suasana Tim Posko KEPMA Bima saat menerima bantuan dari mahasiswa Bima Yogyakarta untuk korban Gempa Lombok NTB.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa bertubi-tubi. Akibat gempa tersebut, banyak kalangan menaruh simpati atas peristiwa yang memilukan itu, diantaranya para mahasiswa Bima dan lembaga yang bernaung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta. Akibat peristiwa gempa tersebut, banyak kerugian yang telah menimpa saudara kita di Lombok dan sekitarnya. Akibat peristiwa tersebut, guna memikirkan kebutuhan jangka panjang untuk generasi Lombok NTB, oleh karenanya KEPMA Bima-Yogyakarta berinisiasi membuat perpustakaan mini di Lombok NTB untuk menunjang kebutuhan literasi pemuda pelajar setempat.

    Ketua Posko KEPMA Bima-Yogyakarta Ismail, S.H.I. membeberkan bahwasannya inisiasi KEPMA Bima-Yogyakarta membentuk perpustakaan mini ini adalah sebagai bentuk konsentrasi dan pengejawantahan keinginan mahasiswa Bima untuk memikirkan kebutuhan jangka panjang guna mencerdaskan generasi muda/pelajar yang terkena dampak gempa Lombok NTB. "Kedepan, masyakakat Lombok akan sangat membutuhkan buku-buku untuk menunjang literasi henerasi muda, oleh karenanya kami mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat umum untuk sama-sama mendonasikan buku lewat posko tanggap bencana KEPMA Bima-Yogyakarta," beber Ismail, 10/08/2018 di Asrama Bima Yogyakarta.

    Bagi mahasiswa atau masyarakat yang ingin menyumbang untuk korban gempa Lombok, bisa menghadiri sekretariatan Posko KEPMA Bima-Yogyakarta Tanggap Bencana Gempa Lombok NTB, di alamat Asrama Mahasiswa Bima, Jalan gondosuli GK IV no 155 Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Untuk keperluan informasi dan lain-lain, hubungi, Arif : 0812-1413-5277, Ilmidin : 0822-1877-7294, dan Suryadin : 0852-1752-6909 (bisa pilih salahsatunya).

    Selain kebutuhan berbentuk Barang (buku, pakaian, selimut, sarung, dll), masyararakat juga bisa berdonasi uang, bisa tunai langsung ke posko atau transfer via rekening BNI : 0273903250 (a.n. Mir'atun Syarifah) / BNI : 0364221119 (a.n. Nurfaidatul Jannah).

    BMKG Ajak Korban Gempa Lombok Segera Bangkit

    Salahsatu bangunan terkena gempa Lombok NTB.
    Lombok, PEWARTAnews.com -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengajak masyarakat NTB segera bangkit dari duka gempa. Ajakan tersebut disampaikan Dwikorita saat mengunjungi sejumlah titik pengungsian di Pringgabaya, Lombok Timur, Jumat (10/8).

    "Saya berharap masyarakat Lombok dan korban gempa dapat cepat pulih dan bangkit kembali serta mampu beraktivitas seperti semula. Lombok harus segera bangkit," ungkapnya.

    Bencana alam, menurut dia, merupakan ujian dari Tuhan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan kuat, sehingga harus mampu melewati cobaan tersebut. "Gempabumi, longsor, tsunami, banjir bandang, gunung meletus dan lain sebagainya adalah salah satu ujian dari Tuhan. Saya yakin jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insya Allah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," katanya.

    Dalam kesempatan tersebut Dwikorita juga meminta seluruh korban bencana alam agar bersabar untuk menunggu upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat.

    Diketahui, gempa berkekuatan M = 7.0 mengguncang Lombok, Minggu malam (5/8). Pusat gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur atau pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani, di kedalaman 15 kilometer. Hingga Jumat (10/8/2018), jumlah korban tewas mencapai 321 orang. Gempa juga menyebabkan 270.168 orang mengungsi.

    Mengenai gempa susulan, Dwikorita mengatakan bahwa kemungkinan masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan dengan kecendrungan gempa yang semakin melemah secara fluktuatif.

    "Kami tetap menghimbau agar warga tetap tenang namun waspada. BMKG secara terus menerus memantau perkembangan kegempaan ini selama 24 jam dan menginformasikannya kepada masyarakat," imbuhnya.

    Hingga siaran pers ini diturunkan pukul 18.00 WITA, tercatat telah terjadi 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan sebanyak 20 gempa. Gempa terakhir dirasakan pada jam 04.33 WITA sebesar M=4.8 dengan kedalaman 10 KM dengan pusat gempa 8.44 Lintang Selatan dan 116.50 Bujur Timur (10 KM Barat Laut Lombok Timur, NTB).

    "Dirasakan di Mataram dan Lombok Timur sebesar 1 SIG BMKG ( II MMI). Yang artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang sementara benda-benda ringan yang digantung akan bergoyang," paparnya. (*)

    KEPMA Bima-Yogyakarta Gelar Yasinan, Doa Bersama dan Buka Posko Peduli Lombok NTB di Yogyakarta

    Ketua Posko Tanggap Bencana KEPMA Bima Yogyakarta Ismail, S.H.I. (baju hitam) saat menerima bantuan untuk korban Gempa Lombok NTB.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com --  Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa. Akibat gempa tersebut, banyak kalangan menaruh simpati atas peristiwa yang memilukan itu, diantaranya para mahasiswa Bima dan lembaga yang bernaung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta. Akibat peristiwa gempa tersebut, KEPMA Bima-Yogyakarta menggelar acara Yasinan, Doa Bersama dan juga membuka Posko Bencana di Asrama Bima Yogyakarta untuk Korban Gempa NTB. Acara yasinan, do'a bersama serta peresmian posko ini dilaksanakan pada hari Senin, 06/08/2018 malam di Aula Asrama Bima Yogyakarta. Posko yang dibentuk ini sebagai penanggungjawabnya adalah lembaga KEPMA Bima-Yogyakarta dan tidak terlepas juga adanya dorongan dari Forum Silaturrahim Weki Ndai-Mbojo Yogyakarta.

    Ketua Posko KEPMA Bima-Yogyakarta Ismail, S.H.I. membeberkan bahwasannya terbentuknya posko ini disebabkan adanya kesepakatan bersama karena melihat animo mahasiswa Bima di Yogyakarta yang begitu banyak ingin berkontribusi untuk membantu korban gempa Lombok namun belum begitu masif dalam pengkoordinirannya. "Harapannya, dengan adanya posko yang dibentuk KEPMA Bima-Yogyakarta, mahasiswa Bima semakin masif lagi mengkoordinir penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok, hari ini kita lakukan sebagai bentuk solidaritas kita terhadap musibah gempa yang datang bertubi-tubi menimpa keluarga kita di Lombok dan sekitarnya. Dengan adanya posko yang telah kita buka, teman-teman Bima dapat mengumpulkan hasil galangan dananya di Asrama Bima Yogyakarta," ucap Ismail.

    Pengurus KEPMA Bima-Yogyakarta Amar Rifai berterimakasih atas kekompakan dan jiwa solidaritas tinggi mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Kata Amar, semangat kebersamaan itu sudah sejak lama melekat dan mendarahdaging pada jiwa mahasiswa Bima yang studi di kota gudeg Yogyakarta. "Saya mewakili pengurus KEPMA menyambut baik inisiatif kita untuk membantu dan mendoakan saudara-saudara kita yang kena musibah di Lombok NTB. Ini merupakan bukti bahwa jiwa solidaritas kita begitu sangat tinggi," beber Amar.

    Dalam momentum yang sama, Ketua Forum Silaturrahim Weki Ndai-Mbojo Yogyakarta Bukhari, S.T., C.F.P. mengingatkan kepada mahasiswa Bima ketika terjun penggalangan dana diharapkan untuk tertib dan menjunjung tinggi kerukunan masyarakat Yogyakarta. "Adik-adik ketika terjun menggalang dana diharapkan tertib dan menjaga sopan santun. Selain itu, ketika nanti telah selesai masa penggalangan dana usahakan jangan lupa untuk menyampaikan ucapan terimakasih secara terbuka. Sukur-sukur ucapan tersebut dilakukan melalui media massa agar semua masyarakat bisa melihatnya," kata Bukhari.

    Struktur kepanitiaan Posko Bencana Gempa Lombok NTB bentukan KEPMA Bima-Yogyakarta, Ketua: Ismail, Sekretaris: Amar Rifai, Bendahara: Mir'atun Syarifah dan Nurfaidah, Humas: Arif Rahman, Ilmidin dan Suryadin.

    Lebih jauh, Ismail, S.H.I. mengatakan bahwasannya sampai pada hari Sabtu, 4 Agustus 2018 mahasiswa Bima sudah mengumpulkan lebih dari 26 juta untuk korban gempa di Lombok. “Alhamdulillah, sampai hari Sabtu kemarin mahasiswa Bima sudah menggalang dana sampai 26 juta lebih. Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena sampai hari ini mahasiswa Bima masih terus penggalangan dana.  Uang 26 juta lebih tersebut sudah disalurkan melalui teman-teman IKPM Lombok.” Ucap Ismail pada hari Senin, 6 Agustus 2018

    Sebelum Posko KEPMA Bima-Yogyakarta dibentuk, mahasiswa Bima per Sabtu, 4 Agustus 2018 sudah mengumpulkan Rp. 26.459.200,- (dua puluh enam juta empat ratus lima puluh sembilan ribu dua ratus rupiah) dan disalurkan langsung oleh lembaga-lembaga dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta kepada Posko Gempa Lombok yang dikoordinir oleh IKPM Lombok. Data sumbangan mahasiswa Bima yang masuk di Posko yang dikoordinir IKPM Lombok, Hari Pertama, Selasa 31/07/2018, Sanggili (Bima) berhasil mengumpulkan Rp.2.072.000,-. Hari Kedua, Rabu 01/08/2018, Mahasiswa Wawo (Bima) = Rp 842.500,-, FORKASY (Bima) = Rp.2.023.600,-, Naganuri (Bima) = Rp 1.772.400,-. Sanggili (Bima) = Rp 2.135.000,-. Hari Ketiga, Kamis 02/08/2018, PM-KOBI (BIMA) = Rp.730.000,-, 4 Serangkai (Bima) = Rp.9.548.600,-. Hari Keempat, Jum'at, 03/08/2018, Sanggili (Bima) = Rp.1.540.200,-, IPMLY (Bima) = Rp.2.191.700,-. Hari Kelima, Sabtu 04/08/2018, PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta (Bima / Mbojo) = Rp.1.376.000,-, FIMNY (Bima) = Rp.2.227.200,-. Total keseluruhan Rp.26.459.200,-.

    Pada saat kegiatan yasinan dan Doa bersama tersebut, dipimpin oleh Sesepuh Weki Mbojo Ust. H. M. Abdullah. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua Forum Silaturrahim Weki Ndai-Mbojo Yogyakarta Bukhari, S.T., C.F.P., Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2017 M. Jamil, S.H., Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Periode 2017-2018 M. Saleh Ahalik, S.Pd., M.Pd., Direktur  PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Ilmidin, S.K.M., Ketua Asrama Bima-Yogyakarta M. Lubis Arham, S.Pd., M.Pd., dan juga perwakilan semua lembaga dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta.

    Kedatangan Mahasiswi Thailand, Santri Ulul Albab Balirejo Ngobrol Tentang Persaingan Global

    Narasumber Tazznem Hasan ditemani Ricco Survival Yubaidi saat acara berlangsung.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Yogyakarta pada Jum’at, 3 Agustus 2018 disambangi oleh tamu kehormatan yaitu Tazzneem Hasan. Ia merupakan mahasiswi S2 Chiang Mai University, Thailand yang pernah meraih beasiswa Erasmus dan saat ini tengah menjalani beasiswa di Universitas Gadjah Mada. Dalam kunjungan di Pondok Pesantren, ia berbagi kisahnya tentang perjuangan dalam mendapatkan beasiswa Erasmus.

    Selain itu sebagai seorang muslimah, Tazzneem Hasan juga sedikit bercerita bagaimana kehidupannya di Thailand sebagai seorang muslim. "Akseptabilitas muslim di Thailand saat ini lebih baik dibandingkan 5-10 tahun yang lalu," ucapnya. Ia pun mengajak santriwan-santriwati untuk tidak ragu berkunjung ke Chiang Mai, Thailand.

    Pemaparan materi tersebut diawali dengan pembukaan oleh Gus Ricco Survival Yubaidi, S.H., M.Kn yang juga pernah meraih beasiswa di Bangkok, Thailand. Dalam kegiatan tersebut santri juga diajak berdiskusi komparasi muslim/islam di Thailand dan Indonesia. "Kurang lebih (Islam di Thailand dan Indonesia) hampir sama dan keduanya mengedepankan Islam yang ramah dan memberikan kesejahteraan (rahmatan lil alamin)," beber Ricco.

    Di era saat ini, kata Ricco, para santri juga diberi pesan untuk senantiasa meningkatkan motivasinya dalam berprestasi. Tidak cukup hanya berkuliah ataupun santri/mondok saja, namun harus ditambahkan dengan kemampuan untuk memahami permasalahan-permasalahan global. "Di beberapa Universitas di Thailand, para mahasiswa dituntut untuk dapat menguasai minimal 1 bahasa asing. Hal tersebut membuktikan bahwa antisipasi tersebut dilakukan agar para pemuda tidak tergerus dengan cepatnya zaman dan mampu beradaptasi dengan segala situasi kondisi," timpal Ricco.

    Pada akhir acara, seluruh santriwan dan santriwati antusias untuk melakukan tanya jawab. Kemudian diakhiri dengan foto bersama.
    Suasana saat acara berlangsung.


    KEPMA Bima Buka Posko Peduli Lombok NTB di Yogyakarta

    Para sesepuh Mbojo Yogyakarta ditemani Ketua Posko KEPMA Bima-Yogyalarta Ismail (baju hijau) saat yasinan dan do'a bersama.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com --  Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa. Akibat gempa tersebut, banyak kalangan menaruh simpati atas peristiwa yang memilukan itu, diantaranya para mahasiswa Bima dan lembaga yang bernaung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta. Akibat peristiwa gempa tersebut, KEPMA Bima-Yogyakarta menggelar acara Yasinan, Doa Bersama dan juga membuka Posko Bencana di Asrama Bima Yogyakarta untuk Korban Gempa NTB. Acara yasinan, do'a bersama serta peresmian posko ini dilaksanakan pada hari Senin, 06/08/2018 malam di Aula Asrama Bima Yogyakarta. Posko yang dibentuk ini sebagai penanggungjawabnya adalah lembaga KEPMA Bima-Yogyakarta dan tidak terlepas juga adanya dorongan dari Forum Silaturrahim Weki Ndai-Mbojo Yogyakarta.

    Ketua Posko KEPMA Bima-Yogyakarta Ismail, S.H.I. membeberkan bahwasannya terbentuknya posko ini disebabkan adanya kesepakatan bersama karena melihat animo mahasiswa Bima di Yogyakarta yang begitu banyak ingin berkontribusi untuk membantu korban gempa Lombok namun belum begitu masif dalam pengkoordinirannya. "Harapannya, dengan adanya posko yang dibentuk KEPMA Bima-Yogyakarta, mahasiswa Bima semakin masif lagi mengkoordinir penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok, hari ini kita lakukan sebagai bentuk solidaritas kita terhadap musibah gempa yang datang bertubi-tubi menimpa keluarga kita di Lombok dan sekitarnya. Dengan adanya posko yang telah kita buka, teman-teman Bima dapat mengumpulkan hasil galangan dananya di Asrama Bima Yogyakarta," ucap Ismail.

    Pengurus KEPMA Bima-Yogyakarta Amar Rifai berterimakasih atas kekompakan dan jiwa solidaritas tinggi mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Kata Amar, semangat kebersamaan itu sudah sejak lama melekat dan mendarahdaging pada jiwa mahasiswa Bima yang studi di kota gudeg Yogyakarta. "Saya mewakili pengurus KEPMA menyambut baik inisiatif kita untuk membantu dan mendoakan saudara-saudara kita yang kena musibah di Lombok NTB. Ini merupakan bukti bahwa jiwa solidaritas kita begitu sangat tinggi," beber Amar.

    Struktur kepanitiaan Posko Bencana Gempa Lombok NTB bentukan KEPMA Bima-Yogyakarta, Ketua: Ismail, Sekretaris: Amar Rifai, Bendahara: Mir'atun Syarifah dan Nurfaidah, Humas: Arif Rahman, Ilmidin dan Suryadin. Sebelum Posko KEPMA Bima-Yogyakarta dibentuk, mahasiswa Bima per Sabtu, 4 Agustus 2018 sudah mengumpulkan Rp. 26.459.200,- (dua puluh enam juta empat ratus lima puluh sembilan ribu dua ratus rupiah) dan disalurkan langsung oleh lembaga-lembaga dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta kepada Posko Gempa Lombok yang dikoordinir oleh IKPM Lombok.

    Pada saat kegiatan yasinan dan Doa bersama tersebut, dipimpin oleh Sesepuh Weki Mbojo Ust. H. M. Abdullah. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua Forum Silaturrahim Weki Ndai-Mbojo Yogyakarta Bukhari, S.T., C.F.P., Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2017 M. Jamil, S.H., Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Periode 2017-2018 M. Saleh Ahalik, S.Pd., M.Pd., Direktur  PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Ilmidin, S.K.M., Ketua Asrama Bima-Yogyakarta M. Lubis Arham, S.Pd., M.Pd., dan juga perwakilan semua lembaga dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta. (PEWARTAnews)

    KEPMA Bima-Yogyakarta Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Korban Gempa Lombok NTB

    Mahasiswa Bima Yogyakarta saat melakukan kegiatan yasinan dan doa bersama untuk korban gempa Lombok NTB.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta menggelar acara Yasinan dan Doa Bersama untuk Korban Gempa NTB. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin, 06/08/2018 malam di Aula Asrama Bima Yogyakarta.

    Pengurus KEPMA Bima-Yogyakarta Amar Rifai berterimakasih atas kekompakan dan jiwa solidaritas tinggi mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Kata Amar, semangat kebersamaan itu sedah sejak lama melekat dan mendarahdaging pada jiwa mahasiswa Bima yang studi di kota gudeg Yogyakarta. "Saya mewakili pengurus KEPMA menyambut baik inisiatif kita untuk membantu dan mendoakan saudara-saudara kita yang kena musibah di Lombok NTB. Ini merupakan bukti bahwa jiwa solidaritas kita begitu sangat tinggi," beber Amar.

    Sementara itu, senior KEPMA Bima-Yogyakarta yang juga mantan pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Ismail, S.H.I. membeberkan bahwasannya mahasiswa Bima Yogyakarta hari ini melakukan kegiatan Yasinan dan Doa Bersama merupakan sebagai bentuk keprihatinan kita pada masyarakat Lombok NTB. "Bencana tidak bisa kita terka kapan akan tiba, hari ini kita berada di sini sebagai bentuk solidaritas kita terhadap musibah gempa di Lombok," ucap Ismail yang juga ditunjuk sebagai ketua Posko KEPMA Bima-Yogyakarta ini.

    Dalam momentum yang sama, Ketua Forum Silaturrahim Weki Ndai-Mbojo Yogyakarta Bukhari, S.T., C.F.P. mengingatkan kepada mahasiswa Bima ketika terjun penggalangan dana diharapkan untuk tertib dan menjunjung tinggi kerukunan masyarakat Yogyakarta. "Adik-adik ketika terjun menggalang dana diharapkan tertib dan menjaga sopan santun. Selain itu, ketika nanti telah selesai masa penggalangan dana usahakan jangan lupa untuk menyampaikan ucapan terimakasih secara terbuka. Sukur-sukur ucapan tersebut dilakukan melalui media massa agar semua masyarakat bisa melihatnya," kata Bukhari.

    Pada kegiatan yasinan dan Doa bersama tersebut, dipimpin oleh Sesepuh Weki Mbojo Ust. H. M. Abdullah. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta M. Jamil, S.H. Periode 2015-2017, Ketua Umum PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Periode 2017-2018 M. Saleh Ahalik, S.Pd., M.Pd., Direktur  PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Ilmidin, S.K.M., Ketua Asrama Bima-Yogyakarta M. Lubis Arham, S.Pd., M.Pd., dan juga perwakilan semua lembaga dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta. (PEWARTAnews)

    Gempa Guncang Lombok NTB, Sekjen DPP PKB: Duka Mereka adalah Duka Kita Juga

    Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding.
    Jakarta, PEWARTAnews.com -- Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (Sekjen DPP PKB) Abdul Kadir Karding menyampaikan keprihatinnya atas terjadinya gempa bumi di Lombok. "Ya Allah tempat satu2nya kami berlindung, lindungi saudara2 kami di lombok dan sekitarnya  dari bencana, hindarkan mereka  dari  semua bala' dan petaka. Selamatkanlah kami ya Allah. Sesungguhnya engkau maha Kuasa #PrayForLombok #PrayForNTB #prayfor," cuitannya via twitter @Kadir_Karding pada 06/08/2018.

    Lebiih lanjut, anggota DPR RI itu mendoakan para korban yang jiwa semoga husnul khotimah. "Duka yang mendalam atas duka  yang melanda saudara2 kita di lombok utara dan sekitarnya, semoga  mereka  yg meninggal karena bencana gempa husnul khotimah.. Alfatihah. Semoga kita  semua  diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah #PrayForLombok #PrayForNTB," bebernya.

    Lebih jauh Karding mengajak kita semua masyarakat indonesia memberikan dukungan moril maupun materiil. Karena sejatinya, kata Karding, duka masyarakat Lombok merupakan duka kita juga sebagai sebangsa dan setanah air. "Mari kita memberikan dukungan berupa doa dan bantuan2 lainnya kepada saudara2 kita di lombok dan sekitarnya. Duka mereka  adalah duka kita juga #PrayForLombok #PrayForNTB," ajaknya.


    PPL Gelar Aksi Solidaritas untuk Lombok

    PPL saat penggalangan dana untuk Lombok NTB.
    Bima, PEWARTAnews.com -- Seolah-seolah tidak ada habisnya bencana atau cobaan dari Allah SWT kepada negara kita tercinta ini, Indonesia. Bagaimana tidak, bencana yang terjadi di Indonesia datang silih berganti mulai dari Tsunami Aceh, Gempa dan Gunung meletus di Yogyakarta, Banjir di berbagai tempat dan yang telah terjadi kemarin yaitu gempa bumi di Pulau Lombok.

    Berita gempa bumi di Lombok sangat mengejutkan banyak orang, pasalnya gempa besar pertama terjadi pada tanggal 29 Juli 2018. Kekuatan gempa mencapai 6,4 SC, namun satu minggu pasca gempa tersebut terjadi lagi gempa dengan kekuatan 7,0 SC yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018. Gempa kali ini menimbulkan banyak kerugian, baik kerugian secara moril maupun materil.

    Menurut laporan dari kepala pusat data, informsi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) hingga saat ini korban meninggal mencapai 91 orang dan 209 rang luka-luka dan ribuan rumah rusak. Selain itu, menurut informsi dari berbagai sumber, kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Lombok Utara.

    Dengan terjadinya gempa ini, elemen masyarakat di seluruh Indonesia turut membantu melalui penggalangan dana yang bersifat inisiatif dari komunitas, organisasi, hingga pribadi. Salah satu komunitas yang turut andil dalam melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di lombok adalah Komunitas Pemuda Peduli Lombok yang disingkat PPL. Komunitas ini beranggotakan pemuda/i yang berasal dari Alumni Angkatan 2008 Sape dan pemuda/i desa Naru Kecamatan Sape Kabutapen Bima.

    Menurut koordinator Penggalangan Dana, saudara Arif Bulan, komunitas ini terbentuk atas inisiatif dan simpati dari para pemuda yang berasal dari Alumni angkatan 2008 Sape (Angsa 08) dan pemuda/i desa Naru. "Komunitas ini terbentuknya cair saja, diawali dari diskusi ringan di grup What’sApp kemudian langsung dieksekusi, dan alhamdulilah setelah kami berjalan menggalang dana, banyak yang ikut berjalan bersama kami, awalnya kami hanya 4 orang saja, namun setelah kami jalan akhirnya menjadi 9 orang," imbuh Arif Bulan, koordinator penggalangan dana.

    Ia melanjutkan, "Penggalangan dana akan difokuskan diberbagai desa di kecamatan sape saja, dengan target dana 4 juta rupiah selama 3 hari mulai dari hari senin sampai rabu. Alhamdulilah, kami baru berjalan 1 hari penggalangan dana ini, dan kami telah mengumpulkan dana sebesar Rp.1.400.000,-" imbuhnya.

    Selain itu Arif Bulan menambahkan, "Penyerahan bantuan ini akan kami percayakan kepada organisasi Alumni penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) NTB yang dikenal dengan nama Mata Garuda NTB yang berada di Lombok, karena mereka yang mengetahui persis medan, tempat dan keluarga yang membutuhkan bantuan dari kami ini," ucapnya. (rls / PEWARTAnews)

    Mahasiswa Bima Jogja Kumpulkan 26 Juta Lebih untuk Lombok

    Mahasiswa Bima saat Penggalangan Dana untuk Lombok NTB.
    Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Tanggal 5 dan 6 Agustus 2018 gempa mengguncang Lombok dan sekitarnya. Akibat gempa tersebut, banyak kalangan menaruh simpati atas peristiwa yang memilukan itu, salahsatunya para mahasiswa Bima yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di kota gudeg Yogyakarta. Orang Bima terkenal akan jiwa sosialnya yang tinggi, oleh karenanya ketika mendengar informasi telah terjadi gempa di Lombok NTB, sontak mereka bereaksi untuk mencoba membantu, salahsatunya dengan penggalangan dana untuk disalurkan pada korban.

    Organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta merupakan organisasi induk yang menaungi seluruh mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Hampir tiap kecamatan punya lembaganya, beberapa di tingkat desa juga ada lembaganya.

    Salahsatu Senior KEPMA Bima-Yogyakarta Ismail, S.H.I. mengatakan bahwasannya sampai pada hari Sabtu, 4 Agustus 2018 mahasiswa Bima sudah mengumpulkan lebih dari 26 juta untuk korban gempa di Lombok. “Alhamdulillah, sampai hari Sabtu kemarin mahasiswa Bima sudah menggalang dana sampai 26 juta lebih. Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena sampai hari ini mahasiswa Bima masih terus penggalangan dana.  Uang 26 juta lebih tersebut sudah disalurkan melalui teman-teman IKPM Lombok.” Ucap Ismail pada hari Senin, 6 Agustus 2018.

    Menurut pantauan PEWARTAnews.com per Sabtu, 4 Agustus 2018 mahasiswa Bima sudah mengumpulkan Rp. 26.459.200,- (dua puluh enam juta empat ratus lima puluh sembilan ribu dua ratus rupiah) dan disalurkan langsung oleh lembaga-lembaga dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta kepada Posko Gempa Lombok yang di koordinir oleh IKPM Lombok. Data sumbangan mahasiswa Bima yang masuk di Posko yang dikoordinir IKPM Lombok, Hari Pertama, Selasa 31/07/2018, Sanggili (Bima) berhasil mengumpulkan Rp.2.072.000,-. Hari Kedua, Rabu 01/08/2018, Mahasiswa Wawo (Bima) = Rp 842.500,-, FORKASY (Bima) = Rp.2.023.600,-, Naganuri (Bima) = Rp 1.772.400,-. Sanggili (Bima) = Rp 2.135.000,-. Hari Ketiga, Kamis 02/08/2018, PM-KOBI (BIMA) = Rp.730.000,-, 4 Serangkai (Bima) = Rp.9.548.600,-. Hari Keempat, Jum'at, 03/08/2018, Sanggili (Bima) = Rp.1.540.200,-, IPMLY (Bima) = Rp.2.191.700,-. Hari Kelima, Sabtu 04/08/2018, PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta (Bima / Mbojo) = Rp.1.376.000,-, FIMNY (Bima) = Rp.2.227.200,-. Total keseluruhan Rp.26.459.200,-. (PEWARTAnews)

    Pemprov NTB-BMKG-BNPB Terus Berkoordinasi dan Warga Diminta Tidak Panik

    Suasana di salahsatu pengungsian akibat gempa Lombok NTB.
    Mataram, PEWARTAnews.com -- Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Zainul Majdi masih terus mengumpulkan informasi khususnya keadaan di Lombok Utara dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait pasca gempa dengan kekuatan 7 SR dan gempa susulan berkekuatan 5.6 SR (05/07/2018). Sementara semua masjid di Lombok Utara dan sekitarnya diminta menyerukan untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik.

    "Mari kita berdoa agar tidak terjadi gempa susulan. Kami sudah berkordinasi dengan semua pihak terkait, baik itu di pusat maupun instansi lainnya terkait musibah gempa yang malam ini menimpa NTB, terutama NTB wilayah utara dan timur," jelasnya melalui siaran pers yang diterima PEWARTAnews.com (05/07/2018) malam.

    Seperti yang sudah disampaikan oleh BMKG, agar seluruh warga di wilayah terdampak tidak panik. Kepada korban luka, juga kami sudah menginstruksikan kepada dinas terkait agar mengerahkan semua personilnya untuk menyelamatkan korban yang terluka dan tetap waspada sampai status waspada tsunami dicabut.

    Gubernur NTB juga menginstruksikan agar semua sekolah di Lombok Utara, Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk diliburkan besok hari sambil mengecek keamanan bangunan sekolah. “Saya juga instruksikan semua tenaga kesehatan di pulau Lombok untuk masuk dan bekerja, memastikan pelayanan kesehatan diberikan maksimal. Semua perangkat BPBD Pemda bersama TNI dan Polri, Badan SAR dan elemen masyarakat lain bekerja malam ini untuk menjangkau daerah yang diperkirakan paling terdampak yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur," ucapnya.

    Hingga saat ini, listrik terganggu di beberapa lokasi, sedang diupayakan normal kembali. Jaringan seluler juga terputus di beberapa tempat. “Sekali lagi, kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” harapnya.

    Lebih lanjut Gubernur penghafal Al-Qur'an tersebut mengatakan, "Kami akan memberikan pelayanan pengungsian yang layak bagi para korban yang rumah tinggalnya hancur maupun rusak, dan pelayanan kedaruratan lain-lain untuk menunjang penghidupan pasca gempa hingga tercapainya pemulihan. TNI dan Polri juga memberikan bantuan tenda." Pemerintah Provinsi NTB menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan menggunakan sumber informasi terpercaya resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, kepolisian dan pihak berwenang lainnya.

    Terkait dengan gempa yang terjadi pada 29 Juli, Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan perpanjangan penetapan status keadaan tanggap darurat sampai dengan 11 Agustus 2018. "Kami mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk turut membantu saudara-saudaranya di NTB dan wilayah terdampak gempa lainnya di Indonesia. Allah SWT Maha Pemilik Kehidupan, Maha Penguasa dan Maha Pengatur Alam Semesta tengah memberikan musibah gempa bagi masyarakat di NTB." seruannya.

    Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan kabupaten serta kota terkena gempa lainnya bahu-membahu bersama masyarakat tengah berupaya sekuat-kuatnya menangani dampak musibah ini. Koordinasi penanganan juga kami lakukan bersama pemerintah pusat. "Saya baru menghubungi Bapak Presiden Joko Widodo, beliau sangat berduka mendalam dan doa beliau terus menerus bersama masyarakat NTB. Semoga Allah SWT Maha Pemberi Perlindungan, atas nama masyarakat NTB kami memohon doa agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini." bebernya. (rls / PEWARTAnews)

    NU, KH. Dalhar Nuri dan KKN

    PEWARTAnews.com -- Guru/Kiyai merupakan sosok yang membimbing santri dan jama’ah-nya untuk menemukan rencana Tuhan untuk diri mereka (Mukaromah, 2018)

    Tak terasa 1 bulan berlalu begitu cepat. Itu artinya, hari-hari di tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilalui dengan gembira dan bahagia juga tentunya terjamin. Hehehehe. Terjamin dalam hal apa? Terjamin dalam hal makanan (aspek dzahir, fisikal) mapun aspek spiritual (batiniah, ketentraman dan tentu keagamaan). Perlu diketahui bahwa tempat KKN saya di Jangkaran, Temon, Kulon Progo mayoritas adalah orang Nadhliyin (NU tulen) yang sudah pasti menjunjung tinggi “Islam NUsantara yang nguri-uri (melestarikan) adat istiadat dan budaya, seperti tahlilan, mujahadahan, tingkepan, slametan, takziah plus mendoakan mayit, pengajian, shalawatan, kenduri, thariqah-an dan lain-lain yang khas pedesaan. Sudah dapat dipastikan apabila ada acara semacam itu tentu ada pacitan/makanan-nya. Sehingga wajar apabila orang-orang NU di masyarakat sini ahli shadaqah dan seperti inilah surga bagi anak KKN. Ya itung-itung bisa ngirit lah. Meski dalam hal makanan anak-anak KKN UIN biasa-biasa saja alias tidak kekurangan.

    Namun hidup haruslah seimbang, antara dzahir dan batin. Selain tercukupi dalam hal makanan, di desa ini juga selalu ada rutinan dan jarak rentang waktu acara pengajian pun hanya dekat sekali. Sistemnya holistik, ada pengajian khusus kampung ada pula yang se-kecamatan. Kemarin selama 3 hari berturut-turut ada pengajian besar di Jangkaran. Dua diantaranya pengajian rutin Senin legi dan Selasa pahing bersama dengan KH. Dalhar Nuri serta setiap malam Rabu rutinan kumpulan Ibu-ibu se-kecamatan Jangkaran. Masih ada rutinan lagi, tapi saya lupa setiap malam apa yang jelas kiyainya selalu KH. Dalhar Nuri.

    Awal KKN kemarin, saya dan teman-teman diajak oleh ibu induk semang untuk pengajian disuatu masjid. Urutan dan sistemnya tidak jauh berbeda dengan rutinan pengajian di Bantul, lebih tepatnya di Desa saya, Dobalan. Hanya saja, menurutku ada yang sangat unik disini yakni kiyai-nya. Selesai tahlil dan shalawatan, diisi pengajian/mauidzah hasanah. Ceramahnya bagus, lucu, terkesan tidak monoton, variatif, suara lantang (ekspresif), bikin kocak diperut (karena tertawa saya berlebihan hahaha, habis lucu banget sih), tepat sasaran yang kolaboratif (dapat mengintegrasikan cara penyampaian kepada masyarakat umum/desa dan juga untuk mahasiswa) dengan ditopang keilmuan ala NU, sesuai realita (kasus saat ini) dan dibumbui dengan cakrawala yang luas.

    Kebetulan saat itu tertutup tembok, jadi belum mengetahui yang ceramah siapa dan bentuk wajahnya bagaimana. Hanya saja saya sudah mengkantongi nama yakni KH. Dalhar Nuri, kata ibu-ibu disebelah saya. Setelah pengajian usai, saya sempatkan untuk “mengintip” dan ternyata oh beliau ta. Yayayaya (gumam hati saya). Saat itu beliau menyampaikan kitab tauhid tentang sifat wajib dan mokhal (Mustahil) Allah. Cara penyampaian-nya enak, lucu dan nyambung kemana-mana namun tetap kembali pada tema pembahasan. Seketika itu langsung “klik” dihati saya, karena baru kali ini saya bertemu dengan kiyai yang seperti ini, unik dan penjelasan-nya mendetail pun lucu sehingga tidak ngantuk. Diakhir-akhir mauidzah-nya beliau selalu berpesan untuk jangan pernah meninggalkan tahlil kepada leluhur serta senantiasa pegang teguh tali Nahdlatul ‘Ulama’ (NU) yang nguri-uri (melestarikan) tradisi dan budaya masyarakat namun tetap harus inklusif, tawasuth dan toleran sebagaimana Al Muhafadzatu ‘ala qadimish-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah wal ashlah ilaa maa huwal ashlah.

    Setiap saya bertemu dengan kiyai siapapun itu, pasti saya juga mengamati istrinya. Ternyata, istrinya KH. Dalhar Nuri cuantiknyaaaa masya Allah. Timbul pertanyaan, mengapa ya mayoritas istri kiyai kok cantik-cantik? Dan saya lebih suka kiyai yang istrinya hanya satu. Gak tau kenapa. Hahaha, mungkin karena saya wanita.

    Siapapun yang membaca ini, tolong kirim Al Fatihah kagem KH. Dalhar Nuri Kulon Progo dan juga untuk kiyai-kiyai kita diseluruh Indonesia agar mereka senantiasa sehat serta selalu dalam naungan dan Ridha-Nya. Terimkasih pak kyai atas inspirasi dan ngaos roso (ngaji rasa). Sungguh, kulo remen sanget. Baarakallahu fiikum. Perlu diketahui, beliau dan KH. Thaifur merupakan tokoh penting di Kulon Progo serta yang menjadi perintis Jama’ah Thariqat Syadziliyah di Kulon Progo yang memiliki santri/jama’ah resmi sekitar 800 orang.


    Penulis: S. Mukaromah
    Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

     

    Iklan

    Iklan
    Untuk Info Lanjut Klik Gambar
    Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website