Headlines News :
Home » , » Latar Belakang dan Sejarah SMA Negeri 12 Berau (Part 2)

Latar Belakang dan Sejarah SMA Negeri 12 Berau (Part 2)

Written By Pewarta News on Minggu, 26 Agustus 2018 | 18.13

Logo SMA Negeri 12 Berau.
Motto SMA Negeri 12 Berau
Adapun motto SMAN 12 Berau adalah Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Ukhuwah, dan Amanah (BANUA).  Penjelasan dari motto tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Berbudaya
Warga SMA Negeri 12 Berau, memandang bahwa budaya setempat (Berau) perlu dilestarikan, cara melestarikannya adalah dengan mengajarkan dan mencerahkan Peserta didik di SMA Negeri 12 Berau dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah Kuntaw (seni bela diri). Kegiatan ekstrakurikuler ini diadakan satu kali dalam satu minggu. Pelatihnya adalah dipilih dari orang asli Berau – lebih khususnya adalah asli Bangun (tempat SMA Negeri 12 Berau berdiri). Secara umum, SMA ini oleh Kepala Sekolah pertama yang ditunjuk khusus oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Berau yang akan menjabat empat tahun secara periodisasi menginginkan sekolah ini agar menjadi sekolah yang menjadi sentral pembudayaan (pelestarian) budaya-budaya asli Berau.

Kedua, Agamis
Warga SMA Negeri 12 Berau memiliki tradisi keagamaan, beberapa diantaranya adalah Baca-Tulis Hafal Quran (Batulhaq) bagi yang muslim sedangkan bagi non muslim memiliki kegiatan tersendiri sesuai dengan cara mereka yang waktunya bersamaan dengan pelaksanaan Batulhaq. Kegiatan Batulhaq ini rutin diadakan satu kali dalam satu minggu. Di samping itu kegiatan rohani Islam (Rohis) yang juga pelaksanaannya satu kali dalam satu minggu dan sebagainya.

Ketiga, Nasionalis 
Warga SMA Negeri 12 Berau melalui lembaganya tetap setia terhadap terciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menjalankan berbagai tindakan real sebagai wujud cinta tanah air. Tindakan itu, diaplikasikan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun eks-KBM. Melaui KBM, seperti tetap diajarkan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (KWN), Sosiologi sebagai pelajaran yang mengedepankan bagaimana bersikap antarsesama sehingga tetap terjaga keakuratan, baik antarsuku, ras, maupun agama dan mata pelajaran lainnya. Kegiatan eks-KBM terlihat melalui upacara bendera hari Senin, yang mana di dalamnya ditanamkan nilai-nilai yang mengenang perjuangan para pahlawan. Peringatan hari-hari besar nasional, seperti peringatan hari sumpah pemuda, Ibu Kita Kartini dan lain sebagainya. Pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama oleh guru dengan murid, baik melalui upacara maupun lomba-lomba.

Keempat, Ukhuwah
Warga SMA Negeri 12 Berau tetap menjaga ukhuwah antarsesama warga, baik guru dengan siswa, guru dengan masyarakat, guru dengan guru-guru di sekolah lain. Tindakan tersebut, terlihat melalui tetap harmoninya hubungan antarsesama warga, bahu membahu dalam membangun sumber daya siswa dan perkembangan sekolah, sampai pada perolehan prestasi-prestasi yang akan Penulis tuangkan di akhir tulisan ini.  Di samping itu, Warga SMA Negeri 12 Berau juga membangun hubungan ukhuwah terhadap masyarakat secara umum, terutama masyarakat yang berada dalam lingkaran sekolah atau zona binaannya. Tidak luput juga hubungannya dengan sekolah-sekolah lain, baik melalui konsultasi secara pribadi kepala sekolah terhadap kepala sekolah lain, guru terhadap guru lain, dan TU terhadap TU lainnya kepada sekolah-sekolah yang sudah lama berkembang. Selain daripada itu, konsultasi juga dilaksanakan berdasarkan kelompok musyawarah guru sesama bidang studi, yakni Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) maupun kelompok antarkepala sekolah melalui perkumpulannya yang dikenal dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang rutin dan terus dilakukan.

Kelima, Amanah
Warga SMA Negeri 12 Berau dalam mewujudkan cita-citanya supaya amanah. Terlihat melalui pemberian tugas dan wewenang yang sesuai bidang dan kemampuan para guru oleh kepala sekolah, dilatih untuk mempertanggungjawabkan yang telah ditugaskan secara transparan dan akuntabel. Upaya dalam jangka tertentu, penugasan oleh kepala sekolah tersebut terkadang diroling sehingga semua merasakan. Begitu juga kepala sekolahnya dalam menjalankan tugas dan menggunakan keuangan, tetap konfirmasi dan diskusi terhadap para guru dan transparan mengenai keuangan dan kebijakan yang akan diambil serta dipercaya oleh warga sekolah terhadap kebijakan yang telah diambil dan dijalankan tersebut.

Bentuk amanah warga penyelenggaran SMAN 12 Berau lainnya adalah terhadap masyarakat, terutama terhadap orang tua yang menitipkan anak-anaknya di SMA Negeri 12 Berau. Diaplikasikan dengan cara, anaknya dididik, dilatih, dan dibina sampai mereka lulus dengan hasil yang membanggakan dan tidak pernah ada yang tidak lulus setelah menempuh US dan UN setelah mereka tiga tahun menempuh pendidikan.  Setidaknya mereka mendapatkan modal untuk melanjutkan menuju jenjang perguruan tinggi atau bekerja bagi yang tidak sanggup menuntut ilmu lagi secara formal.

Mengarahkan mereka bagi yang tidak mampu untuk mendapatkan bantuan dan menfasilitasi mereka dalam mengatasi untuk mendapatkan tempat belajar menuju perguruan tinggi yang diinginkan, yakni dengan cara menerima pihak kampus yang datang mensosialisasikan kampusnya masing-masing.

Tulisan ini, dengan tema "Latar Belakang dan Sejarah SMA Negeri 12 Berau", redaksi publikasikan dengan 3 tahap, untuk membaca ketiga-tiganya tinggal klik di [Part 1Part 2Part 3].


Penulis: Saharudin, S.Pd., M.Pd.I.
Guru SMAN 12 Berau, Kalimantan Timur / Dosen STIE Muhammadiyah Berau / Dosen STIT Muhammadiyah Berau / Dosen STIPER BERAU / Pemuda Asal Bima NTB


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website