Headlines News :
Home » » Menakar Siapa Jawara di Pilpres 2019

Menakar Siapa Jawara di Pilpres 2019

Written By Pewarta News on Rabu, 22 Agustus 2018 | 22.54

PEWARTAnews.com -- Momentum dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan tentang siapa yang akan tampil jadi jawara untuk menang di Pilpres 2019. Peluang Prabowo-Sandiaga Uno ataukah Jokowi-KH. Ma'ruf Amin?. Penulis memandang tahun 2019 peluang Prabowo sangat sulit (nihil).

Peluang Prabowo di Wilayah Jawa
Pulau Jawa terdiri dari beberapa suku besar, diantaranya ada suku Sunda. Suku Sunda lebih banyak mendiami daerah propinsi Jawa Barat sebagai daerah yang menjadi lumbung suara terbesar pertama di Indonesia. Penduduk Suku Sunda (Jawa Barat) mencapai 48 juta sekian. Selain itu, disusul daerah Jawa Timur yang banyak didiami oleh Suku Jawa dan Madura. Penduduk Jawa Timur mencapai 39 juta sekian. Nomor urut ketiga adalah masih Suku Jawa, yakni di propinsi Jawa Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 34 juta sekian. Setelah itu, daerah terbanyak selanjutnya adalah daerah propinsi Banten, dengan suku mayoritas adalah suku Betawi, Sunda dan Badui, presentasi penduduk mencapai 12 juta sekian. Posisi terbanyak kelima yaitu daerah DKI Jakarta, dengan didiami oleh ratusan suku, jumlah penduduk mencapai 10 juta sekian. Terakhir adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang didiami oleh mayoritas suku Jawa asli, dengan jumlah penduduk mencapai 3 jutaan sekian, sehingga jumlah penduduk Pulau Jawa mencapai 135 juta jiwa.

Jadi, porsentase pemilih nasional dari 6 propinsi di Wilayah Jawa ini menyumbang suara nasional hingga mencapai 46% suara nasional, artinya jika Prabowo atau Jokowi unggul secara signifikan di Wilayah Jawa yang menyumbang pemilih nasional sebanyak 46%, maka bisa dikatakan bahwa pasangan calon tersebutlah yang menjadi jawara di Pilpres 2019.

Dalam konteks ini, penulis ingin menjelaskan kenapa Prabowo mendapatkan hasil yang nihil di Pilpres 2019, khususnya di Pulau Jawa.

Pertama, Terdapat 3 Kepala Daerah terpilih di Pulau Jawa. Meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kepala daerah di tiga daerah tersebut adalah berasal dari Parpol pendukung Jokowi. Diantaranya, ada Ridwan Kamil, Ganjar Pranomo dan ibu Khofifah, ditambah lagi bahwa mereka sudah secara terang-terangan mendukung Jokowi 2 periode.

Kedua, Bicara DKI dan Banten, Prabowo tidak bisa menang secara signifikan di dua propinsi ini, sedangkan Jawa Timur dan Jawa Tengah Jokowi berpeluang menang agak sedikit signifikan, yang dimana bahwa Jokowi menang di wilayah Jawa mencapai 5% s/d 6% dari 46% pemilih nasional.

Sekarang kita beralih ke pulau Sumatera, mulai dari Lampung sampai tanah Aceh. Dari 10 propinsi di pulau Sumatera, dimana Sumatra Utara (Sumut) yang menjadi lumbung suara di sana. Adapun porsentase pemilih secara nasional di Sumatera mencapai 21% atau 42% juta jiwa.

Penulis memandang bahwa Prabowo dan Jokowi saling kejar mengejar di pulau Sumatera, dan boleh dikatakan Prabowo unggul di pulau Sumatera, tetapi tetap tidak mencapai 1% suara nasional. Ketika Prabowo menang tipis di Sumatera, artinya bahwa Jokowi-KH. Ma'ruf Amin masih memiliki modal sekita 5,5%, karena keunggulannya di pulau Jawa itu tadi. Sebab penduduk pulau Sumatera berjumlah separuh penduduk pulau Jawa.

Kita bergeser ke Indonesia tengah, yaitu wilayah Sulawesi yang terdiri dari 6 propinsi, menyumbang suara sekitar 16 juta jiwa atau 10% suara pemilih nasional. Bisa jadi penduduk di Sulawesi separuh dari penduduk Sumatera, dan Prabowo maupun Jokowi tidak bisa saling mengungguli lebih dari 1% suara nasional. Penulis membacanya bahwa di Sulawesi Jokowi yang akan sedikit unggul. Artinya Jokowi lagi masih punya modal 5,5% suara nasional itu tadi.

Kemudian kita bergeser ke wilayah NUSRA, yang meliputi 3 propinsi yaitu Bali, NTB dan NTT. Jumlah penduduk di NUSRA mencapai 13 juta jiwa atau 8% penduduk nasional, penulis ingin katakan bahwa Bali dan NTT adalah basisnya Jokowi, bisa jadi di NTB umumnya unggul Prabowo, namun tidak signifikan. Seperti Pilpres 2014, karena TGB dengan Ormas terbesarnya di NTB atau NW sudah diarahkan oleh TGB agar mendukung Jokowi, artinya bahwa Jokowi menang sekitar 1,5% suara nasional di wilayah NUSRA sehingga modal Jokowi sudah naik menjadi lebih kurang 6% unggul suara secara nasional.

Terakhir di wilayah Kalimantan dengan jumlah propinsi yaitu 5 propinsi, ditambah Kaltara yang baru-baru ini disahkan oleh pemerintah pusat menjadi propinsi. Jumlah penduduk di wilayah Kalimantan mencapai 14 juta, cuman beda 1 juta dengan wilayah NUSRA, adapun porsetase pemilih nasional di wilayah kalimantan yaitu 8% suara nasional.

Peluang wilayah Kalimantan, penulis membaca bahwa dari kedua calon itu, tidak ada yang menang signifikan, atau bisa jadi Jokowi agak unggul di wilayah Kalimantan, tetapi tetap tidak mencapai 1% suara nasional, sehingga Jokowi masih punya modal yaitu 5% s/d 6% suara secara nasional.

Nah, sekarang kita beralih ke wilayah Indonesia Timur yang meliputi 4 propinsi yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua, dengan jumlah penduduk lebih kurang 5 juta jiwa atau mencapai 3% pemilih nasional dan sudah jelas di sana menang Jokowi, namun penulis hitung sebagai kalkulasi yang kotor di wilayah Indonesia Timur, sehingga Jokowi masih mempunyai modal yaitu tetap unggul 5%-6% suara nasional.

Berdasarkan data yang menjadi dasar tulisan ini, yaitu sudah mencapai 95% partisipasi pemilih tingkat nasional. Itulah sebabnya penulis katakan bahwa Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 peluangnya kecil, bisa di bilang nihil.

Berangkat dari hal tersebut diatas, bisa jadi Jokowi-KH. Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo -Sandiaga sekitar 5% s/d 6% di Pilpres 2019. Manusia hanya bisa memprediksi, hanya Allah yang tahu pasti akan hal tersebut.

Wallahu a'lam bish-shawab. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Penulis: Samrin, S.Pd.
Pemuda asal Bima NTB / Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Indraprasta (UNINDRA) Jakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website