Headlines News :
Home » » Wayang Termasuk Karya Seni dan Budaya Indonesia yang Adi Luhung

Wayang Termasuk Karya Seni dan Budaya Indonesia yang Adi Luhung

Written By Pewarta News on Senin, 13 Agustus 2018 | 04.37

Anggota DPD RI Hafidh Asrom saat menyampaikan sambutan dalam acara Merti Dusun, 09/08/2018.
Bantul, PEWARTAnews.com – Wayang merupakan seni pertunjukkan hasil karya asli Indonesia yang keberadaannya begitu sangat berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Kegiatan seni pertunjukan wayang juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu. Daerah-daerah lain pun melakukan pertunjukan wayang ini dengan gaya dan variasi daerahnya masing-masing.

Di mata bangsa Indonesia wayang sangat berarti. Saking berartinya, seni pertunjukan wayang ini, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB itu, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Karena begitu berharganya pertunjukan wayang ini dimata Indonesia dan dunia, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs. H. A. Hafidh Ashrom, M.M. menghadiri seni pertunjukan wayang yang telah digelar pada 9 Agustus 2018 di Dusuh Nglampiran, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DIY.

Menurut senator senayan Hafidh Ashrom, mengatakan bahwasannya wayang yang sering dipentaskan para dalang-dalang di Indonesia merupakan karya seni dan budaya asli Indonesia yang adi luhung. Selain itu, menurut Hafidh Asrom, wayang ini memiliki makna dan nilai filosofi yang tinggi dan juga mampu dijadikan alat untuk membentuk moral dan budi pekerti manusia. “Wayang termasuk karya seni dan budaya Indonesia yang adi luhung. Di samping bernilai filosofi yang dalam, wayang juga sebagai wahana atau alat pendidikan moral dan budi pekerti,” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini, Hafidh Asrom sangat mengapresiasinya dan mendorong untuk terus dilestarikan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Hal itu, kata Fafidh Asrom, mendorong semangatnya untuk menghadir kegiatan tersebut. “Berangkat dari hal tersebut, Saya hadir dan mengapreasiasi acara Merti Dusun, yang dimeriahkan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugrogo, di Dusuh Nglampiran, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Bantul,” bebernya. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website