Headlines News :
Home » » WhatsApp menjadi Sarana KH Ma’ruf Amin Ajukan Non Aktif Ketum MUI

WhatsApp menjadi Sarana KH Ma’ruf Amin Ajukan Non Aktif Ketum MUI

Written By Pewarta News on Rabu, 29 Agustus 2018 | 17.52

Calon Wakil Presiden 2019-2024 KH Ma'ruf Amin.
Jakarta, PEWARTAnews.com -- KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terpilih untuk mendampingi Presiden sekaligus calon presiden Joko Widodo untuk menjadi calon presiden pada pemilihan umum tahun 2019 mendatang telah mengajukan non aktif dari jabatan yang diamanahkan kepadanya saat ini. Pengajuan non aktif tersebut diajukan melalui pesan singkat WhatsApp, bukan melalui surat tertulis.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/8/2018), beliau mengatakan bahwa “Kami belum menerima secara tertulis kecuali lewat pesan WA dari sekjen MUI bahwa sudah ada semacam kesimpulan rapat dewan pimpinan MUI eksekutif kamarin, (K.H) Ma’ruf Amin menyatakan non aktif dan menyerahkan pengelolaan organisasi sehari-hari pada wakil ketum,” ucap Din Syamsudin yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini seperti diwartakan detik.com, 29/08/2018.

Salahsatu tokoh agama asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menegaskan bahwannya MUI belum menerima pengajuan non aktif secara tertulis dari K.H. Ma’ruf Amin. “Secara tertulis belum pada kami.” beber Din Syamsuddin.

Meskipun belum mengajukan surat resmi non aktif dari jabatannya sebagau ketua umum MUI, surat resmi tersebut tidak wajib, dengan dinobatkan sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024 Din Syamsuddin menyebutkan jika KH Ma’ruf Amin saat ini menjadi ketua umum non aktif sekitar 6 hingga 7 bulan ke depan.

Din Syamsuddin yang juga saat masa mudanya pernah menjadi ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) ini mengungkapkan bahwasannya permintaan non aktif tertulis itu tidak wajib, pesan singkat melalui WhatsApp yang dilakukan KH Ma'ruf Amin dapat diterima sebagai informasi, tapi sikap dewan mewanti-wanti agar MUI harus netral di atas semua kelompok dan umat Islam dan tidak perlu ragu-ragu ke MUI.

KH Ma’ruf Amin yang juga kini merangkap jadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini nantinya diwajibkan mundur jika dalam pemilihan umum 2019 mendatang Ia terpilih menjadi wakil presiden RI. Hal tersebut merupakan peraturan MUI yang berdasarkan pedoman rumah tangga MUI pasal 1 ayat 6 butir F.

(Mu’amaroh, anisrina@ymail.com)


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website