Headlines News :
Home » , » Caleg Kota Jogja: Pemilih Cerdas Memilih dengan Prinsip tidak Bisa Diintervensi

Caleg Kota Jogja: Pemilih Cerdas Memilih dengan Prinsip tidak Bisa Diintervensi

Written By Pewarta News on Minggu, 09 September 2018 | 21.49

Caleg DPRD Kota Yogyakarta Nurul Ihsan, S.H. (berpeci) saat mendampingi Ketua PKB Kota Yogyakarta Solihul Hadi, S.H. ketika bersilaturrahim dengan masyarakat Kota Yogyakarta belum lama ini.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Akhir-akhir ini kita sering menemukan percakapan dunia maya yang tidak mendidik. Indonesia saat ini disambut dengan tahun politik. Menghujat seseorang dilakukan dengan mudah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, baik lewat dunia nyata lebih-lebih bertebaran di dunia maya, itu membuktikan kesadaran politik kita sangat minim. Kondisi demikian yang menggetarkan hati salahsatu Calon Legislatif Kota Yogyakarta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nurul Ihsan, S.H. untuk mengeluarkan komentarnya terkait fenomena ini.

Nurul Ihsan mengajak generasi milenial untuk berpikir cerdas dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, biar sebisa mungkin tidak mudah terpengaruh dan juga bisa seimbang dalam menyikapi segala sesuatu. “Hai Pemuda millenial. Pemilih cerdas itu bukan memilih karena tekanan politik, memahami fakta calon yang dipilih tidak seimbang, apalagi ikut-ikutan,” bebernya pada 03/09/2018.

Lebih lanjut Nurul Ihsan mengatakan agar para pemilih memilih pemimpinnya atas keyakinan yang kokoh dan jangan gegabah apalagi dengan mudahnya untuk ikut arus. Sukur-sukur arus yang diikuti memang benar, kata Ihsan, apabila arus yang kita ikuti membawa kemudharatan yang lebih besar, maka kita pun menanggung akibat buruk tersebut. “Pemilih cerdas itu yang memilih dengan prinsip, tidak bisa diintervensi, memahami fakta-fakta calon pemimpinnya dan memilih atas keyakinan yang sadar tanpa ikut arus,” ucap Ihsan.

Nurul Ihsan juga mengajak agar memilih seorang pemimpin yang bisa memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat luas. Ihsan juga mengajak para pemilih untuk menelusuri, menelaah dan menganalisa terlebih dahulu sebelum meneriakkan sesuatu sebagai bentuk keresahan. “Setiap pemimpin pasti ada kekurangannya, maka yang kita pilih adalah pemimpin apabila kekuasaan ditangannya jauh lebih banyak manfaatnya daripada mudhoratnya. Selamat pagi generasi milenial, jangan teriak duluan baru mencari tau, namun caritaulah lebih awal baru teriakkan”, kata pria yang belum lama ini telah berhasil mempertahankan skripsinya dihadapan penguji munaqosah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website