Headlines News :
Home » » Eks Ketua PWNU DIY: Biasakan Respect Each Other dan Mudah Memaafkan

Eks Ketua PWNU DIY: Biasakan Respect Each Other dan Mudah Memaafkan

Written By Pewarta News on Minggu, 16 September 2018 | 07.00

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Mantan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) masa bakti 2011-2016 Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. mengatakan bahwasannya manusia pada hakekatnya tidak sempurna, karena setiap insan bisa lupa bisa salah, innal insaana mahalul khatha’ wan nis-yan. “Tapi mengapa kita sering menyoal titik lemah orang lain. Padahal belum tentu kita lebih baik dari mereka, yang kita olok-olok, kita sindir, kita underestimate? Inilah jebakan yang berat. Kita seharusnya selalu ingat, jangan-jangan yang kita caci maki dan remehkan itu lebih baik dari kita sendiri,” beber Prof. Rochmat Wahab, 10/09/2018 melalui akun facebooknya Rochmat Wahab.

Rochmat membeberkan bahwasannya Allah SWT sang pencipta alam semesta ini menciptakan manusia adalah makhlum yang sempurna, dibandingkan makhluk-makhluk lain diluar manusia yang juga diciptakan Allah SWT. “Kita juga perlu selalu ingat, bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan manusia sebagai makhluk yang terbaik. ‘Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim’. Artinya bahwa setiap insan memiliki potensi kebaikan. Karena itu sudah seharusnya kita lebih utamakan melatih diri dan terus belajar berprasangka positif, husnudz dhan, atau positive thinking kepada orang lain,” cetusnya.

Prof. Rochmat Wahab lebih lanjut mengatakan, kita sebagai insan yang bertuhan, sangat perlu membiasakan diri meminta maaf ketika melakukan suatu kekhilafan, serta dalam sosial dan bermasyarakat perlu saling menghormati antara satu sama lainnya. “Biasakan respect each other dan mudah memaafkan dan minta maaf atas kehilafan,” ucap sang profesor yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Forum Rektor Indonesia (FRI) .

Lebih jauh Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019 ini berucap, jika setiap insan bisa memulai dengan hati bersih, sikap positif dan perilaku yang ramah dan santun, insya Allah kedamaian hidup dalam keluarga dan di tengah kehidupan bermasyarakat dapat kita rasakan bersama-sama, termasuk dalam berbangsa dan bernegara.

“Untuk meraih kehidupan yang damai, kita sangat butuh perbaikan, untuk perbaikan butuh perubahan, untuk perubahan harus ada perbedaan. Karena itu adanya perbedaan jangan kita jadikan masalah, melainkan harus kita manaj dengan hati bersih dan pikiran positif, semoga mendatangkan rahmat,” harap Rochmat. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website