Headlines News :
Home » , » Kongres Pancasila X di UGM, Prof. Rochmat Wahab: Pancasila Bersifat Final Harus Diamalkan dengan Penuh Kesadaran

Kongres Pancasila X di UGM, Prof. Rochmat Wahab: Pancasila Bersifat Final Harus Diamalkan dengan Penuh Kesadaran

Written By Pewarta News on Senin, 10 September 2018 | 09.17

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. (paling ujung kanan baju batik coklat), saat menjadi salahsatu narasumber Kongres Pancasila X, 24/08/2018.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. berkesempatan menjadi salahsatu pemateri dalam acara Kongres Pancasila X di Universitas Gadjah Mada (UGM), tanggal 23-24 Agustus 2018 di rusng Sidang Senat UGM Gedung Balairung. Materi yang disampaikan dengan tema “Peran PT Kependidikan dalam Pelembagaan dan Pembudayaan Pancasila”.

Rochmat Wahab memandang bahwasannya momentum ini merupakan momentum berharga untuk sharing terkait Pancasila sebagai landasan dasar ideologi bangsa yang mesti tertanam dalam benak semua insan di seluruh Indonesia. “(Acara ini) merupakan kesempatan yang sangat berharga. Mengapa, karena saat ini Pancasila sedang diuji lagi atas posisinya sebagai dasar falsafat dan pandangan hidup bangsa Indonesia harus mampu melindungi dan menyelamatkan kehidupan bangsa Indonesia dari berbagai gangguan dan ancaman terlebih-lebih di era Digital dan Disrupsi. Terlebih-lebih munculnya radikalisme dan terorisme, serta masuknya faham kapitalisme, materialisme, pragmatisme, dan hedonisme yang sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” bebernya.

Lebih lanjut mantan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) masa bakti 2011-2016 ini mengatakan bahwasannya adanya Pancasila harus mampu dimaknai secara utuh oleh semua elemen bangsa sebagai pribadi dan juga sebisa mungkin diamalkan kepada sesama demi keutuhan bangsa dan negara tercinta. “Pancasila yang bersifat final sebagai dasar negara seharusnya dapat dikuasai, dihayati dan diamalkan semua warga dengan penuh kesadaran, bahkan tidak hanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi orang lain dan bangsa,” ucapnya.

Selain itu, sang profesor yang juga sebagai Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019 ini berharap Pancasila harus diformulasikan sebaik-baiknya dalam perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi kependidikan, agar sarjana-sarjana yang dihasilkan mampu secara utuh memaknai Pancasila seperti yang diharapkan para funding father bangsa ini, dan kelak mampu mengedukasi siswa-siswanya ketika sudah menjadi seorang guru kependidikan. “Perguruan Tinggi Kependidikan dalam mewujudkan tridharmanya, terutama dalam pelembagaan dan pembudayaan Pancasila, tidak hanya bertanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang pancasilais, melainkan juga mampu menjadi pendidik pada jalur pendidikan formal dan nonformal yang bisa melakukan sosialisasi dan desiminasi nilai-nilai pancasila bagi siswa-siswanya. Dengan tuntutan double, maka sistem pendidikan PT Kependidikan harus dimanaj dengan sebaik-baiknya, baik kurikulum, proses pembelajaran, pembinaan kemahasiswaan, maupun penciptaan lingkungan kependidikan,” harap Rochmat yang juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan Forum Rektor Indonesia (FRI) 2018 ini.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website