Headlines News :
Home » » Pesan Bu Nyai kepada Santri Huffadz

Pesan Bu Nyai kepada Santri Huffadz

Written By Pewarta News on Selasa, 18 September 2018 | 08.57

Suasana saat acara Kotagede Bersholawat.
PEWARTAnews.com -- Salam ta’dzim saya kagem Al Mukarramah Ibu Ny. Hj. Siti Syamsiyyah DZ (Almarhumah – Pengasuh PP. An-Ni’mah Kanggotan) dan Al Mukarramah Ibu Ny. Hj. Barokah Asyhari Nawawi (Pengasuh PP. Nurul Ummah Putri Kotagede).

Melalui foto ini, saya teringat wejangan/nasihat yang selalu diberikan Bu Nyai Syamsiyyah (Pengasuh PP. An-Ni’mah, Kanggotan) kepada santri putri, khususnya yang sedang menghafal al qur’an dan atau telah menyelesaikan hafalannya. Dalam wejangannya tersebut, beliau selalu berpesan: “Agar senantiasa menikmati proses. Proses itu harus dilalui dan harus dijalani dengan baik dan sabar. Nikmati-lah setapak demi setapak, langkah demi langkah untuk sebuah jalan. Tak usah buru-buru dalam hal apapun, termasuk dalam hal menikah.

Karena pada saat itu mayoritas santri masih single/belum menikah, bu Nyai selalu memberikan nasihat dan pesan agar senantiasa memanfaatkan waktu dengan baik ketika di pondok. Artinya, mumpung masih muda, matangkan dulu Qur’an-nya. Karena ketika sudah menikah, pasti akan banyak tanggungan dan itu jelas menyita waktu untuk nderes (baca Al-Qur’an). Bagi seorang wanita, ketika sudah mempunyai anak dan suami tentu orientasinya (cara pandang dan aktivitas) jauh berbeda ketika masih single. Belum lagi ketika melayani mertua (kalau tinggal serumah). Pasti hal itu sangat menyita waktu. Maka sebelum bertemu dengan jodoh kalian (para santri), lancarkan dan lanyahkan dulu hafalan kalian. Seorang yang menghafal Qur’an dimanapun dan kapapun berada, akan dibutuhkan oleh masyarakat. Entah sebagai guru ngaji ataupun yang lainnya. Kelak ketika kalian hidup dimasyarakat, masing-masing kalian akan “membawa nama baik” suami kalian. Kalau kalian disimak, dan ternyata lancar pasti yang pertama kali ditanya itu istri siapa ya?. Dengan demikian, saat-saat menjadi santri di Pondok-lah, seharusnya kalian jadikan ajang belajar dengan mempersiapkan segala hal guna bekal untuk terjun ke masyarakat serta perbaikan kualitas diri dimasa depan.

Lika-liku rumah tangga tidak semudah yang dipikirkan dan dibayangkan oleh kebanyakan orang. Kalian tak tau, bagaimana suami kalian besok. Apakah peka dan pengertian, atau harus dikode terlebih dahulu. Suatu kenikmatan dan kesyukuran yang luar biasa apabila kalian mendapatkan pendamping hidup yang bersedia meluangkan waktunya (meski hanya 20-30 menit/harinya) untuk nyimak kalian. Yang seperti itulah, sik bisa ngrekso (menjaga) hafalan kalian. Jika tidak, lantas bagaimana? Kalian harus mencuri-curi waktu untuk nderes. Ya kalau suami kalian dulu pernah mondok, pasti paham dan mau mengerti. Tapi jika belum pernah, kalian yang harus memberikan pengertian kepadanya. Itupun kalau Qur’an kalian sudah lancar, jika belum? Maka sekali lagi, manfaatkan waktu muda dengan baik. Jangan buru-buru menikah. Semua itu harus ada ilmu, hikmah dan kebijaksanaan-nya”.

Oleh dasar itulah, saya sering melihat bu Nyai Syamsiyyah DZ sedih ketika melihat santrinya yang dirasa belum tuntas tapi sudah mau melangkah ke jenjang yang penuh amanah dan tanggungjawab (read : pernikahan). Nikah itu berat oey, saya aja belum kuat. Hehehe. Tapi kadang terbesit rasa ingin (pengen), ah itu hanya labil saja. Wkwkwk.

Untuk para mbak-mbak penghafal Qur’an, sebenarnya saya punya tips sederhana untuk mengetes “calon pasangan” anda apakah benar-benar bisa meluangkan waktu-nya atau tidak. Cobalah, sebelum menerima lamarannya, suruhlah dia nyimak jenengan 1 jus/hari nya. Kalau dalam waktu 20 menit kok si doi sudah ngantuk, eliminasi-lah. Cari yang lain !. Simple kan. Hehehe

Foto ini penulis ambil tepat pada tanggal 17 Agustus 2018 saat menghadiri prosesi wisuda bil ghaib 30 Juz teman saya di Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang nyantri di Nurul Ummah Putri, Kotagede.

Allahummarhamnaa bil Qur’an. Wahsyurnaa ma’a ahlil qur’an. Wahdinaa bi hidayatil Qur’an. mugi kecipratan barokahipun Al-Qur'an. Aamiin.


Penulis: Siti Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website