Headlines News :
Home » » Puisi "Negeriku"

Puisi "Negeriku"

Written By Pewarta News on Senin, 24 September 2018 | 12.19

Jumratun.
Malapetaka meraja dimana-mana,
Duka bertaburan disetiap halaman rumah,
Luka-luka bersembunyi dibalik sujud,
Setiap hari bergelimang air mata,
Setiap hari adalah Transaksi,
Pelecahan menjadi barang eceren yang diobral oleh semua orang,
Kebenaran dibungkam kebohongan diseminarkan.

Kapan itu berakhir?

Lombok menangis karena janji presiden tak kunjung terealisasi,
Bima kebingunan karena harga bawang yang makin hari makin tidak stabil,
Kalimantan sesak karena oksingen dunia kebakaran,
Sedangkan peci dan jubah ambil pagung dimana-dimana.

Negeriku ngeri yah,
Suara Adzan ingin di batasi,
Salah ucap dikenakan sangsi,
Hak asasi manusia tidak lagi berarti,
Ibu-ibu menyampaikan anspirasi malah di pukul mundur.

Negeriku
Dimana engkau yang dulu,
Dimana kesejukan itu,
Dimana kedamainan itu,
Dimana?
Sepertinya saya rindu ingin berjumpa kembali dengan mu,
Negeri ku makin hari makin membuatku kehilangan kemanusiaan.


Yogyakarta, 20 September 2019
Karya: Jumratun

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website