Headlines News :
Home » , » Sebuah Sajak Tentang Perjuangan

Sebuah Sajak Tentang Perjuangan

Written By Pewarta News on Kamis, 20 September 2018 | 02.39

Morgan Guevara.
PEWARTAnews.com -- Wahai kawan-kawanku yang satu perjuangan, bukankah revolusi itu suatu jalan untuk membebaskan rakyat dari jeratan kemiskinan.

Jika engkau mengatakan iya, maka libatkan dirimu dalam perjuangan rakyat.
Tidak ada jalan lain yang mampu membebaskan buruh, petani, perempuan dan kaum miskin kota selain revolusi.

Bukankah engkau percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang panjang, dan sanggat sulit. Sulit, bukan berarti mustahil bahwa suatu kemenangan revolusi disuatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja.

Wahai kawanku untuk apa engkau berpendidikan tinggi, untuk apa? Bukankah tujuan pendidikan yang semestinya untuk membebaskan rakyat dari jeratan kapitalisme.

Apakah engkau hanya ingin menitipkan nasibmu dalam dunia pendidikan, menyandarkan derajat yang tinggi dimata sosial.

Apakah engkau hanya inggin menyombongkan dirimu didepan kawan-kawanmu yang tak mampu mengenyam pendidikan tinggi.

Apakah engkau hanya ingin mengakukan dirimu di junior-juniormu.
Apakah enggkau hanya inggin menyombongkan dirimu di depan buruh-buruh, didepan petani-petani, dan didepan perempuan-perempuan.

Apakah engkau tidak sadar bahwa dirimu akan menjadi buruh, apakah engkau tidak sadar bahwa enggkau akan menjadi pengangguran.

Jika pendidikan hari ini dibawah sistem kapitalisme hanya mampu menciptakan penganguran, generasi yang memiliki sifat apatis, oportunis, dan hedonisme maka selayaknya pendidikan bukan dikatakan mencerdaskan dan membebaskan rakyat, akan tetapi  pendidikan layaknya seperti barang yang diperdagangkan untuk menghisap kaum muda.

Aku enggan melihat anak muda yang menyandarkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat tapi aku ragu apakah mereka mampu serta sanggup melawan arus. Arus itulah yang mengelamkan nyali kita semua.

Aku inggin duduk bersama kalian, menonton orang-orang pandai berdebat di televisi, atau melihat  aktivis yang dulu lantang melawan kini mendukung elit politik borjuasi busuk untuk menjadi penguasa yang akan menindas rakyat miskin, murah sekali harga seorang aktivis yang tidak memiliki harga diri telah  melacurkan keyakinan,  sangat ngeri,  aku menyaksikan orang-orang pandai berbohong dengan ilmu pengetahuan mereka.

Keberanian seperti sikap keberimanan, jika engkau memperoleh keberanian maka kau memiliki harga diri, sikap bermartabat yang membuat kita tidak mudah untuk dibujuk.

Perjuangan mengajarkanku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis, kemiskinan mendidikku untuk tidak mudah yakin dengan janji-janji para elit politik busuk.

Akan aku habiskan waktuku untuk terlibat langsung dan berjuang bersama buruh, petani, perempuan dan kaum miskin kota melawan.

Akan aku libatkan diri dalam berjuang untuk mengangkat martabat Papua menuntut haknya sebagai anak bangsa, karna aku tidak mau menjadi kolonial bagimu.

Akan aku libatkan diri dalam perjuangan buruh yang di PHK, mahasiswa yang di droup out, petani yang di gusur dan perempuan yang  memperjuangkan hak hidupnya.

Akan aku sapa setian anak lapar yang menjinjing bekas botol minuman untuk mendapat uang receh.

Bukankah enggkau percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang panjang, sanggat sulit, sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil bahwa suatu memenagan revolusi disuatu negara hanya akan terjadi dinegara itu saja.

Jika engkau inggin mengetahui bagaimana jalannya revolusi maka libatkan dirimu dalam perjuangan revolusi.

Wahai kawanku, kita bukan melawan siput, tetapi buaya dan serigala yang akan menerkam jika kita lenggah.


Yogyakarta, 16 Mei 2018
Karya: Morgan Guevara
Salahsatu Mahasiswa Yogyakarta
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website