Headlines News :
Home » , » Tentang Letto

Tentang Letto

Written By Pewarta News on Senin, 24 September 2018 | 13.29

Letto. Foto: tribunnews.com.
PEWARTAnews.com -- Dahulu sepulang dari sekolah (SD) yang pertama kali saya tonton di TV adalah lagu-lagu POP. Masih teringat sampai saat ini, channel TV yang sering saya tonton adalah Global TV dan RBTV karena kedua channel tersebut selalu menyajikan lagu-lagu POP dengan beberapa nominasi. Tibalah saat itu, saya jatuh cinta dengan lagu-nya Letto yang berjudul “Sebelum Cahaya, Permintaan hati dan Sandaran hati”. Enak didengar dan dirasa. Bahkan sampai sekarang, saya masih hafal lirik lagu tersebut.

Lambat laun, saya melupakan artis-artis Indonesia karena jarang nonton mereka. Tapi ketika ada lagu bagus, saya tertarik untuk mendengarkan dan bergegas untuk nyari di internet (saat itu nyebutnya begitu, belum kenal dengan nama Youtube). Haha #ndeso. Tentu lagu yang menarik dan bagus itu “relatif” ya. Bisa jadi, bagi saya bagus namun bagi orang lain biasa-biasa aja. Maklum, selera orang beda-beda. Hehehe. Tergantung konteks dan situasi hati juga.

Setelah beberapa tahun lamanya saya jarang nonton TV, bahkan tak tau kabar letto bagaimana, udah rilis lagu baru apa saja pun saya tak tahu. Saat saya kelas 3 Aliyah, ibu saya bilang kalau ternyata Putra-nya Cak Nun itu Mas Sabrang (Voc. Letto Band). Dengan santai saya respon oh iya to.
Karena pada saat itu saya belum tertarik dengan Cak Nun dan mengenal dekat Cak Nun, jadi ya biasa-biasa saja. Mungkin ini bisa dianalogikan dengan ketika kita jatuh cinta. Perasaan kita biasa-biasa saja karena memang kita belum mengenal dekat dengan-nya. Namun ketika sudah mengenal dekat, bahkan sangat dekat, ikatan emosional itu akan terjalin dan pada akhirnya cinta dan saling mencintai. Begitu pula yang saya alami terhadap Cak Nun.

Waktu terus berputar. Kebutuhan emosional, intelektual dan spiritual saya juga menuntut untuk terus diberi amunisi, hingga akhirnya saya mengikuti salah satu pengajian yang kebetulan menghadirkan Cak Nun dan Kiyai Kanjeng. Seseorang yang jatuh cinta pasti ada sebab, alias semua hal ada asbab-nya. Kalian dinikahi dengan seseorang, itu juga karena sebab. Sama halnya yang saya alami ketika mengikuti pengajian Cak Nun. Pengen ikut terus, kemanapun beliau pergi. Ya, saya “mendeklarasikan diri sebagai santri beliau”. Lalu seusai pengajian tersebut, saya stalking di medsos dan tanya-tanya pada kawan. Ternyata oh ternyata, Cak Nun punya jama’ah Maiyah setiap tanggal 17 setiap bulannya di Kadipiro. Sejak saat itulah, selalu saya sempatkan untuk datang ke majlis beliau (tepat ketika saya semester 5) sekitar bulan Oktober 2017. Bulan itulah pertama kali saya mengenal Cak Nun langsung sampai ke hati. Hehehehe.

Setiap Maiyah pada tanggal 17 tersebut, Mas Sabrang (Letto) selalu ada dipanggung. Entah menjadi moderator, narasumber maupun pengisi lagu/tim hore. Betapa luar biasanya Gusti Allah, mempertemukan saya dengan beliau. Setidaknya bisa face to face karena sudah sangat lama tidak nonton beliau di TV.

Sebelum saya nge-share tulisan ini, saya sempatkan untuk nonton video klip dan merasakan setiap lagu Letto Band (17/09/2018). Baru sadar, kalau ternyata dibalik lagu-lagu Letto mengandung makna filosofis yang amat sangat dalam. Saya berkata pada diri saya sendiri “seandainya tema skripsi-ku belum di ACC Kajur, mungkin akan ku ajukan tema terkait dengan lagu-lagu letto dan relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan pendekatan hermeunetika sebagai alat analisinya. Meski video klip nya tidak islami (secara kasat mata) tapi ada makna esotoris yang sangat luar biasa. Saya suka, saya suka.

Jangan dilihat dari covernya yak, tapi pahami substansi dan makna dibalik kata-kata lagunya. Monggo bagi yang berminat mengangkat lagu-lagu letto menjadi skripsi. Hehehe khususnya anak PAI.

Sampai detik ini saya juga suka lagunya Krispatih “Demi Cinta”. Video klipnya bikin nangis.


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website