Headlines News :
Home » » PCNU Jogja Meriahkan HSN 2018, Ketua Panitia: Santri Harus Implementasikan Tri Darma Pesantren dan Prinsip Aswaja

PCNU Jogja Meriahkan HSN 2018, Ketua Panitia: Santri Harus Implementasikan Tri Darma Pesantren dan Prinsip Aswaja

Written By Pewarta News on Jumat, 19 Oktober 2018 | 11.52

Panitia HSN PCNU Kota Yogyakarta saat berkoordinasi persiapan HSN 2018.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Hari santri 22 Oktober merupakan refleksi dan histori perjuangan para Kiai dan kaum santri sarungan Nusantara melalui Resolusi Jihad NU Mbah KH. Hasyim Asya'ari dalam melawan penjajah pra kemerdekaan.

Menyambut Hari Santri Nasional, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta ikut meramaikan dan memeriahkannya dengan berbagaimacam agenda, salahsatunya melalui upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2018 yang merupakan puncaknya.

Dalam menyambut HSN 2018, Ketua Panitia HSN PCNU Kota Yogyakarta Solihul Hadi, S.H. mengingatkan pada kita semua untuk membentengi diri dalam menghadapi era milenial, terutama pada santri agar sebisa mungkin mengimplementasikan tri darma pondok pesantren. "Perkembangan tekhnologi di era milenial saat ini sangat cepat dan tanpa ampun, maka disini Santri harus mampu menyesuaikan diri sekaligus menjawab tantangan jaman dengan mengimplementasikan  tri dharma pondok pesantren yaitu keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt., pengembangan ilmu yang bermanfaat dan pengabdian pada agama masyarakat dan Negara, serta dengan menerapkan prinsip-prinsip ahlussunah wal jama'ah annahdliyah, empat hal tersebut harus bisa diselaraskan agar santri dapat membuat narasi besar dalam mempertahankan NKRI dan menyatukan Indonesia," beber Solihul.

Lebih lanjut, pemuda yang juga menjadi Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta ini membeberkan bahwa saat upacara HSN 2018 di Kota Yogyakarta nanti akan menghadirkan 4800 peserta utusan dari berbagai pondok pesantren di Kota Yogyakarta. "Upacara yang akan dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2018 di Lapangan Panahan (utara Lapangan Amongrogo) akan diikuti oleh 4800 peserta dari berbagai pondok pesantren dan utusan majelis dari empat belas kecamatan, ini adalah bukti kebangkitan warga Nahdliyin di Kota Yogyakarta," ucap Solihul.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website