Headlines News :
Home » » Renungan Jiwa dan Kedekapan Ukhwah

Renungan Jiwa dan Kedekapan Ukhwah

Written By Pewarta News on Rabu, 17 Oktober 2018 | 20.26

Abi Supriadi Soepomo.
Renungan Jiwa

Malam yang sunyi sepi mulai melantunkan sinar-sinar harapan
Lantunan suara alam ditiap-tiap sudut waktu
Kurenungi jiwa-ku yang tidak tahu arah kemana
Di setiap saat, aku tidur merenungi jiwa-ku penuh kepalsuan
Ku coba bangun di setiap tidur sejenak-ku,  melihat alam penuh dengan kerisaun

Ku bangun dari tempat singgah itu sambil berpikir kemana wajah-ku
Ku coba untuk berjalan untuk merenungi suara lantunan ayah ibu-ku
Ku mulai berlari, tetapi tatapan itu di selimuti kabut awan yang penuh dengan kehinaan
Ku berdo’a kepada kekasih-ku setiap saat supaya jiwa-ku di hadapanya

Oh ...... kekasih ku kurindu belain-Mu
Oh ...... kekasih-ku kurindu lantunan-Mu
Oh ...... kekasih-ku kurindu cahaya-Mu
Oh ...... kekasih-ku dekapan-Mu tubuhku merinding dalam kesunyian
Oh ...... kekasih-ku menyatulah dengan jiwa ini
Oh ...... kekasih-ku tangisan itu hanyalah suara bayi yang rindu belain-Mu.

Yoyakarta, 30 September 2018


Kedekapan Ukhwah

Salam sejahtera kepada kelurga-ku
Kurindu kasih sayang-mu
Kurindu sya’ir-sya’ir-mu
Kurindu nasehat-mu
Kurindu tangisan-mu
Kurindu canda tawa-mu
Kurindu kesetiaan-mu
Kurindu belain-mu
Kurindu alam pesonan itu karna aku hanyalah bayi yang tangis di saat-saat kesunyian malam.
Kerinduan menggelepar selalu menanti seperti bulan merindukan bintang.

Yogyakarta, 30 September 2018


Karya: Abi Supriadi Soepomo
Senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) / Pegiat Sastra pada Pusat Studi Pemuda Nusantara (PUSPARA)






Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website