Headlines News :
Home » » Silaturrahim Kemanusiaan di Lombok, Prof. Rochmat Wahab: Kemdikbud masih Fokus pada Sekolah Negeri, Swasta Belum Tersentuh

Silaturrahim Kemanusiaan di Lombok, Prof. Rochmat Wahab: Kemdikbud masih Fokus pada Sekolah Negeri, Swasta Belum Tersentuh

Written By Pewarta News on Rabu, 17 Oktober 2018 | 20.42

Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Lombok, PEWARTAnews.com – Belum lama ini, Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. bersilaturrahmi dengan para Kiai, Habaib, cendekiawan muslim, saudagar muslim, dan aktivis dakwah yang tergabung dalam Forum Peduli Bangsa (FPB) dalam agenda Silaturahim Kemanusiaan di Lombok Nusa Tenggara Barat. Agenda pertemuan ini dikoordinir oleh KH Mahfudz Syaubari ke Lombok. Agenda ini diselenggarakan dalam rangka membicarakan semua persoalan yang dihadapi oleh Lombok NTB sebagai daerah yang terkena bencana gempa bumi pada 12 dan 13 September 2018 silam.

Dalam pertemuan ini, Prof. Dr. H. Rochmat Wahab mengatakan dengan adanya peristiwa gempa yang terjadi di Lombok, banyak pelajaran yang menjadi bahan renungan kita bersama. “Ada pelajaran yang sangat berharga, guncangan gempa yang sudah melewati seribuan gempa dengan dua gempa di atas 7 SR membuat Lombok Utara yang hampir 95% bangunan hancur merata, disusul dengan Lombok Timur dan Lombok Barat,” bebernya Prof Rochmat, sambil menyebutkan acara ini didukung oleh Santri Tanggap Bencana (SANTANA) dari Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (Yayasan SPMAA) seluruh Indonesia dan Relawan dari Ponpes Riyadzul Jannah Pacet Mojokerto Jawa Timur.

Lebih jauh, Prof Rochmat mengatakan, “Dengan musibah yang sangat berat ini diharapkan sekali dapat dipetik hikmah yang sebesar-besarnya. Mushibah berat ini sebenarnya mengena bangsa Indonesia, namun sayang sekali belum ditetapkan sebagai bencana nasional, karena dikhawatirkan dapat berdampak terhadap dunia pariwisata. Padahal hasil pariwisata belum tentu bisa menjawab kebutuhan para kurban yang sekarang masih hidup di tenda-tenda yang panas sekali di siang hari dan dingin sekali di malam hari,” ucapnya.

Selain daripada berkenaan dengan dunia pendidikan, kata Rochmat, Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) hadir ternyata masih berfokus pada sekolah negeri, sedangkan yang swasta belum tersentuh. Bahkan lembaga-lembaga pendidikan agama, baik sekolah/madrasah maupun pesantren belum tersentuh sama sekali, bahkan hingga kini Menag (Menteri Agama) juga belum kunjungi daerah bencana, padahal sekolah agama lebih banyak daripada sekolah umum.

“Melihat kondisi ini perlu ada semangat bangkit yang harus dimiliki oleh semua pihak, khususnya penerintah daerah yang harus mem-back up-nya, di samping pemerintah pusat harus bangkit. Allah swt tidak akan pernah menguji hamba-Nya, kecuali yang mampu,” kata Profesor yang juga mantan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) masa bakti 2011-2016 ini.

Lebih lanjut, Ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019 ini mengatakan, “Selanjutnya perlu sesegera dibentuk dan dimantapkan Tim Rekontruksi, baik untuk kepentingan jangka pendek, menengah maupun panjang. Dukungan dari perguruan tinggi negeri dan swasta perlu segera diwujudkan, setidak-tidaknya dikordinasikan oleh Kemristekdikti yang bekerjasama dengan asosiasi-asosisi PT untuk adakan KKN atau Kuliah Kerja secara koordinatif ke daerah bencana. Tentu yang tidak kalah pentingnya pemberian beasiswa dan penurunan atau pembebasan biaya studi kepada mahasiswa asal daerah bencana sesuai dengan kondisi masing-masing. Setelah silaturahmi ke sejumlah Pimda dan Tuan Guru, alhamdulillah semua optimis untuk bangkit, semoga Allah swt tetap dan terus melindungi semua. Aamiin,” tambah Prof. Rochmat. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website