Headlines News :
Home » , » Asian Para Games dan Prestasi Gemilang Atlet Indonesia

Asian Para Games dan Prestasi Gemilang Atlet Indonesia

Written By Pewarta News on Rabu, 14 November 2018 | 00.20

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com – Asian Para Games saat pembukaan dibuka secara resmi oleh oleh Presiden RI Joko Widodo pada 6 Oktober 2018. Keberhasilan Asian Game Indonesia belum lama ini, baik sebagai penyelenggara maupun peserta (kontingen) telah membuktikan kesuksesan dan capaian prestasi yang gemilang. Harapan besar ini juga diikuti keberhasilan dan kesuksesan penyelenggaraan dan capaian prestasi panitia dan atlit (kontingen) Asian Para Games yang gemilang yang telah terselenggara juga belum lama ini (awal bulan Oktober).

Asian Para Games diharapkan sekali dijadikan momentum yang strategis untuk kebangkitan layanan bagi kontingen berkebutuhan khusus, baik dari kontingen luar negeri maupun kontingen Indonesia. Penulis sebagai bagian dari komunitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ikut memberikan apresiasi terhadap Panitia yang telah berusaha memberikan fasilitas, dukungan, dan layanan yang terbaik untuk mereka, bisa mengekselerasi layanan bermutu dan relevan, sehingga mereka bisa tampil optimal.

Hadiah dan bonus dari Pemerintah bagi atlit dan pelatihnya, idealnya sama, syukur-syukur bisa lebih. Paling tidak harapan itu jangan jauh di bawah dari peraih medali Asian Game. Alhamdulillah di hari pertama langsung dimulai untuk bulu tangkis beregu yang bisa raih medali emas.

Ada beberapa pelajaran dari Asian Para Games. Pertama, usaha sukseskan penyelenggaraan mengindikasikan bahwa perhatian pemerintah semakin positif terhadap individu berkebutuhan khusus. Kedua, aksesibilitas bagi individu berkebutuhan khusus meningkat secara kuantitatif dan kualitatif. Ketiga, masyarakat sudah semakin menerima kehadiran anak atau orang berkebutuhan khusus di ruang publik. Keempat, anak berkebutuhan khusus semakin selfconfident bahwa potensinya bisa tumbuh dan berkembang dengan lingkungan yang semakin kondusif. Kelima, kita seharusnya dapat melihat individu berkebutuhan khusus lebih pada potensi dan prestasinya, bukan kelemahan atau kecacatannya.

Keenam, dalam memberikan pelayanan kepada individu berkebutuhan khusus seharusnya diorientasikan untuk menuju kemandirian. Ketujuh, semua individu sama di hadapan Tuhan, termasuk antara individu yang berkebutuhan khusus dan yang normal, karena taqwa kepada Allah lah yang bisa membedakan di antara mereka.

Man is unique. Inilah pandangan populer Alfred Adler, seorang Ahli Psikologi Individual. Karena itu setiap individu itu punya style if life yang berbeda-beda. Kita harus respek antar sesama, rasa ini yang belakangan mulai luntur. Setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan. Sementara itu individu harus survive, dengan begitu seorang individu yang memiliki kelemahan yang berakibat pada rasa rendah diri (inferiority feeling) harus dikompensasi dengan pengembangan potensi atau kekuatan yang dimiliki dengan dorongan rasa keunggulan (superiority feeling). Praktek hidup ini bisa kita lihat pada Event Asian Para Games kemarin belum lama ini, bagaimana sejumlah atlet berkebutuhan khusus dengan ragam kelainannya, atas dasar kebutuhan berprestasi (need of achievement) dan kegigihan dan kesabaran pelatih dan manajer, sejumlah atlit bisa tunjukkan prestasi yang sangat gemilang.

Contoh lain, siapa yang tidak kenal Napoleon Bonaparte (1769-1821) yang berbadan kecil dan berhasil pimpin negara Perancis dan Revolusi Perancis dan seorang Adolf Hitler (1889-1945) yang impotent, memiliki keberanian yang luar biasa pimpin Revolusi Pan-Germany. Kelemahan yang dirasakan keduanya tidak otomatis menyebabkan tak berdaya dan inferior, tetapi justru mendorong dirinya untuk mengeksplorasi kekuatan dan mengusahakan diri secara optimal untuk bisa diwujudkan sehingga tidak hanya sekedar survive tetapi terbukti mampu mewarnai kehidupan dunia.

Atas dasar itulah kita dan orang lain yang memiliki kelemahan, seharusnya terinspirasi dan segera melakukan asesmen, baik sekali dilakukan sedini mungkin, sehingga ditemukan potensi yang terus dilakukan pembinaan dan latihan serta pendidikan yang sesuai untuk bisa tumbuh dan berkembang optimal, yang idealnya bisa lahirkan prestasi yang gemilang dan menakjubkan sekaligus sebagai wujud rasa syukur kepada-Nya. Kita ingat bahwa Allah swt tidak akan pernah menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya.

Bagaimana dengan pengalaman Anda, adakah catatan penting yang perlu di-share? Terima kasih.


Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website