Headlines News :
Home » » FIMNY Gelar Pelantikan Pengurus Periode 2018-2020 dan Dialog Publik

FIMNY Gelar Pelantikan Pengurus Periode 2018-2020 dan Dialog Publik

Written By Pewarta News on Rabu, 28 November 2018 | 21.04

Suasana saat Pembina FIMNY Sulaiman, S.IP. mengambil sumpah pelantikan pengurus FIMNY Periode 2018-2020.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Pelantikan Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pengurus periode 2018-2020 dilaksanakan pada hari Minggu (25/11/2018). Pengambilan sumpah pelantikan dilakukan oleh Sulaiman, S.IP. selaku salahsatu Pembina FIMNY. Selain pelantikan, acara ini juga dirangkaikan dengan Dialog Publik sukses terselenggara di Aula Golkar Yogyakarta.

Pelantikan Pengurus FIMNY Periode 2018-2020 yang diadakan bersamaan dengan Dialog Publik ini mempunyai tema yang berbeda. Adapun tema Pelaktikan yakni “Revitalisasi Nilai-Nilai Kepemimpinan untuk FIMNY yang Berkemajuan”, dan tema Dialog Publik yakni “Apa Kabar Pendidikan Indonesia Hari Ini?”. Acara ini bersamaan dengan menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2018.

Suni Setiawan Selaku Ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan bahwa persiapan dari diskusi publik tersebut sudah berlangsung sejak jauh-jauh hari. “Diskusi ini memang sudah dipersiapkan sejak jauh hari dengan persiapan yang matang. Diskusi berlangsung sejak pukul 10:00 sampai 12:00 berjalan cukup menarik. Sebelum diskusi Publik juga dilakukan Pelantikan Pengurus FIMNY. Alhamdulillah, acaranya berjalan dengan lancar tanpa adanya suatu hambatan yang berarti,” ujar Suni Setiawan (25/11/2018).

Andri Ardiansya, M.Pd. saat mengawali Dialog Publik, 25/11/2018.

Diskusi tersebut di pandu oleh Andri Ardiansya, M.Pd. (Mahasiswa Doktor Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta), dengan menghadirkan tiga orang pemateri. Pemateri pertama, Nawassyarif, M.Pd. (Direktur Utama Nusa Baca), membahas terkait bagaimana pendidikan di ranah informal, baik dari pendidikan yang bentuk sosial, keluarga tokoh masyarakat, Agama dan lain sebagainya, dan beliau berpesan bahwa, “Semua Orang adalah Guru dan dimanapun kita berada adalah sekolah,” beber Syarif.
Nawassyarif, M.Pd. saat menyampaikan materi dialog publik, 25/11/2018.

Pemateri kedua, Siti Muna Hayati, M.H.I. (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), membahas pendidikan dari segi formal, diawal penyampaiannya beliau sedikit menyinggung Pasal 31 UUD 1945. “Bunyi ayat-ayat dari pasal 31 UUD1945 diantaranya, 1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan; 2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; 3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang; 4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional; 5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia,” sebut Muna.
Siti Muna Hayati, M.H.I. saat menyampaikan materi dialog publik, 25/11/2018.

Kemudian Siti Muna Hayati mengupas Pendidikan dari segi formal. Di beliau juga bertanya, “Sudah berpendidikankah Indonesia?,” tanyanya. Berdasarkan data-data statistik yang beliau paparkan ternyata Indonesia belum berpendidikan, karena gaya yang di terapkan sekolah saat ini yaitu top down atau gaya bank (dimasukin terus tanpa ada proses dialegtika) dan sekolah kebanyakan hanya menjadikan manusia sebagai robot.

Pemateri ketiga Fajriatul Kamelia, S.I.Kom. (Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) membahas pendidikan dari perspektif media. Kamelia mengatakan bahwa ternyata dengan banyaknya media bukan malah mencerdaskan tapi malah membingungkan, maka dari itu beliau membeberkan agar masyarakat lebih cerdas membaca informasi di media. “Tidak boleh langsung mempercayai apa saja yang dikabarkan media, karena setiap media yang merilis berita membawa kepentingan masing-masing. Oleh karna itu ketika ada berita harus di analisis benar-benar supaya melahirkan daya kritis. Kemudian kita sebagai generasi penurus bangsa atau mahasiswa harus mampu menciptakan berita tandingan untuk mengabarkan kebenaran sesungguhnya di lapangan,”  kata Kamelia.

Fajriatul Kamelia, S.I.Kom. saat menyampaikan materi dialog publik, 25/11/2018.

Point yang terakhir, Andri Ardiansyah, M.Pd. selaku moderator terlihat sangat luar biasa dalam menghendel forum, sehingga diskusinya berjalan dengan lancar dan diakhir pembicaraannya beliau mengatakan bahwa, “Kalau ingin menjadi aktivis silakan kuliah di Makassar, kalau ingin menjadi cendekiawan atau ilmuwan kuliahlah di Yogyakarta umumnya lagi di Jawa, kemudian kalau ingin menjadi politisi maka Jakarta adalah tempatnya pas,” celotehnya dengan menggebu-gebu.

Adapun daftar nama Pengurus FIMNY 2018-2020 yakni sebagai Berikut, Ketua Umum Diky Julkarnain, Wakil Ketua Umum Fahrul Maulana Akbar, Sekretaris Ainul Rofik, Bendahara Yuni Yati. Bidang Sumber Daya Manusia (SDM): Muhammad Fauzi (Koordinator), Suni Setiawan, Istisusanti, Maemunah, Angga Pratama, Nining Marlina dan Mimi Israfana.

Senior FIMNY M. Jamil, S.H. saat menyerahkan kenang-kenangan untuk Pemateri Siti Muna Hayati, M.H.I. usai dialog publik, 25/11/2018.  

Bidang Olahraga, Arif Ardiansyah (Koordinator), Jumratun, Nurhidaya, Hafsah dan Nur Faujiah. Bidang Hubungan Masyarakat (HUMAS): Ardiansyah (Koordinator), Arif Gunawan, Faturrahman, Khairul Anas, Hajrah dan Nurhayati. Bidang Kerohanian: Afriadi (Koordinator), Lisa Roslina, Mihrajul Mukmin, Amin Rais, Junari, Baadiah dan Hamidah Suryana.

Diky Julkarnain selaku Ketua Umum FIMNY Periode 2018-2020 mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam acara pelantikan dan Dialog Publik tersebut. “Terimakasih kepada ketiga pemateri dan moderator, seluruh anggota FIMNY, dan tamu undangan yang sudah berpartisipasi dalam acara pelantikan yang berjalan dari pagi sampai siang har,” ucapnya. (Siti Hawa / PEWARTAnews)
Ketua Umum FIMNY Diky Julkarnain saat menyerahkan kenang-kenangan untuk Pemateri Fajriatul Kamelia, S.I.Kom. usai dialog publik, 25/11/2018.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website