Headlines News :
Home » , » Prof Rochmat: 4 Nilai di Balik Kelahiran Rasulullah Muhammad SAW

Prof Rochmat: 4 Nilai di Balik Kelahiran Rasulullah Muhammad SAW

Written By Pewarta News on Selasa, 27 November 2018 | 00.39

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. saat ngobrol santai bersama mantan Presiden Indonesia BJ Habibie.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Hari-hari suasana liburan Maulid Nabi beberapa waktu sebagaian orang menjadikannya sebagai liburan panjang, long weekend. Kita sebagai umat islam tentu tidak cukup menikmati liburannya, yang jauh lebih penting adalah nilai-nilai di balik kelahiran Rasulullah Muhammad SAW di dunia fana ini.

Tahun ini, Maulid Nabi Muhammad jatuh pada 20 November 2018. Menurut Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017 Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., setidak-tidaknya ada 4 hal penting yang menjadi nilai di balik kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. “Pertama, Rasulullah datang untuk meluruskan aqidah (Huwallaahul ladzii laailaaha illaa Huwa). Jika saat itu Rasulullah saw mengajak ummat manusia untuk meninggalkan perilaku musyrik (era jahiliyah), yang diindikasikan dengan penyembahan patung-patung di sekitar Ka’bah, untuk menjadi penduduk Makkah yang beriman dan bertaqwa, maka kini saatnya ummat Islam harus berhasil menghadapi jahiliyah moderen, yang dicirikan dengan kehidupan yang materialistik, kapitalistik, pragmatistik, hedonistik, dan sebagainya yang menghasilkan ilah-ilah modern, sebagai manifestasi ingkar hidayah Allah dan hukum Allah,” ucapnya.

“Kedua, Rasulullah saw dibangkitkan di bumi semata-mata untuk menyempurnakan akhlaq (Innamaa bu’itstu liutammima makaarimal akhlaaq). Saat itu akhlaq orang quraisy rusak sekali yang perilakunya tidak beradab.Kini dengan era globalisasi, nilai-nilai dari dunia luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam harus difilter, sehingga akhlaq ummat Islam tetap terjaga, marwah manusia tidak ter-downgrade-kan ke tempat yg terendah,” beber Prof Rochmat.

“Ketiga, Rasulullah saw hadir di dunia untuk rahmat seluruh alam (Wamaa arsalnaaka illaa rahmatal lil-‘aalaamiin). Maksudnya bahwa Rasulullah hadir untuk keselamatan, keberkahan dan anugerah, serta kedamaian bagi semua makhluk hidup dan mati di manapun dan kapanpun ilaa yaumil qiyaamah. Jika kehadiran Islam mengancam keselamatan dan kedamaian, maka faktor utamanya ada di manusianya,” katanya.

“Keempat, Rasulullah saw hadir menjadi teladan (Laqad kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanatal limang kaana yarjullaaha wal yaumal aakhira wadzakarallaaha katsiiraa). Teladan dalam seluruh aspek kehidupan. Apakah sebagai pribadi, kepala rumah tangga, penyebar agama, maupun pimpinan negara dan sebagainya, baik berupa sikap, perkataan, maupun perilakunya. Yang semuanya dapat dibaca hadits-hadits Rasulullah saw,” cetusnya.

Selanjutnya, kata Prof. Rochmat, apa yang bisa kita lakukan untuk memperingati Maulud Nabi, yaitu banyak membaca shalawat untuk Nabi saw (Ingat Allah dan Malaikat saja memberi shalawat), mengkaji tarih Rasulullah (untuk mendapatkan pelajaran kehidupan), dan berusaha membumikan ajaran yang dibawa Rasulullah saw. “Hanya kepadamu Ya Allah swt kami mohon untuk terus mendapatkan spirit dan kemampuan dalam mengikuti keteladanan Rasulullah. Aamiin,” tutup mantan Ketua Tanfidziah PWNU DIY ini.


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website