Headlines News :
Home » » Umar Wiriyadi, dari Pemalu Menjadi Super Aktif

Umar Wiriyadi, dari Pemalu Menjadi Super Aktif

Written By Pewarta News on Selasa, 06 November 2018 | 10.46

Umar Wiriyadi. Foto: Gunawan.
PEWARTAnews.com -- Selalu ada sisi positif yang bisa digali dari tiap insan. Ya, itulah yang saya dapatkan dan lihat dari tiap pribadi seseorang. Ada saja hal unik dan menarik yang menjadi modal dan ciri khasnya. Dan, sisi positif yang dimaksud, bisa dijadikan teladan bagi siapa pun di antara kita. Atau, paling tidak, bisa kita ambil hikmah dari cerita kehidupannya.

Adalah Umar Wiriyadi. Pemuda desa yang lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana. Dulu, dikenal pemalu dan pendiam.

Umar kecil memang seperti ini adanya. Saya saksikan sendiri. Sebab, beliau adalah sepupu satu saya. Dulu, ketika saya bermalam di rumahnya, hampir tidak pernah mau menyapa saya (karena malu). Kakaknya Ibrahim dan Husni yang biasa menemani saya bercerita, juga teman tidur. Sementara, beliau “takut” berada di samping saya. Hal yang demikian terus berlanjut. Waktu saya libur kuliah pun, kala berkunjung ke rumahnya, beliau selalu menghindar dari saya. Kata ibunya, memang pemalu.

Kendati demikian, saya salut dan bangga padanya. Di tengah keterbatasan ekonomi orang tuanya, beliau tetap bisa menggapai cita-citanya. Ya, atas dukungan dari orang tua dan keluarga, beliau berkesempatan mengenyam pendidikan hingga di bangku perguruan tinggi.

Pertengahan 2011, beliau memutuskan untuk melanjutkan studi di Kota Makassar. Mendengar kabar tersebut dari keluarga, saya pribadi senang dan bahagia sekali. Artinya, bertambah lagi saudara saya yang mencoba belajar dan mengumpulkan serpihan pengetahuan di perguruan tinggi.

Awal tiba di Kota Makassar, memang tak jauh berbeda dengan masa kecilnya dulu. Masih pemalu dan pendiam. Namun, karena terus digembleng oleh senior-seniornya yang lebih dahulu menginjakkan kaki di tanah rantau, beliau pun tak lagi seperti itu. Kini, beliau menjadi super aktif.

Saya salut padanya. Bangga punya adik sepupu seperti beliau. Di saat mulai memasuki masa perkuliahan, pada dirinya mulai tampak sosok manusia yang benar-benar serius ingin belajar. Ya, rakus akan pengetahuan. Tak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada.

Di saat aktif perkuliahan itulah, beliau juga mulai suka dengan bahan bacaan, utamanya buku. Ya, hampir setiap hari saya lihat di kamar kosnya, selalu menyempatkan waktu untuk membaca buku. Apalagi dulu kala satu kamar kos dengan saya, dirinya dan buku seolah tak bisa dipisahkan.

Beliau juga suka mengoleksi buku. Bermula dari jalan-jalan dan berkunjung ke toko buku yang ada di sekitar area Makassar, hingga akhirnya ia juga tergiur untuk mengoleksi beragam buku yang dimaksud. Setiap ada rezeki, pasti ada buku baru yang dibelinya. Itu yang saya saksikan sendiri kala itu. Semangat belajar dan minat bacanya memang tinggi. Koleksi buku hingga kini, lumayan banyak.

Tak hanya itu, beliau juga aktif dalam dunia organisasi. Sempat satu periode diamanahkan untuk menjadi nakhoda di IPMI Makassar (kini WTC Makassar). Di sinilah saya melihat beliau benar-benar berubah, tak seperti masa kecilnya dulu. Hal ini juga tak lepas dari dukungan dan motivasi dari orang tua dan keluarganya. Sehingga, membuat dirinya kian bersemangat untuk belajar, menimba ilmu, baik dari dunia kampus maupun organisasi. Beruntung sekali ia punya orang tua yang selalu mendukung dan memberinya motivasi.

Kini, beliau telah mengabdikan dirinya untuk kampung halaman tercinta. Menjadi tenaga pengajar dan pendidik di sekolah di kampungnya. Juga, mendapat mandat sekaligus amanah dari masyarakat setempat untuk menjadi Ketua Karang Taruna desa Bumi Pajo. Benar bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dulu di tanah rantau, sedikit demi sedikit mulai diamalkan di kampung halamannya.

Saya salut dan bangga padanya. Saya bersyukur pada Tuhan memiliki sepupu yang punya semangat tinggi dalam hal belajar dan berbagi seperti beliau. Kini, meski sudah kembali ke kampung halaman, semangat belajar dan membacanya juga tak jauh berbeda dengan waktu kuliahnya dulu. Terbukti, beberapa kali berkunjung ke rumah saya untuk meminjam buku. Beberapa waktu yang lalu juga, saya sempat mengirimkan paket buku padanya.

Satu lagi yang hampir saya lupa dari kebiasaan beliau semenjak kuliah dulu, yaitu selalu ingin tahu dan tak pernah malu untuk bertanya. Ya, apa pun yang dirasa masih menjanggal di hati dan pikirannya, tak sungkan ia bertanya. Itulah yang saya katakan, bahwa beliau memang super aktif.

Wallahu a’lam.


Penulis: Gunawan
Pemuda asal Bumi Pajo, Donggo, Bima, NTB.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website