Headlines News :
Home » » Untuk Mak

Untuk Mak

Written By Pewarta News on Selasa, 27 November 2018 | 14.13

Muhammad Guevara (baju merah). Foto: Istimewa.
Mak, maafkanlah anakmu
Anakmu dulu yang engkau gendong kemana-mana kini sudah tumbuh besar.
Mak, kini anakmu pergi ke kota untuk mengadu nasib di tanah rantau dan demi cita-cita.
Mak, aku ingin bercerita kepadamu.

Mak, kini anakmu telah masuk di perguruan tinggi, bangunan yang begitu besar dan bertingkat dan Mak belum pernah melihat gedung mewah seperti itu di kampung.

Tapi Mak maafkan anakmu yang selalu memaksa Mak untuk berhutang banyak untuk membayar bagunan ini, Mak bangunan yang begitu besar ini menyiksaku untuk memaksamu mencari uang dan berhutang lagi dan lagi.

Mak, anakmu ingin bercerita, bercerita tentang kemiskinan, kejaliman, dan kebohongan para pejabat negara dan kaum bijaksana membuat Aturan di negara ini.

Mak, kemiskinan, perampasan tanah, penggusuran, kriminalisasi dan PHK buruh hari ini begitu banyak dan menjadi bahan tertawaan bagi kawan-kawan aku yang menjadi mahasiswa Mak.

Mak, aku menangis melihat masyarakat Papua di bunuh oleh militer demi keutuhan NKRI.

Mak, aku menangis melihat rakyat Indonesia di bantai 3 juta manusia tanpa kain kafan.

Mak, anakmu menangis melihat petani hari ini tidak ada lahan untuk di tanam.

Mak, sekali-lagi anakmu ini menangis melihat kaum miskin kota diusir demi kelestarian budaya.
Mak, maafkan anakmu yang meminta biaya pendidikan berjuta-juta Mak, karena pendidikan mahal.

Mak, maafkan anakmu yang pembangkang ini yang terus berteriak di jalanan untuk menolak rakyat miskin yang di marjinalisasi.

Mak, aku ingin memelukmu dan berujud padamu untuk meminta restu padamu dan merelakan anakmu ini berjuang bersama petani, buruh, kaum miskin kota dan masyarakat Papua.

Mak, aku rindu kalian semua di rumah, merindukan nenek, merindukan adek-adek yang kini besar dan membutuhkan biaya yang banyak.

Mak, maafkan anak-anakmu, engkau membesarkan mereka.
Mak, negara tidak pernah bertanggungjawab Mak, Mak mereka yang engkau pilih dulu menjadi membiayai kebutuhan Mak kini telah berubah Mak.

Mak, kau, aku dan semua rakyat miskin lainnya hanyalah mahluk untuk di bohongi oleh partai politik borjuis busuk di parlemen Mak.

Mak, aku merindukan dirimu, masakanmu, dan kampung halaman tapi aku tidak ingat pulang Mak, karena perjuangan ku masih panjang.

Mak, perjuanganku berat, berat bukan berarti mustahil.

Mak, gimana kabarnya mereka dikampung halaman Mak, apakah mereka bisa melanjutkan pendidikan tinggi seperti aku sekarang Mak?
Mak, biaya pendidikan sekarang mahal sangat mahal Mak.

Mak, aku di usir dari kelas ketika ujian karena belum mampu bayar kuliah Mak.

Mak, pendidikan sekarang sudah dijadikan barang dagangan bukan tempat ilmu pengetahuan Mak.

 Maafkan anakmu yang tidak bisa membahagiakan dirimu.

Mak, maafkan anakmu yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan, Mak lihatlah kakak senior aku di kampung begitu menumpuk dan meramu karena tidak ada pekerjaan Mak.

Mak, maafkan anakmu yang kurang ngajar ini.


Yogyakarta, Selasa, 06 November 2018
Karya: Muhammad Guevara

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website