Headlines News :
Home » , » Makna Kebahagiaan

Makna Kebahagiaan

Written By Pewarta News on Jumat, 14 Desember 2018 | 00.07

Siti Mukaromah (depan)
PEWARTAnews.com -- Bahagia itu mudah, sederhana dan tanpa syarat, namun seringkali “diri kita” lah yang memberikan ketentuan, kriteria dan batasan tertentu dalam menentukan kebahagiaan dalam hidup. Tanpa disadari, kita memberikan label-label tertentu untuk bahagia. Entah dalam persoalan ekonomi, fisik, pendidikan, jenjang akademik, karier maupun jodoh. Pernahkah mengalami kemrungsungan/kekhawatiran dalam hidup sehingga membuat hidup tak nyaman dan selalu merasa gelisah? Atau paling tidak, merasa tertekan dalam menjalani proses kehidupan? Satu diantara banyak alasannya ialah, kita terlalu mengejar sesuatu yang “abstrak” dan tidak menyadari apa yang telah diperoleh, dicapai dan dianugrahkan Allah kepada diri kita. Dalam hal ini, ada baiknya mempunyai paradigma “retrospective thinking”, sejenak untuk melihat ke belakang, ambil hikmah dan inspirasi disetiap peristiwa yang telah berlalu. Dengan begitu, akan memacu diri kita menjadi insan yang senantiasa bersyukur karena memaknai setiap alur yang Tuhan berikan. Bahagia itu penting dan sangat penting. Jika boleh saya katakan “bahagia” itu merupakan kebutuhan primer yang harus diutamakan dan dimiliki terlebih dahulu sebelum memiliki papan/rumah. Mengapa demikian? Karena bahagia berkaitan dengan hati. Jika hatinya riang gembira, tidur dimanapun oke. Gak percaya? Coba baca kisah hidupnya Cak Nun (Emha Ainun Nadjib). Sewaktu muda, beliau rela tidur di emperan kota dekat Mmalioboro, dipinggir jalan bahkan dimanapun asal hatinya senang semua tempat jadi tempat tidur. Artinya apa, dengan adanya rasa bahagia dalam hati, maka semua hal bisa dilalui. Termasuk hal yang sangat primer berupa tempat tinggal. Hal demikian pula yang terjadi dalam hidup mahasiswa, santri maupun yang lain.

Dalam konteks agama, bahagia juga berkaitan erat dengan hati. Sebagaimana dalam hadist Arbain Nawawi disebutkan bahwa dalam jasad manusia terdapat segumpal daging (hati). Apabila baik maka baik pula seluruh anggota badan-nya, begitu sebaliknya. Hal tersebut mengisyaratkan dengan jelas bahwa Hati sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, jika tidak dikendalikan dengan baik maka akan merusak semuanya, tidak hanya jiwa tapi raga, tidak hanya diri sendiri tapi kolektif, tidak hanya dunia tapi juga akhirat, tidak hanya dalam ranah emosional namun juga sampai pada ranah spiritual.

Hati hanya bisa dikendalikan dengan perasaan yang penuh dengan “kebahagiaan”, dan kebahagiaan hanya bisa didapat apabila manusia benar-benar bersyukur dan menyadari setiap skenario yang digariskan-Nya. Tanpa disadari, seringkali kita merasa “besar dan paling benar”, mudah menjustifikasi seseorang dengan label-label tertentu, mudah memberikan solusi tanpa diminta dan mudah menyalahkan. Satu diantara banyak alasan karena kita melihat orang lain berdasar pada perspektif dan cara pandang kita dalam melihat diri kita sehingga menentukan bahagia atau tidaknya seseorang juga berdasar pada kriteria kita. Dalam realita emprik misalnya, kita mudah mengatakan “Ah si A itu ganteng masa sih sama cewek yang pas-pasan itu?, “Ahh dia itu kan pinter, mosok sih sama dia yang rada o'on itu”?, “Ah dia itu bla bla bla masa sih milih jadi bla bla bla”. Padahal kita tidak mengetahui, orang yang memilih seperti itu sedih, sakit, kecewa atau tidak. Maka, sekali lagi jangan menggunakan standart yang kita miliki untuk melihat dan menilai orang lain. Dalam kata lain, jika melihat orang lain maka berusahalah untuk menempatkan diri pada posisi orang tersebut, karena bahagia setiap orang itu berbeda, tidak bisa digeneralisasikan, semoga tidak terjebak pada fallacy of dramatic instance dan atau fallacy of romantic instance dengan mengatakan bahagia itu apabila aku dan kamu menjadi KITA. Hehehe.


Penulis: Siti Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website