Headlines News :
Home » , » Mengawali 2019

Mengawali 2019

Written By Pewarta News on Rabu, 02 Januari 2019 | 00.20

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
PEWARTAnews.com -- Hari esuk ada karena hari ini, hari ini ada karena hari kemarin. Dengan begitu hidup itu sangat historis, tidak ahistoris. Keberhasilan hari ini dan esuk tidak bisa dilepaskan dari hari kemarin. Hukum sustainability tetap melekat pada perubahan hari, bulan, tahun atau era. Bisakah orang pisahkan diri dari hari kemarin? Tergantung teori rujukannya, bisa ya, bisa tidak.

Hari esuk ada bila ada optimisme, karena optimisme memiliki potensi mengkreasi hari esuk. Sebaliknya pesimisme tidak akan pernah menjumpai hari esuk yang sebenarnya. Jika hari esuk itu ada, sebenarnya hari esuk itu nothing. Boleh jadi “wujuduhu ka adamihi”. Banyak bukti bahwa ada sejumlah orang atau institusi yang tidak memiliki hari esuk atau masa depan. Kondisi ini tidak muncul pada masyarakat atau institusi yang optimis.

Pentingnya optimisme itu tidak bisa dipisahkan dari sabda Rasulullah saw,
“Man kaana yaumahu khairan min amsihi fahua raabihun, man kaana yaumahu mitslu amsihi fahua maghbuun, man kaana yaumahu syarrin amsihi fahua mal’uun”, yang artinya, barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka dia beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia merugi, barang siapa yang hari ini lebih jelek daripada hari kemarin maka dia terlaknat. Sekali lagi hadits ini memberikan isyarat pentingnya motivasi untuk terus rajin berikhtiar dalam menatap impian masa depan yang lebih cerah. Hanya satu pilihan, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, jika ingin survive.

Karena hidup itu perlu terus lebih meaningfull maka tidak berlebihan jika kita harus bergerak sesuai dengan apa yang direncanakan. Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaah, waltandzur nafsum maa qaddamat lighad, wattaqullaah, innallaaha khabiirum bimaa ta’maluun (QS, 59:15), yang artinya : Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esuk, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Mengawali tahun baru 2019 hendaknya dilakukan dengan, melakukan renungan dan berkontemplasi, sehingga mampu menghasilkan rancangan jangka pendek, menengah dan panjang yang implementatif. Setiap orang sangat membutuhkan raja’ah, dream atau target, untuk membuat masa depan lebih baik. Masa depan bisa dekat-hidup di dunia, bisa juga jauh-hidup di akhirat. Walau dalam prakteknya antara keduanya baik hidup dunia maupun di akhirat tidak bisa dipisahkan, bahkan harus saling berkaitan dan menginspirasi.

Untuk mewujudkan apa yang sudah direncanakan untuk mengisi hidup tahun 2019 dan seterusnya, dengan mengucapkan basmallah mulailah dengan fokus dan rileks, komitmen yang tinggi, dengan tetap lakukan adjusment sesuai dengan kondisi, terutama sebelum dan setelah hajatan politik, jika diperlukan untuk solusi yang lebih baik. Spirit reform dan inovasi dan harapkan ridlo Allah swt perlu terus dijaga.


Yogyakarta, 1 Januari 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website