Headlines News :
Home » » PP Ulul Albab Balirejo Yogyakarta Gelar Pembacaan Ratib Al Idrus dan Pengajian Rutin

PP Ulul Albab Balirejo Yogyakarta Gelar Pembacaan Ratib Al Idrus dan Pengajian Rutin

Written By Pewarta News on Rabu, 12 Desember 2018 | 13.04

Suasana saat acara berlangsung.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Kota Yogyakarta tergolong kategori pesantren mahasiswa. Rata-rata santrinya adalah para mahasiswa-mahasiswi yang notabene stuti di kampus Negeri dan swasta di Yogyakarta. Seperti biasa yang dilakukan setiap Selasa malam, pada tanggal 11 Desember 2018 mulai jam 18.30 WIB PP Ulul Albab Balirejo menyelenggarakan pengajian rutin.

Acara rutin ini, diawali dengan pembacaan Ratib Al Idrus yang dipimpin oleh Pengasuh Pesantren Ulul Albab Balirejo Kota Yogyakarta KH. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., M.H., dilanjutkan pembacaan Sholawat Simthudduror, dan diakhiri dengan Mauidzoh Hasanah (Penceramah) dengan menghadirkan Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PWNU DIY Dr. Suhadi, M.A.

Suhadi yang juga kini jadi seorang Dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan juga Universitas Gadjah Mada ini dalam penyampaiannya mengatakan bahwasannya seorang santri harus tekun dalam belajar dan mempunyai pengetahuan yang luas, agar dapat bersaing dengan orang-orang diluar santri dalam kancah nasional bahkan internasional.

“Saya yakin, seorang santri bisa menjadi apa saja dalam berkontribusi (untuk bangsa dan juga dunia, red), tinggal menunggu kesungguhan anda (sebagai santri) untuk mau belajar dengan sungguh-sungguh. Karena pada dasarnya seorang santri sudah terlatih dan terdidik untuk menjadi orang yang sederhana, makan seadanya, jadi ketika ditempatkan dalam suatu pekerjaan tertentu (baik pekerjaan sederhana yang gaji seadanya maupun pekerjaan yang penuh kemegahan), seorang santri pasti bisa melewatinya. Kesederhanaan sudah menjadi kebiasaan mereka, bila dihadapkan dengan kemewahan juga akan lebih siap lagi,” ucap Suhadi.

Pengasuh PP Ulul Albab Balirejo Yogyakarta, KH. Ahmad Yubaidi terus memfasilitasi santrinya agar tidak hanya fokus mempelajari ilmu agama belaka. Selain penguatan agama, kata KH. Yubaidi, santri juga perlu dibekali dengan penguatkan ilmu umum yang akan sangat diperlukan untuk bekal berharga untuk dibawa saat terjun dunia sosial.

“Pondok ini awal mulanya adalah kos-kosan. Sejak 3 Maret 2003 dialihfungsikan menjadi Pondok Pesantren. Berdirinya pondok ini berawal dari kegelisahan melihat pemuda dan pemudi yang kurang baik ketika tinggal di kos-kosan. Sehingga muncullah ide untuk mendirikan Pondok Pesantren di tengah-tengah kota Yogyakarta,” beber Yubaidi.

Ketika santri sudah kuat ilmu agama dan ilmu umum, kata Ahmad Yubaidi, itulah santri yang sudah siap ditempatkan di masyarakat. "Peran dan tanggung jawab santri perlu didorong terus agar santri matang dalam ilmu agama dan ilmu yang diperlukan untuk terjun di masyarakat dan dunia kerja," sahut pria yang juga Notaris Kota Yogyakarta ini.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri para santri dan juga warga sekitar, hadir juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Sunan Kalijaga Ilmu Hukum (IKASUKA Ilmu Hukum) M. Jamil, S.H., Advokat Muda Yogyakarta Hairul Rizal, S.H.I., dan juga Pengamat Hukum Lingkungan pada Pusat Studi Pemuda Nusantara (PUSPARA) Abidin. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website