Headlines News :
Home » , , » Rumahku Syurgaku

Rumahku Syurgaku

Written By Pewarta News on Senin, 31 Desember 2018 | 07.08

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A. (jas hitam)
PEWARTAnews.com – Rumah menjadi salah satu kebutuhan hidup. Rumah identitias alamat. Rumah tempat berteduh. Rumah tempat istirahat. Rumah tempat kumpul-kumpul. Rumah tempat belajar. Rumah tempat bekerja. Rumah tempat bermain. Rumah tempat refreshing. Rumah tempat berlindung. Rumah tempat bercengkrama. Rumah tempat mendidik. Rumah tempat ibadah. Ternyata rumah tempat terbaik untuk berangkat dan kembali selama hidup di dunia. Karena itu rumah seharusnya bisa memenuhi seluruh fungsi dan perannya, sehingga menjadi tempat yang paling nyaman, damai, aman, menyenangkan dan membahagiakan sepanjang perjalanan hidup anak adam.

Karena penting dan berharganya suatu rumah itu, maka sangatlah beralasan bila setiap orang mendambakan dan berobsesi, Rumahku Syurgaku (Baitii Jannatii). Mengapa demikian, karena ada yang merasa bahagia sekali memiliki dan menempati dg penuh kebahagian, ada yang biasa-biasa saja, ada juga yang tidak merasa nyaman tinggal di rumah. Ada yang mewujudkan rumah dengan mudah, cukup mudah, tetapi ada juga yang sulit dan berat sekali. Semuanya kembali kepada masing-masing individu. Setidak-tidaknya memandang rumah tidak semata-mata fisik, tetapi yang jauh lebih penting, seberapa jauh rumah itu mampu memberikan makna dari segi sosial, psikologis, akademik, dan spiritul secara utuh dan dalam keseimbangan yang harmoni. Itulah gambaran rumahku syurgaku.

Untuk mewujudkan idaman rumahku syurgaku di antaranya adalah sebagai berikut: Pertama, Membangun rumah dengan fundasi agama. (QS, At Tahrim:6). Kedua, Membangun rumah tangga yang diatapi dan diwarnai dengan saling kasih sayang dan mensupport serta kedamaian (QS Ar Rum:21). Ketiga, Menghadirkan dan menghiasi bacaan Al Qur-an di rumah. (HR Ahmad, Ash Shahihah, 3112). Keempat, Menjaga dan melaksanakan hak dan kewajiban bagi setiap anggota keluarga. (QS Al Baqarah:228). Kelima, Saling menasehati di dalam melaksanakan kebenaran, kesabaran dan keikhlasan atas dasar kasih sayang dengan cara yang baik. (QS, Al Ashr:1-3). Keenam, Seluruh anggota keluarga berlomba/lomba dalam kebaikan untuk mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.(QS, Al Baqarah:148). Ketujuh, Menciptakan rumah dan lingkungan yang sehat dan menyejukkan.

Untuk mewujudkan rumahku syurgaku tidaklah mudah, karena banyak faktor internal dan eksternal yang sangat berpengaruh. Oleh karena itu suami (isteri untuk yang single parent) sebagai kepala rumah tangga memainkan peran penting sebagai subjek yang operasionalnya bertumpu pada rambu-rambu akhlaq.


Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website