Headlines News :
Home » » Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta Sukses Tampilkan Drama Lopi Penge

Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta Sukses Tampilkan Drama Lopi Penge

Written By Pewarta News on Senin, 24 Desember 2018 | 18.43

Suasana saat acara pentas Lopi Penge, 22-12-2018.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta menggelar Drama Lopi Penge, pada hari Sabtu, (22/12/18) pukul 19:00 WIB - 10:30 WIB dengan mengangkat tema “Melestarikan Budaya Bima Ara Dana Loja”. Bentuk Drama Lopi Penge yang dipentaskan antara lain terdapat kisah Asmara Pangeran dari kerajaan Gowa dan seorang Putri dari kerajaan Bima, Tari Lopi Penge, Tari Wura Bongi Monca, Tari Kreasi dan Mpa’a Gantao (Silat Bima).

Persiapan yang matang dan waktu yang cukup untuk latihan membuat kegiatan Drama Lopi Penge tersebut berjalan dengan lancar. Selain itu, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari para senior-senior Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta dan seluruh organisasi dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta maupun organisasi Forum Silaturrahim Weki Ndai Mbojo-Yogyakarta. “Acara akhir tahun ini berlangsung sukses kerena mendapat dukungan langsung dari para senior-senior Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta dan seluruh Organisasi dibawah Naungan KEPMA Bima-Yogyakarta maupun organisasi FS Weki Ndai Mbojo-Yogyakarta. Syukur Alhamdulillah acaranya terlaksana dan sukses walaupun ada beberapa hal yang harus kita koreksi dalam struktur kepanitian maupun terkait kegiatan tersebut,” ujar Muhamad Barkah selaku Ketua Panitia Penyelenggara acara.

Lebih lanjut Muhammad Barqah menyampaikan pesannya, “Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta kedepannya semoga lebih bagus dari hari ini, tetap solid dan semoga  Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta tidak bermain dalam wilayah IKPMDI-Y saja tetapi semoga bisa membangun sebuah relasi atau komunikasi yang baik bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemda DIY maupun lembaga-lembaga lainnya,” bebernya.

Selain itu, Ruslin (nama sapaan Arlan) selaku PJS Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta mengatakan bahwa acara ini semoga dapat menjadi motivasi seluruh elemen, baik pengurus Rimpu maupun semua kalangan agar terus gencar dan peduli terhadap budaya dan adat istiadat. “Adanya kegiatan seperti ini mampu memberi inspirasi untuk menggali potensi yang ada di daerah khususnya Bima. Acara ini sangat bagus dan semoga menjadi motivasi bagi pengurus Rimpu kedepannya. Acara Drama Lopi Penge ini, selain menceritakan kisah asmara Pangeran dari Kerajaan Gowa dan Putri dari Kerajaan Bima, Tari Lopi Penge, Tari Wura Bongi Monca, Tari Kreasi dan Mpa’a Gantao (Silat Bima) namun dalam acara ini juga ada penampilan akustik dari tamu undangan dan puisi dari kawan-kawan AMERTA,” ucap Arlan yang juga sekaligus Sutradara dalam acara Drama Lopi Penge ini.

Dalam momentum yang sama, Wakil Sekretaris Forum Silaturrahim Weki Ndai Mbojo-Yogyakarta M. Jamil, S.H. dalam sambutannya mengingatkan pada seluruh hadirin agar melek dan peduli terhadap adat dan budaya lokal biar tidak tergerus oleh zaman. “Dewasa ini semakin sedikit masyarakat Indonesia yang perduli terhadap adat dan tradisi asli nasional, padahal dilain sisi masyarakat internasional gencar mempelajari dan menelusuri adat, tradisi dan kebudayaan di Indonesia. Jangan sampai kita sebagai orang Indonesia atau masyarakat Mbojo tidak memahami adat istiadat kita sendiri. Momentum seperti ini merupakan kegiatan bagus yang harus kita terus dorong bersama, lebih-lebih pemerintah seharusnya turut andil mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, agar budaya dan adat istiadat Mbojo terus dilestariakan keberadaannya,” cetus Jamil. (Siti Hawa)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website