Headlines News :
Home » » Tuduhan Abraham Geiger Terhadap Al-Quran

Tuduhan Abraham Geiger Terhadap Al-Quran

Written By Pewarta News on Sabtu, 22 Desember 2018 | 00.38

Abraham Geiger. Foto: lbi.org.
PEWARTAnews.com -- Banyak pendapat-pendapat Orientalis terhadap Al-Quran membuat para Muslim bertanya-tanya tentang keotentikan Al-Quran. Salah satu Orientalis yang berpendapat bahwa Al-Quran itu merupakan kitab suci yang isinya mengikuti atau mengadopsi ajaran agaman Yahudi yaitu Abraham Geiger. Menurut Abraham Geiger ajaran Yahudi yang diadopsi oleh Nabi Muhammad yaitu tentang kebahasaan, atau kosakata yang ada dalam Al-Quran yang diambil dari bahasa Ibrani. Tentang keagamaan, dan yang terakhir yaitu tentang kisah-kisah yang ada dalam Al-Quran.

Sedikit ulasan tentang Abraham Geiger
Abraham Geiger lahir (1810-1874), dia merupakan seorang Orientalis yang beragama Yahudi. Abraham terlahir dari keluarga yang sangat taat. Abraham juga merupakan seorang intelektual dan seorang yang mendirikan komunitas Yahudi Liberal di Jerman (Khaerudin Yusuf, 2012: 149-170). Pada usianya yang ke 22 tahun  essay Abraham telah diterbitkan dengan judul “Was hat Mohammed aus dem judhentume Aufgenommen?”. Apa yang Muhammad pinjam dari Yahudi? Abraham menulis esaynya dengan menggunakan bahasa Jerman.

Pemikiran Abraham Geiger terhadap Al-Quran meliputi tiga aspek: Pertama, Ada 14 kosakata dalam Al-Qur’an yang diambil dari bahasa Ibrani, diantaranya yaitu:  sakinah, tagut, furqan, ma’un, masani, malakut, darasa, tabut, jannatu ‘adn, taurat, jahannam, rabbani, sabt dan ahbar, menurut Abraham Geiger.

Tabut, dalam akhir kata tabut menurut Abraham kata ini merupakan salah satu kata yang diadopsi oleh Al-Quran dari bahasa Ibrani yang diajarkan oleh ajaran Yahudi. Jannatu’adn, ketika dalam bahasa Arab kata Jannatu’adn diartikan sebagai surga, namun menurut Abraham kata ‘adn dalam ajaran Yahudi diartikan sebagai nama tempat yang telah ditempati oleh Adam dan Hawa. Jahannam, kata Jahannam pun menurut Abraham merupakan itu berasal dari Yahudi, yang diartikan sebagai penderitaan. Rabbani, menurut Abraham kata Rabbani dalam Al-Quran itu berasal dari Yahudi,, karena arti kata Rabb itu sama antara Al-Quran dan dengan bahasa Yahudi yaitu “Tuhan”. Sabt, kata Sabt ini memiliki arti yang sama antara Islam, Yahudi, dan Kristen, yaitu hari Sabtu.

Kedua, Konsep Agama Islam. Menurut Abraham Geiger ada beberapa konsep keimanan yang diikuti oleh Nabi Muhammad dari ajaran Agama sebelumnya. Bagian (1), yaitu tentang awal mulanya penciptaan bumi, langit dan segala isinya. Menurut Abraham apa yang diajarkan Nabi tentang penciptaan langit, bumi dan segala isinya itu merupakan ajaran yang diambil dari ajaran Kristen. Bagian (1), yaitu tentang tingkatan-tingkatan surga. Menurut Abraham apa yang diajarkan Nabi Muhammad itu meniru dari Chagiga 9;2. Bagian (3), yaitu tentang kepercayaan tentang hari akhir, dalam Agma Yahudi dan Islam memiliki arti yang sama tentang hari akhir, yaitu sebagai hari pembalasan.

Selain konsep ajaran Agama, menurut Abraham aturan dan hukum yang diajarkan oleh Nabi pun mengikuti ajaran yang ada dalam umat Yahudi, diantaranya yaitu tentang shalat, sebagaimana umat Yahudi juga mengerjakan shalat, salah satu ibadah shalat yang dilaksanakan oleh umat Islam dan umat Yahudi adalah shalat khauf, tidak diperbolehkannya shalat dalam keadaan mabuk, diperbolehkannya bertayamum apabila tidak ada air.

Pandangan hidup. Menurut Abraham ada persamaan antara Yahudi dan Islam dalam menjalankan kehidupan, diantaranya yaitu: menginginkan kematian dalam keadaan khusnul khatimah. Dalam hal perjanjian, dalam ajaran Islam maupun Yahudi dianjurkan untuk mengucapkan Insya Allah dalam berjanji. Dalam agama Yahudi dianjurkan untuk membalas kebaikan orang, begitupun dalam Islam yang mengajarkan tentang berbuat/ membalas kebaikan orang lain. Yang terakhir yaitu tentang amal jariyah, ketika dalam Ajaran Islam amal jariyah merupakan suatu amalan yang tidak akan terputus pahalanya meskipun sudah meninggal. Begitupun yang diajarkan agama Yahudi.

Ketiga, Yaitu tentang kisah-kisah yang ada dalam Al-Quran. Dalam Al-Quran banyak ayat yang menceritakan kisah-kisah, baik itu cerita Nabi, maupun cerita-cerita yang lainnya. Begitupun dalam ajaran agama Yahudi, banyak yang menceritakan kisah-kisah Nabi sehingga Abraham Geiger menganggap bahwa cerita dalam Al-Quran itu meniru/mengadopsi dari ajaran Agama Yahudi (Lenni Lestari, 2014: 41-60).

Uraian di atas merupakan tuduhan-tuduhan Abraham Geiger terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Bahwa Al-Qur’an itu telah terpengaruhi oleh ajaran Yahudi, dan menurut pandangan Abraham bahwasanya Al-Qur’an itu merupakan hasil dari karya Nabi Muhammad yang sebagian mengambil dari agama-agama yang terdahulu, sehingga pandangan Abraham terhadap Al-Quran pun dipengaruhi oleh rasa ketidaksukaannya terhadap Al-Quran dan Nabi Muhammad.

Daftar Bacaan:
Khaerudin Yusuf, "Orientalis dan Duplikasi Bahasa Al-Quran",  Jurnal Hunafa, Volume 9, Nomor 1, Juni 2012.
Lenni Lestari, "Abraham Geiger dan Kajian Al-Quran", Suhuf, Volume 7, Nomor 1, Juni 2014.


Penulis: Siti Nurhamdalah
Mahasiswi Ilmu Al-Qu'an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website