Headlines News :
Home » » Arah Baru Wujudkan Perubahan Sejuk, Formatur Terpilih Siap Jadikan KEPMA Sebagai Organisasi Puncak Persatuan

Arah Baru Wujudkan Perubahan Sejuk, Formatur Terpilih Siap Jadikan KEPMA Sebagai Organisasi Puncak Persatuan

Written By Pewarta News on Senin, 21 Januari 2019 | 11.30

Muhammad Akhir.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta merupakan organisasi induk dari semua organisasi Bima yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. KEPMA Bima-Yogyakarta menjadi salah satu problem keutuhan untuk membantu memperdaya Sumber Daya Manusia (SDM) orang Bima di tanah Istimewa Yogyakarta.

Hal demikian juga menjadi keinginan semua orang bahkan Sesepuh Weki Ndai Mbojo Yogyakarta, yakni ada perubahan yang signifikan terhadap perjalan KEPMA Bima-Yogyakarta.

Kemarin, 20/01/2019, telah terpilih sosok kader yang dianggap militan, progresif, dan Profesional dengan sembohyan "Arah Baru Wujudkan Perubahan Sejuk". Ia terlahir dari rahim Forum Mahasiswa Langgudu (FORMAL) Yogyakarta. Pemuda yang pernah dikader oleh Sanggar Rimpu, sebuah lembaga Kebudayaan KEPMA Bima-Yogyakarta saat diketuai oleh Saudara Anas Kurniawan, juga pernah mengikuti Perkaderan yang diadakan oleh KEPMA Bima-Yogyakarta pada masa kepemimpinan saudara Arif Rahman.

Semboyan yang ia bawa yakni, "Arah Baru Wujudkan Perubahan Sejuk" merupakan cita-cita dan harapan untuk menyatukan seluruh masyarakat, mahasiswa, dan pelajar Bima yang ada di Kota Istimewa Yogyakarta. Hadir sebagai penopang, dengan melihat banyak sekali dinamika, problematika, dan dogma-dogma yang bersifat pesimistis ia mencoba menaruh harapan agar semua itu bisa diantisipasi. Sebab perbaikan dan pembenahan (penguatan kelembagaan) tidak akan lahir dengan cara-cara yang pesimis, melainkan dengan cara yang sejuk. Sejatinya, hadirnya pemimpin baru yakni untuk melanjutkan progresifitas pemimpin sebelumnya dan membenahi ketidakmaksimalan yang pernah ada.

Muhammad Akhir sebagai ketua terpilih membawa banyak harapan untuk didukung oleh seluruh elemen warga KEPMA Bima-Yogyakarta. "Menjadi orang nomor 1 bukanlah keindahan yang diharapkan, karena akan percuma menjadi orang yang nomor 1 jika tidak ada perbaikan. Maka menjadi orang nomor 1 adalah kunci ketakutan, agar kita melihat dimana kekurangan kita, dimana yang harus kita kerjakan, dimana yang harus kita kembangkan. Karena potensi masyarakat, mahasiswa dan pelajar yang ada di Kota Istimewa ini sangat beragam," ucap Akhir.

Lanjutnya, "Oleh karena demikian, butuh langkah-langkah strategis, taktik, kesabaran dan fikiran yang jernih untuk memulai itu semua, sebab semua akan menjadi indah dalam perbedaan tersebut. Perbedaan harus digaris bawahi, bahwa ia adalah bentuk keberagaman yang harus di indahkan dan dipahami sehingga menjadikan kita dewasa dalam fikiran," sebutnya.

Lebih jauh, kata Akhir, langkah strategis seorang pemimpin adalah kunci strategis memecahkan suatu perbedaan menjadikan suatu kekuatan untuk membawa lembaga lebih baik dan lebih maju lagi. "Sifat dan pemikiran sahabat sekalian yang ada di Jogjakarta ini sangat beragam, jadi dengan keberagaman inilah yang membuat semuanya menjadi seksi hingga akhirnya bertolak pada keakuhan diri yang lebih baik. Namun semua itu akan diatasi dengan tingkat kesadaran seseorang pemimpin, seorang pemimpin harus berjiwa sejuk untuk memahami keberagaman tersebut, sehingga datang untuk mendekati dan memahami secara objektif, agar tidak menilai salah dalam keberagaman tersebut," tutur Akhir lebih lanjut.

Semoga dengan terpilihnya pemimpin baru KEPMA Bima-Yogyakarta dengan semboyan "Arah Baru Wujudkan Perubahan Sejuk" mampu memberikan gairah kepada yang lain agar bersatu dalam setiap kegiatan yang ada. (Siti Hawa / PEWARTAnews)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website