Headlines News :
Home » , » Dosen Millenial

Dosen Millenial

Written By Pewarta News on Senin, 28 Januari 2019 | 05.28

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
PEWARTAnews.com -- Dosen Millenial hakekatnya merupakan generasi babyboomers dan generasi X yang sedang dihadapkan mengajar mahasiswa millenial. Mahasiswa millenial dikenal juga sebagai gadget fanatics, social networkers, internet anthusiasts, optimists, multitakers, dan inductive learners. Mereka akan berkembang optimal, jika dapat bimbingan dan didikan dari dosen millenial yang lebih memahami apa yang dibutuhkan dalam kehidupan mahasiswa millenial.

Memang terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara mahasiswa millenial dan mahasiswa generasi sebelumnya, karena mahasiswa millenilal menjadikan ruang kelas universitas sebagai preferensi untuk kolaborasi, koneksi, dan agen perubahan. Mereka tidak lagi membutuhkan bangunan kelas konvensional yang biasa digunakan dengan satu metode pembelajaran saja, melainkan mereka memerlukan tempat untuk bisa melakukan pembelajaran dengan multi metode yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa millenial yang beragam dengan bertumpu pada teknologi, terutama ponsel, komputer dan internet. Dengan begitu sangat diperlukan lingkungan belajar yang kompatibel.

Layanan pembelajaran mahasiswa millenial, tidak lagi dibatasi dengan keberadaan yang 2 atau 3 jam saja untuk mata kuliah tertentu, melainkan dosen siap melayani 24/7 tiada henti dengan menyiapkan paket pembelajaran dan siap berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui online. Kegiatan praktek lab tidak harus dilakukan di lab yang waktu dan tempatnya terbatas, melainkan juga bisa melalui internet, yang disiapkan paket dan program untuk melakukan berbagai simulasi.

Untuk dapat menjadi mahasiswa millenial sebagai problem solver yang aktif, vokal dan bertanggung jawab dan pemimpin masa depan, dosen millenial di perguruan tinggi perlu menerapkan prinsip-prinsip mengajar yang efektif di antaranya (1) menfasilitasi adanya kerjasama antar mahasiswa, (2) menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi diversitas dan interaksi lintas budaya (3) memelihara dan menjaga kreasi pengetahuan, dan (4) meningkatkan ikatan yang aktif di dalam dan luar kelas. Memang tidak mudah tugas dan kewajiban dosen millenial. Jika dosen millenial tidak mampu melakukan adaptasi sistem pembelajarannya, maka secara perlahan-lahan akan ditinggalkan oleh mahasiswa dan pada saatnya bisa diistirahatksn oleh institusi.

Terlepas dari perubahan era, dosen millenial tetap memiliki beberapa tanggung jawab, yaitu (1) mengendalikan pembelajaran sesuai perkembangan jaman (akademik), (2) menghadiri dan berpartisipasi pertemuan departmen serta menjaga reputasinya (institusi), (3) melayani bimbingan akademik dan kegiatan mahasiswa millenial lainnya yang relevant ( penasehat akademik), (4) berparsipasi dalam scholarly activity, pengembangan profesi melalui organisasi profesi (profesional), dan (5) berpartisipasi dalam layanan masyarakat, baik sesuai bidang keahlian maupun bersifat umum (servis untuk masyarakat).

Akhirnya diharapkan sekali dosen millenial mampu memberikan layanan pendidikan lebih fleksibel, menjadi filter nilai dan budaya, mendorong mahasiswa untuk menjafi problem solver, memberikan teladan dan menfasilitasi terciptanya karya inovatif, mengkondisikan mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, dan membantu mahasiswa untuk mengembangkan networking.


Yogyakarta, 28 Januari 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website